UNBITAGOUNBITAGO

Pasca: Jurnal Ilmu Administrasi, Manajemen SDM, Ilmu Sosial (P-JIAMS)Pasca: Jurnal Ilmu Administrasi, Manajemen SDM, Ilmu Sosial (P-JIAMS)

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi . Pemuda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan, namun tren demografi menunjukkan penurunan proporsi dari 24,2% pada 2015 menjadi 22,99% pada 2024. Kondisi ini menegaskan urgensi pengembangan kapasitas pemuda agar bonus demografi dapat dimanfaatkan secara optimal. Teluk Tomini, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah di sektor perikanan, kelautan, dan pariwisata, memerlukan keterlibatan aktif pemuda untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian menggunakan studi literatur dengan analisis deskriptif-kualitatif, menelaah teori dan praktik relevan terkait heutagogi, pembangunan berkelanjutan, dan pemberdayaan pemuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa heutagogi mendorong pembelajaran mandiri, literasi teknologi, serta kolaborasi inovatif yang memungkinkan pemuda menjadi motor penggerak pembangunan kawasan. Dengan demikian, heutagogi memiliki potensi transformatif dalam mengintegrasikan peran pemuda dengan pengelolaan sumber daya berbasis partisipasi masyarakat.

Implementasi pendekatan heutagogi dalam penguatan peran pemuda di Kawasan Teluk Tomini menunjukkan potensi transformatif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas pemuda dan penguatan komunitas lokal.Namun, efektivitasnya terhambat oleh ketimpangan akses teknologi, heterogenitas latar belakang pendidikan, serta lemahnya dukungan struktural dari kebijakan dan infrastruktur.Keberhasilan penerapan heutagogi tidak hanya bergantung pada metode pembelajaran, tetapi juga pada upaya mereformasi sistem pendukung secara struktural dan berkeadilan sosial.

Pertama, perlu penelitian tentang bagaimana merancang model heutagogi yang menyertakan pendampingan bertahap bagi pemuda dengan latar belakang pendidikan terbatas, agar prinsip pembelajaran mandiri tetap inklusif dan tidak memperlebar kesenjangan kapasitas. Kedua, penting untuk mengkaji penerapan platform digital sederhana berbasis offline atau low-bandwidth yang dapat mendukung literasi teknologi dan kolaborasi pembelajaran di wilayah pesisir dengan akses internet terbatas, sehingga pendekatan heutagogi tetap dapat berjalan efektif meski dalam keterbatasan infrastruktur. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang integrasi kearifan lokal dalam kurikulum heutagogi, dengan fokus pada bagaimana pengetahuan tradisional masyarakat pesisir bisa menjadi dasar pengembangan inovasi berkelanjutan, sehingga pembangunan kawasan tidak hanya modern namun juga berakar pada identitas budaya lokal. Ketiga ide ini perlu digabungkan dalam satu pendekatan holistik yang memastikan pemberdayaan pemuda melalui heutagogi benar-benar kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Read online
File size483.21 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test