UM SURABAYAUM SURABAYA
Justitia Jurnal HukumJustitia Jurnal HukumSebagai generasi penerus bangsa, anak sudah selayaknya negara memberikan jaminan terhadap perlindungan anak. Hal tersebut di wujudkan salah satunya dengan menciptakan Kota/Kabupaten Layak Anak yang akan menjadi salah satu unsur keberhasilan perlindungan hukum di Indonesia. Berdasarkan Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Kebijakan Kota/Kabupaten Layak Anak, bahwa Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) adalah kabupaten/kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak. Dalam mengembangkan KLA tersebut pada intinya mendasarkan pada pemenuhan hak anak, meliputi hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang, kegiatan budaya dan perlindungan khusus. Dalam rangka memenuhi KLA tersebut diperlukan partisipasi Desa untuk mewujudkannya sehingga diperlukan pembentuka Desa Layak Anak. Dengan menciptakan Desa Layak Anak maka akan berpengaruh besar terhadap terwujudnya Kota/Kabupaten Layak Anak sehingga akan tercapai perlindungan terhadap hak-hak anak yang diinginkan.
Perlindungan anak merupakan suatu kondisi dimana anak dapat melaksanakan hak dan kewajibannya, sehingga proses tumbuh kembang anak dapat dilalui secara wajar.Desa Layak Anak merupakan pembangunan desa/kelurahan yang menyatukan komitmen dan sumberdaya pemerintah desa/kelurahan, masyarakat dan dunia usaha dalam rangka memenuhi hak anak.Mewujudkan Desa Layak Anak akan berpengaruh besar terhadap terwujudnya Kota/Kabupaten Layak Anak sehingga akan tercapai perlindungan terhadap hak-hak anak yang diinginkan.
Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, penelitian mengenai efektivitas implementasi program Desa Layak Anak di berbagai daerah dengan mempertimbangkan karakteristik sosial, budaya, dan ekonomi setempat. Hal ini penting untuk mengetahui apakah program tersebut benar-benar dapat menjangkau dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh anak di Indonesia. Kedua, studi komparatif mengenai model perlindungan anak di berbagai negara yang berhasil menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak. Hasil studi ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah Indonesia dalam menyempurnakan kebijakan dan program perlindungan anak. Ketiga, penelitian mengenai peran serta masyarakat sipil dan sektor swasta dalam mendukung program perlindungan anak di tingkat desa dan kabupaten/kota. Keterlibatan aktif dari berbagai pihak sangat penting untuk menciptakan sinergi dan memastikan keberlanjutan program perlindungan anak. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas perlindungan anak di Indonesia dan mewujudkan cita-cita negara yang berkeadilan dan sejahtera bagi seluruh warganya.
| File size | 583.51 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UAIUAI Bahasa Mesir menyerap bukan hanya dari negara yang menjajahnya saja, melainkan negara-negara tetangga juga mempengaruhi bahasa sehari-hari di Mesir, diantaraBahasa Mesir menyerap bukan hanya dari negara yang menjajahnya saja, melainkan negara-negara tetangga juga mempengaruhi bahasa sehari-hari di Mesir, diantara
UAIUAI Hasil penelitian menunjukkan: (1) manfaat penggunaan blog meliputi empat kategori, yaitu manfaat yang terkait dengan pengetahuan bahasa, isi blog, komentar,Hasil penelitian menunjukkan: (1) manfaat penggunaan blog meliputi empat kategori, yaitu manfaat yang terkait dengan pengetahuan bahasa, isi blog, komentar,
UAIUAI Pendidikan keorangtuaan menjadi penting agar orangtua dapat memaksimalkan potensi anak. Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan, sebagian besar orangtuaPendidikan keorangtuaan menjadi penting agar orangtua dapat memaksimalkan potensi anak. Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan, sebagian besar orangtua
STKIP JBSTKIP JB Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan jenis penelitian adalah studi kasus. Instrumen utama adalah peneliti sendiri, dan instrumenPenelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan jenis penelitian adalah studi kasus. Instrumen utama adalah peneliti sendiri, dan instrumen
STKIP JBSTKIP JB Metode pengumpulan data menggunakan metode tes dan metode wawancara. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar tes, pedoman wawancara dan catatan lapangan.Metode pengumpulan data menggunakan metode tes dan metode wawancara. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar tes, pedoman wawancara dan catatan lapangan.
STKIP JBSTKIP JB Hal ini dapat mempengaruhi dalam memecahkan masalah. Namun, enumeration strategy ini sering tidak diperhatikan. Sehingga, tujuan penelitian adalah mengidentifikasiHal ini dapat mempengaruhi dalam memecahkan masalah. Namun, enumeration strategy ini sering tidak diperhatikan. Sehingga, tujuan penelitian adalah mengidentifikasi
STKIP JBSTKIP JB Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bahan ajar Pesantren edulirature untuk diterapkan di Madrasah Aliyah. Untuk mencapai hal ini, penelitiPenelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bahan ajar Pesantren edulirature untuk diterapkan di Madrasah Aliyah. Untuk mencapai hal ini, peneliti
STKIP JBSTKIP JB Nilai-nilai tersebut diterapkan dengan baik oleh guru di MIS Miftahul Huda Wonomerto dalam setiap kegiatan yang dilakukan di sekolah. Upaya penguatan pendidikanNilai-nilai tersebut diterapkan dengan baik oleh guru di MIS Miftahul Huda Wonomerto dalam setiap kegiatan yang dilakukan di sekolah. Upaya penguatan pendidikan
Useful /
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Penelitian kualitatif mengungkap dualitas yang dihadapi perempuan dalam menyeimbangkan harapan budaya dengan aspirasi pribadi, menyoroti peran pendidikan,Penelitian kualitatif mengungkap dualitas yang dihadapi perempuan dalam menyeimbangkan harapan budaya dengan aspirasi pribadi, menyoroti peran pendidikan,
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Perkawinan beda agama tidak sesuai dengan prinsip maqasid ash-shariah karena lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. Prohibisi perkawinan beda agamaPerkawinan beda agama tidak sesuai dengan prinsip maqasid ash-shariah karena lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. Prohibisi perkawinan beda agama
UTPUTP Konselor sebagai pelaksana konseling harus benar-benar mempunyai kesadaran (awareness) akan keberagaman budaya yang ada. Maka selayaknya konselor harusKonselor sebagai pelaksana konseling harus benar-benar mempunyai kesadaran (awareness) akan keberagaman budaya yang ada. Maka selayaknya konselor harus
UM SURABAYAUM SURABAYA Kebijakan formulatif yang merupakan landasan operasionalisasi hukum pidana penanggulangan tindak pidana destructive fishing tersebut belum mengatur pertanggungjawabanKebijakan formulatif yang merupakan landasan operasionalisasi hukum pidana penanggulangan tindak pidana destructive fishing tersebut belum mengatur pertanggungjawaban