JQWHJQWH
Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's HealthMenurut WHO (World Health Organization) Stunting merupakan salah satu bentuk gizi kurang yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan menurut indikator umur (TB/U) sesuai usianya yang diukur berdasarkan Standar deviasi dengan referensi. Stunting menyebabkan perkembangan otak suboptimal sehingga mengakibatkan terhambatnya perkembangan motorik dan kognitif, bahkan dapat meningkatkan resiko terhadap kesakitan dan kematian. Namun faktanya kasus stunting (pertumbuhan pendek) masih tinggi dan merupakan masalah utama di berbagai daerah. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh asupan prelakteal dan riwayat penyakit infeksi terhadap kejadian stunting pada anak usia 1-3 tahun. Dalam penelitian ini menggunakan desain Case control study dengan pendekatan retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah Sebagian ibu yang memiliki anak usia 1-3 Tahun Di Puskesmas Tangeban Kabupaten Banggai bulan Juli-Agustus 2021 yaitu sebanyak 30 responden, metode pengambilan sampel dengan menggunakan tehnik simple random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis bivariat untuk melihat pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen menggunakan uji statistik chi square dengan tingkat signifikan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 30 responden sebagian besar responden tidak memberikan asupan prelakteal yaitu sebanyak 19 responden (63,3%), tidak mempunyai riwayat penyakit infeksi yaitu sebanyak 22 responden (80,0%) dan Sebagian besar responden tidak terjadi stunting yaitu sebanyak 18 responden (60,0%). Hasil analisa data dengan menggunakan uji statistik Chi Square didapatkan nilai P value < α 0,05 (0.000 < 0,05) yang artinya ada pengaruh asupan prelakteal dan riwayat penyakit infeksi terhadap kejadian stunting pada anak usia 1-3 tahun. Pemberian asupan prelakteal sebelum ASI keluar dan adanya riwayat penyakit infeksi akan mempengaruhi terjadinya pertumbuhan anak yang tidak optimal (stunting), sehingga diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan informasi tentang bahaya pemberian makanan prelakteal bagi perkembangan dan pertumbuhan anak serta pentingnya pemberian ASI eksklusif sejak bayi baru lahir agar daya tahan tubuh kuat dapat mencegah terjadinya stunting.
Sebagian besar responden di Puskesmas Tangeban Kabupaten Banggai tidak memberikan asupan prelakteal yaitu sebanyak 19 responden (63,3%).Hampir seluruh responden di Puskesmas Tangeban Kabupaten Banggai tidak mempunyai riwayat penyakit infeksi yaitu sebanyak 22 responden (80,0%).Sebagian besar responden di Puskesmas Tangeban Kabupaten Banggai tidak terjadi stunting yaitu sebanyak 18 responden (60,0%).Ada pengaruh asupan prelakteal dengan kejadian Stunting pada Anak Usia 1-3 Tahun Di Puskesmas Tangeban Kabupaten Banggai dengan nilai P value < α 0,05 (0.Ada pengaruh riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada Anak Usia 1-3 Tahun Di Puskesmas Tangeban Kabupaten Banggai dengan nilai P value < α 0,05 (0.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam alasan ibu memberikan asupan prelakteal sebelum ASI keluar, serta faktor-faktor sosial budaya yang memengaruhi praktik pemberian makan pada bayi. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dampak jangka panjang pemberian asupan prelakteal dan riwayat penyakit infeksi terhadap tumbuh kembang anak di kemudian hari. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas program edukasi gizi bagi ibu hamil dan menyusui dalam meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya ASI eksklusif dan bahaya pemberian asupan prelakteal. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kejadian stunting pada anak usia 1-3 tahun, serta mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mencegah stunting di tingkat masyarakat.
- Kejadian Stunting di Tinjau dari Pola Makan dan Tinggi Badan Orang Tua Anak Usia 12-36 Bulan di Puskesmas... jqwh.org/index.php/JQWH/article/view/74Kejadian Stunting di Tinjau dari Pola Makan dan Tinggi Badan Orang Tua Anak Usia 12 36 Bulan di Puskesmas jqwh index php JQWH article view 74
- Pengaruh Riwayat Asupan Prelakteal dan Riwayat Penyakit Infeksi terhadap kejadian Stunting pada Anak... doi.org/10.30994/jqwh.v5i1.120Pengaruh Riwayat Asupan Prelakteal dan Riwayat Penyakit Infeksi terhadap kejadian Stunting pada Anak doi 10 30994 jqwh v5i1 120
| File size | 219.95 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTESAPOLTESA Berdasarkan diskusi yang dilakukan dengan mitra, didapatkan kesimpulan bahwa para Kader Posyandu di Desa Tanjung Mekar perlu mendapatkan edukasi terkaitBerdasarkan diskusi yang dilakukan dengan mitra, didapatkan kesimpulan bahwa para Kader Posyandu di Desa Tanjung Mekar perlu mendapatkan edukasi terkait
ABDINUSABDINUS Hasil analisis menunjukkan berbagai masalah seperti rendahnya cakupan anak yang mendapatkan imunisasi dasar (45%), kurangnya konsumsi gizi seimbang (23%Hasil analisis menunjukkan berbagai masalah seperti rendahnya cakupan anak yang mendapatkan imunisasi dasar (45%), kurangnya konsumsi gizi seimbang (23%
UPBUPB Universitas Panca Bhakti Pontianak melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertema “Pemberdayaan Masyarakat Lokal Berbasis Potensi Lokal yang selaras denganUniversitas Panca Bhakti Pontianak melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertema “Pemberdayaan Masyarakat Lokal Berbasis Potensi Lokal yang selaras dengan
UNJAUNJA Data dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung tindak tutur direktif, sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa dari kelasData dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung tindak tutur direktif, sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa dari kelas
UNJAUNJA Penerapan model example-nonexample dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis teks persuasif pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 5 Kota Jambi.Penerapan model example-nonexample dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis teks persuasif pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 5 Kota Jambi.
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Dengan pengumpulan data melalui survei dan wawancara, evaluasi dilakukan untuk menilai sejauh mana program telah mencapai tujuannya. Hasil evaluasi menunjukkanDengan pengumpulan data melalui survei dan wawancara, evaluasi dilakukan untuk menilai sejauh mana program telah mencapai tujuannya. Hasil evaluasi menunjukkan
JQWHJQWH Pengolahan data secara deskriptif, didapatkan data: mayoritas responden dalam kategori usia dewasa (52,9%), dan menempuh pendidikan Diploma (74,2%). PengetahuanPengolahan data secara deskriptif, didapatkan data: mayoritas responden dalam kategori usia dewasa (52,9%), dan menempuh pendidikan Diploma (74,2%). Pengetahuan
JQWHJQWH Uji statistik regresi linier menghasilkan R hitung 0,141 atau 14,1%, yang menunjukkan hubungan lemah antara frekuensi kunjungan yang mendapatkan konselingUji statistik regresi linier menghasilkan R hitung 0,141 atau 14,1%, yang menunjukkan hubungan lemah antara frekuensi kunjungan yang mendapatkan konseling
Useful /
POLTESAPOLTESA Semua pegawai mempunyai hak akses yang berbeda-beda sesuai dengan kepentingan yaitu untuk user umum pegawai dapat mengakses sistem hanya untuk absen saja,Semua pegawai mempunyai hak akses yang berbeda-beda sesuai dengan kepentingan yaitu untuk user umum pegawai dapat mengakses sistem hanya untuk absen saja,
POLTESAPOLTESA Metode pelaksanaan PKM ini adalah dengan menerjemahkan kata-kata ilmiah hasil penelitian Coxhead, A, The academic word list, Victoria University of WellingtonMetode pelaksanaan PKM ini adalah dengan menerjemahkan kata-kata ilmiah hasil penelitian Coxhead, A, The academic word list, Victoria University of Wellington
POLTESAPOLTESA Perbedaan latar belakang aktivitas yang beragam pada ibu-ibu dharma wanita Poltesa tidak membuat perpecahan dalam kelompok, melainkan terasa kekeluargaan.Perbedaan latar belakang aktivitas yang beragam pada ibu-ibu dharma wanita Poltesa tidak membuat perpecahan dalam kelompok, melainkan terasa kekeluargaan.
JQWHJQWH Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan oleh peneliti, terdapat kesenjangan antara harapan dan kenyataan, yaitu bahwa keaktifan ibu dapat mencapai 100%Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan oleh peneliti, terdapat kesenjangan antara harapan dan kenyataan, yaitu bahwa keaktifan ibu dapat mencapai 100%