UNISDAUNISDA
LISTRA: JURNAL LINGUISTIK DAN SASTRA TERAPANLISTRA: JURNAL LINGUISTIK DAN SASTRA TERAPANPenelitian ini bermotivasi dari rendahnya hasil belajar siswa dalam keterampilan menulis teks eksposisi. Tujuannya adalah mendeskripsikan aktivitas siswa, aktivitas guru, dan hasil belajar siswa setelah penerapan model Problem Based Learning (PBL). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan fokus pada tiga aspek utama. Hasil menunjukkan aktivitas siswa sangat tinggi (skor rata‑rata 84), aktivitas guru sangat baik (skor rata‑rata 95), dan hasil belajar siswa efektif dengan nilai rata‑rata 88, melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). PBL terbukti meningkatkan keterlibatan siswa, efektivitas pengajaran guru, serta hasil belajar secara signifikan.
Hasil observasi aktivitas siswa selama pembelajaran menulis teks eksposisi dengan model Problem Based Learning (PBL) menunjukkan keterlibatan yang baik secara keseluruhan.Dengan skor rata‑rata 84 atau kategori sangat tinggi, mayoritas siswa telah aktif memperhatikan penjelasan guru, bertanya, membantu teman, dan berpartisipasi dalam diskusi.Indikator seperti kesungguhan dalam pengamatan dan keaktifan siswa juga menunjukkan hasil positif, meskipun terdapat beberapa aspek yang perlu perhatian lebih, seperti merespon motivasi guru, mengerjakan dan mengumpulkan tugas, serta menyimak presentasi.Secara umum, model PBL telah berhasil meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran dengan melatih kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan penyelesaian masalah, menjadikannya pendekatan yang efektif untuk pembelajaran menulis teks eksposisi di sekolah dasar.
Berdasarkan temuan penelitian ini, pertama-tama dapat diteliti pengaruh integrasi teknologi digital, seperti aplikasi kolaboratif atau platform pembelajaran daring, terhadap tingkat partisipasi dan kualitas tulisan siswa dalam PBL. Kedua, peneliti dapat melakukan studi longitudinal untuk menilai perubahan keterampilan menulis siswa setelah periode satu tahun penerapan PBL, guna menilai dampak jangka panjang dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan peningkatan kompetensi. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran guru sebagai fasilitator dengan menerapkan pelatihan pedagogi berbasis PBL yang menekankan strategi pembimbingan, sehingga dapat diukur efektivitas pelatihan tersebut terhadap kualitas pengajaran dan hasil belajar siswa di lingkungan sekolah dasar.
| File size | 433.68 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISDAUNISDA Pada pertemuan I, rata-rata aktivitas belajar peserta didik adalah 55%, kemudian meningkat pada pertemuan II menjadi 100%. Keterlaksanaan pembelajaranPada pertemuan I, rata-rata aktivitas belajar peserta didik adalah 55%, kemudian meningkat pada pertemuan II menjadi 100%. Keterlaksanaan pembelajaran
UNISDAUNISDA Siswa menunjukkan perhatian yang tinggi, antusiasme dalam bertanya, serta kemampuan menyelesaikan tugas tepat waktu. Namun, terdapat kelemahan pada kemampuanSiswa menunjukkan perhatian yang tinggi, antusiasme dalam bertanya, serta kemampuan menyelesaikan tugas tepat waktu. Namun, terdapat kelemahan pada kemampuan
BDKJAKARTABDKJAKARTA Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penerapan sistematis langkah-langkah PBL-STEM yang tidak hanya meningkatkan capaian kognitif, tetapi juga membentukKebaruan dari penelitian ini terletak pada penerapan sistematis langkah-langkah PBL-STEM yang tidak hanya meningkatkan capaian kognitif, tetapi juga membentuk
UINSUNAUINSUNA Rendahnya kualitas peserta didik tentunya akan mempengaruhi Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah yang sangat membahayakan daya saing kita di dunia international.Rendahnya kualitas peserta didik tentunya akan mempengaruhi Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah yang sangat membahayakan daya saing kita di dunia international.
UNIVEDUNIVED Dengan demikian, film Kembang Api menjadi cermin sosial yang mengajak penonton memahami dan mendukung individu yang berjuang dengan masalah emosional danDengan demikian, film Kembang Api menjadi cermin sosial yang mengajak penonton memahami dan mendukung individu yang berjuang dengan masalah emosional dan
UNIVEDUNIVED Saat ini Instagram banyak digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Instagram membuat masyarakat mudah mengakses dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan,Saat ini Instagram banyak digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Instagram membuat masyarakat mudah mengakses dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan,
UNIVEDUNIVED Keluaran (Output): dalam pembuatan SKT pihak Kantor Kecamatan tidak ada target jumlah SKT yang harus dikeluarkan, karena tergantung usulan dari masyarakatKeluaran (Output): dalam pembuatan SKT pihak Kantor Kecamatan tidak ada target jumlah SKT yang harus dikeluarkan, karena tergantung usulan dari masyarakat
UNIVEDUNIVED Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah mendorong hadirnya media sosial yang memberi pengaruh pada perubahan pola hidup dan pola komunikasi masyarakat.Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah mendorong hadirnya media sosial yang memberi pengaruh pada perubahan pola hidup dan pola komunikasi masyarakat.
Useful /
UNISDAUNISDA Pandangan perempuan dalam novel Surga yang Tak Dirindukan terhadap lembaga pernikahan adalah bahwa pernikahan merupakan institusi sakral. Kehadiran anakPandangan perempuan dalam novel Surga yang Tak Dirindukan terhadap lembaga pernikahan adalah bahwa pernikahan merupakan institusi sakral. Kehadiran anak
NUSAMANDIRINUSAMANDIRI Materi yang disampaikan mencakup urgensi perlindungan data pribadi, regulasi nasional seperti Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022, serta teknik keamananMateri yang disampaikan mencakup urgensi perlindungan data pribadi, regulasi nasional seperti Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022, serta teknik keamanan
NUSAMANDIRINUSAMANDIRI Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa digitalisasi memiliki potensi besar dalam memberdayakan UMKM perempuan di pedesaan. Peningkatan pengetahuan danHasil penelitian ini menunjukkan bahwa digitalisasi memiliki potensi besar dalam memberdayakan UMKM perempuan di pedesaan. Peningkatan pengetahuan dan
BDKJAKARTABDKJAKARTA Akan tetapi, rata-rata capaian indikator tiap jenis pemahaman keberagaman mencapai lebih dari 70%. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pendidikan multikulturalAkan tetapi, rata-rata capaian indikator tiap jenis pemahaman keberagaman mencapai lebih dari 70%. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pendidikan multikultural