UISUUISU

Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language TeachingLanguage Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching

Penelitian ini meneliti pandangan negatif beberapa peneliti terhadap penelitian kualitatif sebagai penelitian yang tidak ilmiah, yang tampaknya menghambat pengembangan penelitian kualitatif di beberapa komunitas riset sosial sains Asia. Penelitian ini menemukan bahwa gaya penulisan penelitian kualitatif yang formulaik dapat menjadi alasan lain yang menghambat perkembangan tersebut. Penulis pemula cenderung mengikuti model-imitasi, yang bertentangan dengan gaya penulisan penelitian kualitatif yang formulaik. Dengan menggunakan pendekatan sosial terhadap studi penulisan sebagai kerangka teoretis, penelitian ini memperlakukan penulisan akademik sebagai aktivitas yang dipengaruhi oleh komunitas riset yang ditempati penulis. Berdasarkan pengamatan longitudinal terhadap proses penulisan proposal tesis seorang mahasiswa pascasarjana, penelitian ini membahas sifat multifaset dari penelitian kualitatif dan perlunya mengajarkan/belajar penelitian kualitatif sebagai genre tertentu dalam penulisan akademik.

Penelitian ini menyoroti perlunya mengajar penelitian kualitatif sebagai genre tertentu kepada pemula yang tidak hanya memiliki keterampilan menulis interpretatif yang terbatas tetapi juga berada dalam komunitas riset yang kurang mendukung penelitian kualitatif.Selain itu, pelatihan keterampilan mewawancarai perlu ditingkatkan, karena mewawancarai tampaknya menjadi data yang dapat dioperasikan oleh penulis.Dengan demikian, pengembangan kemampuan menulis kualitatif dapat ditingkatkan melalui pemahaman yang lebih baik tentang genre dan keterampilan mewawancarai.

Berdasarkan temuan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana pendekatan pengajaran genre dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum penelitian metode, khususnya untuk mahasiswa yang baru mengenal penelitian kualitatif. Hal ini dapat melibatkan pengembangan modul pembelajaran yang berfokus pada fitur-fitur genre penelitian kualitatif, seperti struktur, bahasa, dan konvensi retoris. Kedua, penelitian dapat menyelidiki bagaimana karakteristik individu, seperti gaya belajar dan pengalaman sebelumnya dengan penelitian, memengaruhi kemampuan mahasiswa untuk mengadopsi pendekatan genre untuk menulis penelitian kualitatif. Penelitian ini dapat menggunakan metode campuran, menggabungkan survei, wawancara, dan analisis dokumen untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi pada keberhasilan atau kesulitan mahasiswa dalam menulis penelitian kualitatif. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana lingkungan riset, seperti dukungan dari pembimbing dan norma-norma departemen, memengaruhi kemampuan mahasiswa untuk melakukan dan melaporkan penelitian kualitatif. Penelitian ini dapat menggunakan studi kasus atau pendekatan etnografi untuk mengamati interaksi antara mahasiswa dan anggota fakultas, serta untuk mengidentifikasi praktik-praktik yang mendukung atau menghambat pengembangan keterampilan penelitian kualitatif. Dengan menggabungkan wawasan dari penelitian ini, pendidik dan peneliti dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mendukung mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan menulis penelitian kualitatif mereka dan berkontribusi pada pertumbuhan penelitian kualitatif di berbagai disiplin ilmu.

  1. #keterampilan menulis#keterampilan menulis
  2. #learning process#learning process
Read online
File size332.79 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-1gS
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test