LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA

Jurnal Kajian Budaya dan HumanioraJurnal Kajian Budaya dan Humaniora

Penelitian ini menganalisis secara deskriptif form yang digunakan oleh Nizar Qabbani dalam tiga puisi di dalam antologi puisinya yang berjudul “100 Risalah Hubb. Analisis dilakukan untuk mengungkapkan makna puisi dari sisi bentuk dan gaya bahasa melalui pendekatan New Criticism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa yang digunakan oleh Nizar Qabbani di dalam puisi-puisinya didominasi oleh metafora, simile, personifikasi, dan hiperbola. Selain itu digunakan pula paralelisme, metominia, retoris, antitesis, dan polisindeton. Gaya bahasa tersebut digunakan untuk mengungkapkan tema tentang kemarahan yang dipenuhi cinta dan janji di dalam Ighdab, cinta sejati dan rasa kehilangan di dalam Aina Adzhabu, serta cinta sejati di dalam Uhibbuki Jiddan. Semuanya merupakan tema tentang cinta yang luar biasa dengan kesan yang menggairahkan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa Nizar Qabbani menggunakan beragam gaya bahasa, seperti simile, metafora, personifikasi, hiperbola, paralelisme, metominia, retoris, antitesis, dan polisindeton, dengan tiga gaya utama yang paling sering muncul dalam puisi Ighdhab, Aina Adzhabu, dan Uhibbuki Jiddan.Variasi gaya bahasa tersebut mencerminkan kepiawaian penyair dalam memadukan kata sehingga menghasilkan puisi yang indah, hidup, dan mampu mengekspresikan tema amarah, cinta, serta janji.Secara khusus, puisi Ighdhab menonjolkan amarah, Aina Adzhabu mengangkat cinta sejati dan rasa kehilangan, sementara Uhibbuki Jiddan menggambarkan cinta dan perjuangan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penerapan pendekatan New Criticism pada puisi‑puisi kontemporer Arab selain karya Nizar Qabbani memengaruhi interpretasi tematik dan struktural, dengan membandingkan hasil analisis terhadap puisi‑puisi penyair lain yang menampilkan ragam gaya bahasa serupa atau berbeda, sehingga dapat menguji keuniversalan metode tersebut dalam konteks sastra Arab modern. Selain itu, peneliti dapat menyelidiki peran metafora visual dalam memperkuat makna emosional puisi Qabbani, khususnya pada puisi Ighdhab, melalui analisis semiotik yang mengaitkan citra visual dengan pengalaman pembaca dari berbagai latar budaya, serta mengumpulkan data respon kualitatif untuk menilai sejauh mana metafora tersebut meningkatkan intensitas perasaan amarah, cinta, dan janji. Selanjutnya, sebuah studi lintas‑disiplin dapat mengkaji hubungan antara teknik retoris seperti polisindeton dan pola musik tradisional Arab, dengan tujuan memahami bagaimana ritme bahasa dan pengulangan konjungsi memengaruhi pengalaman estetis pembaca, serta apakah sinkronisasi antara elemen musik dan teks puisi dapat menciptakan efek dramatik yang lebih kuat. Dengan menggabungkan ketiga arah penelitian tersebut, diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang dinamika gaya bahasa dalam puisi Arab modern, memberikan kontribusi teoritis bagi metodologi kritik sastra, dan membuka peluang penerapan temuan dalam pendidikan sastra dan penerjemahan.

  1. #hak cipta#hak cipta
  2. #gaya bahasa#gaya bahasa
Read online
File size229.58 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-23O
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test