STKIP JBSTKIP JB

SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaSASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap Feminisme perempuan pesantren. Sumber data dalam penelitian ini adalah data-data kebahasaan yang ada di dalam novel Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El-Kholieqy. Data-data dikumpulkan dengan metode dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan teori feminisme dan hegemoni. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah terjadi hegemoni di lingkungan pendidikan pesantren, di lingkungan masyarakat.Pelbagai hegemoni tersebut merupakan bentuk ketidakadilan yang samar, sehingga perlu sikap kritis untuk mengungkapnya.

Ada pelbagai praktik ketidakadilan yang terjadi dilingkungan pendidikan pesantren.Menurut Abidah, di dalam pendidikan pesantren, perempuan hanya dipersiapkan untuk menjadi sosok yang pasif dan cenderung melayani.Santri perempuan di pesantren tidak diberikesempatan untuk mempersiapkan diri memasuki dunia publik dan berinisiatif menjadi peminpin.Permasalahan itu terletak pada sistem pengajaran dan sumber pengajaran yang mereka gunakan secara eksklusif, yaitu kitab klasik.Selain itu, di dalam PBS Abidah juga mengungkap ketidakadilan yang terjadi di lingkungan keluarga.Sebagai seorang anak, perempuan tidak mendapat perlakuan yang sama jika dibandingkan dengan anak laki-laki.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana pengalaman perempuan pesantren dalam menghadapi hegemoni patriarki dapat memengaruhi identitas dan perkembangan diri mereka. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang mendalam, seperti wawancara mendalam atau studi kasus, untuk memahami secara lebih rinci bagaimana perempuan pesantren menavigasi norma dan ekspektasi sosial yang berlaku. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran lembaga pendidikan pesantren dalam menciptakan ruang aman dan inklusif bagi perempuan untuk mengembangkan potensi diri dan memperjuangkan kesetaraan gender. Penelitian ini dapat melibatkan analisis kebijakan pendidikan, kurikulum, dan praktik pembelajaran di pesantren untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung atau menghambat pemberdayaan perempuan. Ketiga, penelitian dapat mengkaji bagaimana perempuan pesantren dapat berkontribusi dalam membangun gerakan sosial yang memperjuangkan hak-hak perempuan dan kesetaraan gender di masyarakat. Penelitian ini dapat melibatkan analisis partisipasi perempuan pesantren dalam organisasi sosial, kegiatan advokasi, dan kampanye publik untuk memahami bagaimana mereka dapat menjadi agen perubahan sosial yang efektif.

  1. Vol 8, No 1 (2020). vol doi https sastranesia v8i1 table contents articles feminisme perempuan pesantren... doi.org/10.32682/sastranesia.v8i1Vol 8 No 1 2020 vol doi https sastranesia v8i1 table contents articles feminisme perempuan pesantren doi 10 32682 sastranesia v8i1
Read online
File size1.06 MB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test