UNISDAUNISDA
LISTRA: JURNAL LINGUISTIK DAN SASTRA TERAPANLISTRA: JURNAL LINGUISTIK DAN SASTRA TERAPANLegenda Gentong Emas di Gedong Hamlet, Rejotengah Village, Deket District, Lamongan Regency, adalah bagian dari sastra lisan yang masih dilestarikan oleh masyarakat setempat. Legenda ini menceritakan tentang sebuah gentong yang dipercaya memiliki air yang tidak pernah habis dan membawa berkah bagi kehidupan. Air dari gentong tersebut digunakan sebagai media pengobatan dan sarana untuk memperoleh keberuntungan dalam usaha. Kepercayaan ini mencerminkan hubungan erat antara mitos, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur naratif, nilai budaya, dan resepsi masyarakat terhadap Legenda Gentong Emas. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, perekaman, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur naratif legenda ini terdiri dari lima episode yang menggambarkan pertarungan antara kebaikan dan keburukan, dengan tokoh protagonis Ki Sapu Jagat dan tokoh antagonis Ki Joko Tuo. Selain itu, legenda ini mengandung tiga nilai budaya utama, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesama, dan hubungan manusia dengan alam. Kepercayaan terhadap air gentong sebagai sumber berkah mencerminkan nilai spiritual, sedangkan tradisi berbagi air menunjukkan nilai gotong royong dalam masyarakat. Mitos ini juga menjadi bagian dari identitas budaya lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Resepsi masyarakat terhadap legenda ini sangat positif. Mereka mempercayai keberkahan air gentong dan menjadikannya sebagai bagian dari tradisi yang harus dijaga dan dilestarikan. Legenda ini tidak hanya berfungsi sebagai cerita rakyat, tetapi juga sebagai pedoman moral dan sosial bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, pelestarian Legenda Gentong Emas menjadi penting agar nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Mitos Gentong Emas di Dusun Gedong, Desa Rejotengah, merupakan bagian dari tradisi lisan yang masih hidup dan dijaga oleh masyarakat setempat.Penelitian ini menunjukkan bahwa mitos tersebut memiliki struktur naratif yang kuat, terdiri dari lima episode utama yang menggambarkan pertarungan antara kebaikan dan keburukan.Tokoh protagonis, Ki Sapu Jagat, melambangkan kebajikan, sementara Ki Joko Tuo merepresentasikan sifat iri dan ambisi kekuasaan.Selain dari segi naratif, Mitos Gentong Emas juga mengandung nilai budaya yang mendalam.Terdapat tiga hubungan utama yang tergambar dalam mitos ini, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesama, dan hubungan manusia dengan alam.Kepercayaan terhadap air gentong sebagai sumber keberkahan dan pengobatan mencerminkan sistem kepercayaan masyarakat, memperkuat solidaritas sosial, serta mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan alam.Resepsi masyarakat terhadap mitos ini sangat positif.Mereka tidak hanya memahami mitos sebagai warisan cerita turun-temurun, tetapi juga sebagai pedoman moral dan nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari.Masyarakat memandang tradisi ini sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur serta sarana pelestarian budaya lokal.Oleh karena itu, pelestarian Mitos Gentong Emas sangat diperlukan agar warisan budaya lokal tetap terjaga di tengah pesatnya arus modernisasi.
Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, mengkaji lebih lanjut tentang bagaimana mitos Gentong Emas mempengaruhi perilaku dan praktik sosial masyarakat setempat. Kedua, meneliti bagaimana mitos ini dapat menjadi sarana pendidikan moral dan sosial bagi generasi muda, serta bagaimana cara terbaik untuk mengintegrasikan mitos dalam kurikulum pendidikan. Ketiga, melakukan studi komparatif antara Legenda Gentong Emas dengan legenda serupa di daerah lain untuk memahami perbedaan dan kesamaan dalam struktur naratif, nilai budaya, dan resepsi masyarakat. Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, kita dapat lebih memahami peran dan pengaruh legenda dalam membentuk identitas dan nilai-nilai sosial masyarakat, serta menemukan cara-cara baru untuk melestarikan warisan budaya lokal.
- Ecological Value In Myths (Review of Community Ecological Wisdom in Traditional Myths) - EUDL. ecological... doi.org/10.4108/eai.27-12-2023.2350316Ecological Value In Myths Review of Community Ecological Wisdom in Traditional Myths EUDL ecological doi 10 4108 eai 27 12 2023 2350316
- PROSES KREATIF MENULIS USAHA INTERPRETASI NILAI PENDIDIKAN DALAM KARYA SASTRA | PENTAS : Jurnal Ilmiah... e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/pentas/article/view/3286PROSES KREATIF MENULIS USAHA INTERPRETASI NILAI PENDIDIKAN DALAM KARYA SASTRA PENTAS Jurnal Ilmiah e jurnal unisda ac index php pentas article view 3286
| File size | 430.23 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
UIADUIAD Penelitian bertujuan menghasilkan media digital scrapbook berbasis kearifan lokal yang dapat diandalkan, berguna, dan efisien untuk pengajaran menulisPenelitian bertujuan menghasilkan media digital scrapbook berbasis kearifan lokal yang dapat diandalkan, berguna, dan efisien untuk pengajaran menulis
UNISDAUNISDA Temuan ini membuktikan bahwa metode konstruktivisme dengan teknik tulis berantai efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas V SD.Temuan ini membuktikan bahwa metode konstruktivisme dengan teknik tulis berantai efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas V SD.
UIN ANTASARIUIN ANTASARI Demikian pula, orang yang menganggap bahwa membagi warisan sesuai hukum Islam adalah kewajiban agama cenderung tidak memiliki sikap dan niat untuk membagiDemikian pula, orang yang menganggap bahwa membagi warisan sesuai hukum Islam adalah kewajiban agama cenderung tidak memiliki sikap dan niat untuk membagi
UNDIKSHAUNDIKSHA Penelitian kualitatif dengan studi kasus ini mendeskripsikan peran Subak Wingin dalam menumbuhkan toleransi dan integrasi sosial. Hasilnya, nilai toleransiPenelitian kualitatif dengan studi kasus ini mendeskripsikan peran Subak Wingin dalam menumbuhkan toleransi dan integrasi sosial. Hasilnya, nilai toleransi
STAITHAWALIBSTAITHAWALIB Strategi disesuaikan dengan karakter masing-masing anak, dengan penekanan pada interaksi sosial yang sehat dan penguatan emosi positif. Guru menjadi roleStrategi disesuaikan dengan karakter masing-masing anak, dengan penekanan pada interaksi sosial yang sehat dan penguatan emosi positif. Guru menjadi role
BALELITERASIBALELITERASI Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi beriuk tinjal di SMA Negeri 1 Selong dan dampaknya dalam memperkuatPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi beriuk tinjal di SMA Negeri 1 Selong dan dampaknya dalam memperkuat
UNDIKSHAUNDIKSHA 4) strategi penguatan moderasi beragama berbasis tradisi male dapat diterapkan di sekolah dan juga masyarakat umum. 5) terdapat nilai- nilai luhur yang4) strategi penguatan moderasi beragama berbasis tradisi male dapat diterapkan di sekolah dan juga masyarakat umum. 5) terdapat nilai- nilai luhur yang
UNJAUNJA Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu struktur yang terdiri dari tema, alur, latar, tokoh dan penokohan serta amanat sedangkan fungsiHasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu struktur yang terdiri dari tema, alur, latar, tokoh dan penokohan serta amanat sedangkan fungsi
Useful /
UIADUIAD Penelitian ini bertujuan menentukan efektivitas penggunaan media literasi fonik digital dalam meningkatkan kemampuan konsep dasar membaca siswa kelas duaPenelitian ini bertujuan menentukan efektivitas penggunaan media literasi fonik digital dalam meningkatkan kemampuan konsep dasar membaca siswa kelas dua
UIADUIAD Selain itu, umpan balik dari guru dan siswa mengkategorikan alat penilaian sebagai sangat praktis, dengan kemudahan penggunaan, sistem penilaian otomatisSelain itu, umpan balik dari guru dan siswa mengkategorikan alat penilaian sebagai sangat praktis, dengan kemudahan penggunaan, sistem penilaian otomatis
UIADUIAD Kegiatan ini penting dan sangat relevan untuk terus dilestarikan, mengingat memiliki banyak dampak positif pada siswa. Kegiatan ini mampu menanamkan nilai-nilaiKegiatan ini penting dan sangat relevan untuk terus dilestarikan, mengingat memiliki banyak dampak positif pada siswa. Kegiatan ini mampu menanamkan nilai-nilai
UNJAUNJA Plaho yang dibahas masih dilakukan di Desa Koto Aro, Kerinci, dan terdiri dari 10 macam plaho dengan minimal lima alat dan bahan per plaho. Fungsi plahoPlaho yang dibahas masih dilakukan di Desa Koto Aro, Kerinci, dan terdiri dari 10 macam plaho dengan minimal lima alat dan bahan per plaho. Fungsi plaho