UNISDAUNISDA

LISTRA: JURNAL LINGUISTIK DAN SASTRA TERAPANLISTRA: JURNAL LINGUISTIK DAN SASTRA TERAPAN

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Sumber data yang digunakan yakni novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik baca catat. Analis data yang dilakukan didasarkan pada teknik dalam melakukan kajian feminisme, yaitu (1) mengidentifikasi satu atau beberapa tokoh wanita di dalam sebuah karya, yang dilakukan dengan cara mencari kedudukan tokoh-tokoh tersebut di dalam masyarakat dan mengidentifikasi perilaku serta watak tokoh perempuan dari gambaran yang langsung diberikan penulis, (2) meneliti tokoh lain, terutama tokoh laki-laki yang berkaitan dengan tokoh perempuan di dalam karya sastra tersebut, (3) mengamati sikap penulis di dalam karya sastra tersebut. Berdasarkan hasil analisis diperoleh pandangan perempuan tentang gender yang terdapat dalam novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia, mencakup pandangan terhadap lembaga perkawinan, pandangan mengenai sosok anak hasil pernikahan, pandangan terhadap tubuh perempuan, pandangan terhadap dirinya sendiri, dan pandangan terhadap perselingkuhan.

Pandangan perempuan dalam novel Surga yang Tak Dirindukan terhadap lembaga pernikahan adalah bahwa pernikahan merupakan institusi sakral.Kehadiran anak hasil pernikahan dipandang sebagai anugerah, amanah, dan titipan Tuhan yang harus dijaga dan dibesarkan dengan baik.Perempuan dalam novel ini menolak perselingkuhan dan merasa dunianya runtuh akibat pengkhianan pasangan, sementara pandangan terhadap diri sendiri masih banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai patriarki meskipun ada upaya melepaskan diri darinya.

Pertama, perlu diteliti bagaimana representasi tokoh perempuan dalam karya-karya sastra Indonesia pasca tahun 2010 yang mengangkat isu poligami, untuk melihat apakah ada pergeseran dalam pencitraan perempuan dari korban pasif menjadi agen aktif dalam menghadapi ketidakadilan gender. Kedua, penting untuk mengkaji dampak pembacaan novel semacam ini terhadap persepsi mahasiswa atau masyarakat awam mengenai peran perempuan dalam rumah tangga, khususnya dalam konteks agama dan budaya, agar diketahui sejauh mana sastra dapat membentuk kesadaran kritis terhadap norma patriarki. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian komparatif antara tokoh perempuan dalam novel karya penulis perempuan dan penulis laki-laki dengan tema serupa, untuk memahami bagaimana gender pengarang memengaruhi cara penggambaran perempuan, apakah lebih empatik atau justru memperkuat stereotip, sehingga dapat diidentifikasi pola dominan dalam representasi gender dalam sastra Indonesia kontemporer.

Read online
File size364.63 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test