BDKJAKARTABDKJAKARTA

Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan JakartaWawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Pemahaman siswa terhadap materi laju reaksi di madrasah aliyah masih tergolong rendah karena pembelajaran cenderung berfokus pada hafalan rumus tanpa memberikan ruang untuk berpikir kritis dan aplikatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif penerapan model pembelajaran Problem Based Learning yang terintegrasi dengan pendekatan STEM pada pembelajaran mendalam (deep learning) siswa pada topik laju reaksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group. Sampel penelitian mencakup siswa kelas XI di MAN 1 Kota Malang, dengan XI-F sebagai kelas kontrol dan XI-G sebagai kelas eksperimen, masing-masing berjumlah 34 siswa. Data dikumpulkan melalui pemberian pretest dan posttest dalam bentuk soal pilihan ganda lima opsi, serta melalui teknik observasi dan penulisan jurnal refleksi. Penelitian ini menemukan perbedaan nyata dalam capaian pembelajaran antara kelas eksperimen dan kontrol. Nilai rerata posttest kelas eksperimen adalah 77,33 dengan peningkatan N-Gain 0,58 (kategori sedang), sementara kelas kontrol menunjukkan rata-rata 56,67 dan N-Gain 0,28 (kategori rendah). Data observasi dan refleksi memberi gambaran bahwasanya siswa pada kelompok eksperimen lebih aktif, kolaboratif, dan mampu mentransfer konsep ke situasi nyata. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penerapan sistematis langkah-langkah PBL-STEM yang tidak hanya meningkatkan capaian kognitif, tetapi juga membentuk proses deep learning melalui pengalaman belajar kontekstual, proyek kolaboratif, dan refleksi mendalam. Model ini efektif diterapkan dalam pembelajaran kimia berbasis Kurikulum Merdeka.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning yang terintegrasi dengan pendekatan STEM efektif dalam meningkatkan capaian belajar peserta didik pada materi laju reaksi di MAN 1 Kota Malang dibandingkan pembelajaran konvensional.Efektivitas tersebut tercermin pada perbedaan signifikan antara posttest kelompok eksperimen (rerata 77,33.N-Gain 0,58 kategori sedang) dan kelompok kontrol (rerata 56,67.Penelitian ini juga menemukan bahwa model PBL-STEM mampu mendorong terjadinya deep learning, yang ditunjukkan melalui peningkatan pemahaman konseptual, daya nalar kritis, dan literasi sains siswa berdasarkan observasi aktivitas dan jurnal refleksi.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, mengeksplorasi dampak jangka panjang dari penerapan model PBL-STEM dengan melakukan penelitian dalam jangka waktu yang lebih panjang. Kedua, mengembangkan instrumen pengukuran deep learning yang lebih kuat, seperti portofolio digital atau analisis performa praktikum berbasis rubrik. Ketiga, memperluas cakupan penelitian ke topik kimia lainnya untuk menguji efektivitas model PBL-STEM dalam konteks yang lebih beragam. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih komprehensif dalam memahami efektivitas model PBL-STEM dalam pembelajaran kimia dan mendorong transformasi proses belajar mengajar yang lebih progresif dan kontekstual.

  1. Analysis of students difficulties based on respondents ability test on the topic of factors affecting... doi.org/10.1088/1742-6596/1157/4/042032Analysis of students difficulties based on respondents ability test on the topic of factors affecting doi 10 1088 1742 6596 1157 4 042032
  2. Efektivitas PjBL-STEM Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar... jayapanguspress.penerbit.org/index.php/cetta/article/view/3264Efektivitas PjBL STEM Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar jayapanguspress penerbit index php cetta article view 3264
Read online
File size343.03 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-3A4
DMCAReport

Related /

ads-block-test