UNISDAUNISDA

LISTRA: JURNAL LINGUISTIK DAN SASTRA TERAPANLISTRA: JURNAL LINGUISTIK DAN SASTRA TERAPAN

Bahasa gaul telah menjadi bagian dari komunikasi sehari-hari, terutama di kalangan siswa sekolah dasar yang aktif menggunakan media sosial. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena menunjukkan bagaimana bahasa berkembang dan beradaptasi dalam lingkungan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk modifikasi kata, pola pembentukan istilah baru, serta struktur kalimat gaul yang digunakan siswa dalam interaksi di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik yang menyoroti hubungan antara bahasa dan faktor sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Sampel penelitian adalah siswa kelas 4-6 di SD Negeri 4 Pelang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, yang dipilih secara purposif berdasarkan keaktifan mereka di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi kata gaul dilakukan melalui pemendekan kata, perubahan ejaan, serta penambahan imbuhan khas. Istilah baru banyak dibentuk melalui singkatan, akronim, serta adopsi dari bahasa asing atau daerah. Media sosial memainkan peran besar dalam penyebaran istilah-istilah ini, terutama melalui tren dan konten kreator. Dari segi struktur kalimat, siswa cenderung menggunakan pola yang lebih santai dengan menghilangkan kata formal, mencampurkan berbagai bahasa, dan menyusun ulang tata bahasa untuk menciptakan kesan akrab atau humoris. Penelitian ini mengungkapkan bahwa bahasa gaul di media sosial bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga cerminan kreativitas dan identitas linguistik siswa sekolah dasar dalam era digital.

Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa SD Negeri 4 Pelang melakukan berbagai bentuk modifikasi kata dalam bahasa gaul mereka, seperti pemendekan kata, perubahan ejaan, dan penambahan imbuhan.Modifikasi ini dipengaruhi oleh kebutuhan efisiensi dalam komunikasi digital dan pengaruh teman sebaya.Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa siswa sering memodifikasi struktur kalimat dalam bahasa gaul, seperti penghilangan kata formal dan penyusunan ulang tata bahasa, yang mencerminkan bagaimana bahasa gaul digunakan sebagai sarana ekspresi diri dan identitas sosial.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak penggunaan bahasa gaul terhadap kemampuan berbahasa formal siswa sekolah dasar, dengan fokus pada pengukuran kemampuan menulis dan berbicara siswa. Kedua, penelitian dapat mengkaji bagaimana pengaruh guru dan orang tua dalam membimbing siswa agar dapat menggunakan bahasa gaul secara bijak dan tidak mengganggu proses pembelajaran. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosial dan budaya yang paling berpengaruh terhadap perkembangan bahasa gaul di kalangan siswa sekolah dasar, dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam dari berbagai daerah. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika bahasa gaul pada siswa sekolah dasar dan implikasinya terhadap perkembangan bahasa dan sosial mereka di era digital.

Read online
File size366.52 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test