UNTARUNTAR

RupakaRupaka

Hingga saat ini tokoh wanita masih belum menduduki tempat yang seharusnya dalam kedudukan dalam sejarah Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan data bahwa hanya 7,8% dari Pahlawan Nasional adalah wanita. Secara faktual, peranan wanita dalam sejarah Indonesia belum terekspos selayaknya. Banyak alasan yang melatarbelakangi keadaan tersebut. UNESCO sebagai salah satu organisasi internasional, saat ini memiliki proyek “Gender Equality dalam salah satu program “Global Priorities yang mendorong semua negara untuk mengajukan arsip atau naskah yang bertema gender untuk dipreservasi di World Heritage. Memory of the World UNESCO Indonesia bekerjasama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk mepublikasi acara pameran “Refleksi Gender Dalam Arsip. Salah satu manfaat dari kegiatan ini adalah mempublikasi sekaligus mengedukasi masyarakat dengan menampilkan tokoh-tokoh perempuan Indonesia yang telah berjasa dalam perjuangan Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan ANRI dan khalayak sasaran, serta mendalami materi melalui berbagai buku, karya tulis, dan internet. Perancangan visual dilakukan berdasarkan data dan teori yang telah diperoleh, serta menyesuaikan media promosi dengan selera khalayak sasaran.

Memory of the World dan UNESCO memiliki kesadaran pentingnya kesetaraan gender bagi masyarakat global.Upaya yang dilakukannya adalah berkolaborasi dengan berbagai negara di dunia untuk menkonservasi peninggalan yang membuktikan bahwa dalam sejarah, ide kesetaraan gender ini sudah diperjuangkan sejak lama.Media promosi ini dirancang untuk membantu Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Memory of the World Indonesia dalam memenuhi persyaratan publikasi acara pameran sebagai salah satu tahap dalam pengajuan khazanah arsip kepada Memory of the World, UNESCO.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai strategi media promosi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai tokoh-tokoh perempuan dalam sejarah Indonesia, dengan fokus pada pengukuran perubahan persepsi dan pengetahuan audiens. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam bagaimana representasi visual tokoh perempuan dalam media promosi memengaruhi identitas dan pemberdayaan perempuan, serta bagaimana hal ini dapat dioptimalkan untuk mendorong kesetaraan gender. Ketiga, penelitian dapat mengkaji bagaimana kolaborasi antara lembaga arsip, organisasi internasional, dan desainer komunikasi visual dapat ditingkatkan untuk menghasilkan kampanye promosi arsip yang lebih efektif dan berdampak, dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan partisipasi masyarakat.

Read online
File size467.09 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test