USUUSU

LingPoet: Journal of Linguistics and Literary ResearchLingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fitur bahasa laki-laki dan perempuan serta fungsinya yang ditemukan dalam episode The Tonight Show Starring Jimmy Fallon bersama Taylor Swift. Metode kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik diterapkan untuk menganalisis data, dan untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik dokumentasi. Peneliti juga memanfaatkan teori bahasa perempuan Lakoff (2004), teori bahasa laki-laki Coates (2015), dan teori fungsi bahasa Jakobson (2013) untuk menjawab permasalahan penelitian. Hasil penelitian ini menyoroti tiga temuan utama. Pertama, terdapat 80 ujaran Jimmy Fallon yang termasuk dalam fitur bahasa laki-laki. Ini terdiri dari respons minimal (38,75%), pujian (28,75%), interupsi (17,50%), dan perintah dan direktif (15%). Kedua, terdapat 271 ekspresi Taylor Swift yang termasuk dalam fitur bahasa perempuan, yaitu lindung bahasa dan pengisi (59,41%), peningkat (16,24%), penekanan kuat (13,65%), kata sifat kosong (4,43%), tata bahasa hiperkoreksi (2,58%), intonasi naik pada pernyataan (1,48%), bentuk super-polite (1,11%), penghindaran kata umpatan yang kuat (0,37%). Ketiga, fitur bahasa laki-laki dan perempuan yang ditemukan dalam data berfungsi dalam beberapa cara, yaitu ekspresif (72,63%), phatik (10,06%), referensial (7,26%), metalinguistik (5,31%), dan direktif (4,75%).

Dapat disimpulkan bahwa tidak semua fitur bahasa laki-laki dan perempuan serta fungsi bahasanya yang ditemukan dalam penelitian ini digunakan.Tidak ada penggunaan umpatan, bahasa tabu, dan istilah warna yang tepat.Selain itu, tidak ada ujaran yang memiliki fungsi phatik.Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami bagaimana gender memengaruhi penggunaan bahasa, dan bagaimana fitur bahasa yang berbeda dapat berfungsi untuk menyampaikan makna dan membangun hubungan sosial.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana fitur bahasa laki-laki dan perempuan bervariasi di berbagai konteks budaya dan sosial. Hal ini dapat membantu kita memahami bagaimana norma gender memengaruhi penggunaan bahasa di berbagai masyarakat. Kedua, penelitian dapat menyelidiki bagaimana fitur bahasa laki-laki dan perempuan memengaruhi persepsi dan penilaian terhadap pembicara. Apakah orang cenderung menilai pembicara dengan fitur bahasa perempuan sebagai lebih ramah dan suportif, sementara pembicara dengan fitur bahasa laki-laki dianggap lebih tegas dan dominan? Ketiga, penelitian dapat meneliti bagaimana fitur bahasa laki-laki dan perempuan berubah seiring waktu, terutama di era media sosial dan komunikasi digital. Apakah ada tren menuju konvergensi atau divergensi fitur bahasa gender, dan faktor-faktor apa yang mendorong perubahan ini? Dengan menggali lebih dalam pertanyaan-pertanyaan ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang hubungan kompleks antara bahasa, gender, dan masyarakat.

Read online
File size376.23 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test