UNRAMUNRAM
Jurnal PepaduJurnal PepaduKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok perempuan wirausaha di Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, melalui penerapan inovasi produk dan pemanfaatan teknologi digital dalam rangka penguatan ekonomi lokal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan pemahaman tentang pemasaran digital, rendahnya kualitas kemasan, serta terbatasnya jangkauan pasar produk. Program dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan berupa pelatihan, transfer teknologi, demonstrasi, dan pendampingan intensif, dengan melibatkan 15 peserta perempuan wirausaha sebagai mitra utama. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis Participatory Rural Appraisal (PRA), yang memungkinkan peserta berperan aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan mitra dalam mengelola akun bisnis digital di platform seperti Tokopedia, Instagram Bisnis, Facebook Bisnis, dan TikTok Bisnis, dengan rata-rata peningkatan pemahaman sebesar 73% berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test. Selain itu, 85% mitra berhasil membuat dan mengelola akun bisnis online, 75% rutin mengunggah produk dengan konten yang lebih menarik, dan 80% mulai memanfaatkan media sosial secara aktif untuk promosi. Inovasi juga terlihat dalam aspek desain kemasan, di mana 85% peserta mampu mengembangkan label dengan identitas merek, sehingga meningkatkan persepsi positif konsumen dan daya tarik pasar. Dampak riil dari kegiatan ini tercermin pada peningkatan rata-rata penjualan sebesar 25%, perluasan jangkauan pasar hingga ke luar desa, serta meningkatnya kontribusi usaha perempuan terhadap pendapatan rumah tangga dari 10–15% menjadi 25–30%. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi UMKM melalui pelatihan, transfer teknologi, dan penguatan branding mampu meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan sekaligus memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, berhasil menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan wirausaha berbasis inovasi produk dan teknologi digital dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas usaha sekaligus penguatan ekonomi lokal.Temuan utama menunjukkan adanya peningkatan pemahaman digital sebesar 73% pasca pelatihan, 85% mitra mampu mengelola akun bisnis online secara aktif, serta 75% rutin melakukan promosi melalui unggahan produk dengan konten yang lebih menarik.Perbaikan dalam desain kemasan dan penguatan branding juga berkontribusi terhadap peningkatan persepsi positif konsumen, yang berdampak pada kenaikan penjualan rata-rata 25% serta perluasan jangkauan pasar hingga ke luar desa.Kontribusi ini mempertegas peran strategis perempuan dalam mendukung kemandirian ekonomi rumah tangga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.Implikasi dari temuan ini adalah bahwa model pelatihan dan pendampingan berbasis digitalisasi dapat direplikasi pada komunitas lain dengan karakteristik serupa, sehingga memperluas manfaat program secara berkelanjutan.Namun, pelaksanaan kegiatan ini masih memiliki keterbatasan, antara lain waktu pelatihan yang singkat, perbedaan kemampuan awal peserta, serta keterbatasan sarana pendukung seperti perangkat gawai dan akses internet.Oleh karena itu, program lanjutan perlu dirancang dengan durasi lebih panjang, strategi diferensiasi materi sesuai kemampuan peserta, serta dukungan infrastruktur digital yang lebih memadai.Dengan penguatan aspek tersebut, keberlanjutan dan replikasi program diharapkan dapat semakin efektif dalam memperkuat kapasitas perempuan wirausaha, meningkatkan daya saing UMKM, serta memperkokoh ketahanan ekonomi lokal secara inklusif dan berkelanjutan.
Untuk memperkuat keberlanjutan program pengabdian masyarakat ini, diperlukan pendampingan lanjutan yang berfokus pada pengembangan keterampilan digital tingkat lanjut, seperti optimalisasi iklan berbayar di media sosial, analisis pasar digital, serta strategi manajemen pelanggan berbasis data. Selain itu, pemerintah desa dan lembaga terkait disarankan untuk menyediakan dukungan berupa akses internet yang stabil, fasilitas perangkat digital bersama, serta skema pembiayaan mikro yang dapat membantu perempuan wirausaha dalam memperluas kapasitas produksi dan pemasaran. Ke depan, kegiatan serupa sebaiknya melibatkan jejaring yang lebih luas, termasuk perguruan tinggi, lembaga swasta, dan komunitas bisnis lokal, sehingga tercipta ekosistem kolaboratif yang mampu mendorong transformasi UMKM perempuan menuju kemandirian dan daya saing yang lebih kuat di tingkat regional maupun nasional.
| File size | 4.72 MB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Pelatihan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan petani mengenai pentingnya branding produk pertanian. PenerapanPelatihan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan petani mengenai pentingnya branding produk pertanian. Penerapan
EJURNALILMIAHEJURNALILMIAH Selain itu, penolakan dari lingkungan sekitar atau anggota keluarga juga mungkin muncul karena persepsi negatif terhadap kebersihan atau ketertiban areaSelain itu, penolakan dari lingkungan sekitar atau anggota keluarga juga mungkin muncul karena persepsi negatif terhadap kebersihan atau ketertiban area
APTKLHIAPTKLHI Penelitian ini menginvestigasi tingkat kesejahteraan melalui kontribusi pendapatan dan kelestarian hutan di Kelompok Tani Hutan (KTH) Bhakti Alam Lestari.Penelitian ini menginvestigasi tingkat kesejahteraan melalui kontribusi pendapatan dan kelestarian hutan di Kelompok Tani Hutan (KTH) Bhakti Alam Lestari.
UBUB Oleh karena itu, upaya meminimalkan jumlah limbah minyak jelantah dengan cara memanfaatannya perlu dilakukan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilaiOleh karena itu, upaya meminimalkan jumlah limbah minyak jelantah dengan cara memanfaatannya perlu dilakukan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai
LENTERANUSALENTERANUSA Masyarakat miskin ekstrim bisa didefinisikan sebagai suatu kelompok atau perorangan yang hidup dalam kondisi dimana tidak dapat selalu memenuhi kebutuhanMasyarakat miskin ekstrim bisa didefinisikan sebagai suatu kelompok atau perorangan yang hidup dalam kondisi dimana tidak dapat selalu memenuhi kebutuhan
UNIMALUNIMAL Konsep pengelolaan ekowisata Pantai Bali sepenuhnya bergantung pada pemerintah daerah yang memberikan izin kepada masyarakat sebagai pengelola. PenyediaanKonsep pengelolaan ekowisata Pantai Bali sepenuhnya bergantung pada pemerintah daerah yang memberikan izin kepada masyarakat sebagai pengelola. Penyediaan
RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran pangan rumah tangga yang memanfaatkan lahan pekarangan dengan budidayaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran pangan rumah tangga yang memanfaatkan lahan pekarangan dengan budidaya
UNILAUNILA Petani diharuskan menerapkan berbagai metode dan strategi untuk mengatasi masalah ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aset penghidupanPetani diharuskan menerapkan berbagai metode dan strategi untuk mengatasi masalah ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aset penghidupan
Useful /
SULTANISTSULTANIST Secara keseluruhan, temuan ini berkontribusi pada pengembangan model manajemen risiko komprehensif yang sangat relevan untuk perusahaan layanan publikSecara keseluruhan, temuan ini berkontribusi pada pengembangan model manajemen risiko komprehensif yang sangat relevan untuk perusahaan layanan publik
UNRAMUNRAM Tingginya BOD ini mengancam biota air dan merusak keseimbangan ekosistem Sungai Mahakam. Pengelolaan yang lebih baik dan partisipasi masyarakat sangatTingginya BOD ini mengancam biota air dan merusak keseimbangan ekosistem Sungai Mahakam. Pengelolaan yang lebih baik dan partisipasi masyarakat sangat
APTKLHIAPTKLHI Selanjutnya perlakuan panas dilakukan pada suhu 60ºC, 120ºC dan 180ºC pada tekanan ruang selama 4 jam. Ketahanan api dievaluasi berdasarkan penurunanSelanjutnya perlakuan panas dilakukan pada suhu 60ºC, 120ºC dan 180ºC pada tekanan ruang selama 4 jam. Ketahanan api dievaluasi berdasarkan penurunan
APTKLHIAPTKLHI 5 setelah kebakaran hutan, dan penurunan kesehatan vegetasi, yang terjadi di sekitar area yang diidentifikasi sebagai area yang terbakar. Dengan hasil5 setelah kebakaran hutan, dan penurunan kesehatan vegetasi, yang terjadi di sekitar area yang diidentifikasi sebagai area yang terbakar. Dengan hasil