IAINGAWIIAINGAWI

Al-Mabsut : Jurnal Studi Islam dan SosialAl-Mabsut : Jurnal Studi Islam dan Sosial

Pendidikan tinggi Islam lahir pada era kolonial pada tahun 1940, didirikan oleh komunitas guru Islam di Sumatera Barat. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, pendidikan tinggi Islam secara resmi didirikan oleh Hatta dan Natsir di Jakarta dengan nama ADIA, kemudian di Yogyakarta dengan nama PTAIN. Pada tahun 1960, ADIA dan PTAIN bergabung menjadi IAIN di Jakarta dan Yogyakarta. Hingga kini, lembaga ini berkembang menjadi UIN dan menghadapi tantangan besar di era globalisasi, terutama dalam menghadapi perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat. Di satu sisi, IPTEK memberi manfaat besar bagi kemanusiaan, namun di sisi lain menimbulkan masalah seperti pencemaran lingkungan dan kesenjangan sosial. Pendidikan tinggi Islam harus merespons tantangan ini dengan merevisi visi dan kurikulumnya agar lulusannya memiliki pengetahuan mendalam, profesionalisme, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan. Kurikulum harus berbasis pada esensi manusia sebagai makhluk yang utuh, dengan potensi intelektual, emosional, dan psikomotorik.

Pendidikan tinggi Islam harus merevisi kurikulumnya agar tidak hanya fokus pada aspek kognitif dan teologis, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis dan jiwa kewirausahaan.Lulusan harus siap bersaing di era kompetisi global dengan menguasai IPTEK, bahasa, dan teknologi informasi, bukan hanya menjadi pegawai pemerintah.Pendekatan pembelajaran harus lebih menekankan aspek psikomotorik dan riset sebagai bentuk ibadah, mengikuti teladan ilmuwan Muslim masa lalu, agar umat Islam tidak terus tertinggal dalam kemajuan ilmu pengetahuan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana mengintegrasikan pendekatan kewirausahaan berbasis nilai Islam ke dalam setiap program studi di perguruan tinggi agama, bukan hanya sebagai mata kuliah tambahan tetapi sebagai filosofi pembelajaran utama. Selain itu, perlu diteliti bagaimana strategi pembelajaran berbasis proyek dan riset lapangan dapat diterapkan secara sistematis untuk mengembangkan keterampilan psikomotorik mahasiswa, terutama dalam bidang teknologi dan ekonomi kreatif yang relevan dengan kebutuhan pasar global. Terakhir, penelitian ini juga dapat mengeksplorasi bagaimana kurikulum yang menggabungkan tafsir ilmiah al-Quran dengan pengembangan sains modern dapat menjadi fondasi baru dalam membentuk generasi Muslim yang tidak hanya beriman, tetapi juga mampu menciptakan inovasi ilmiah dan teknologi yang bermanfaat bagi umat manusia.

  1. #kantor urusan agama#kantor urusan agama
  2. #generasi muslim#generasi muslim
Read online
File size397.15 KB
Pages20
Short Linkhttps://juris.id/p-1Kc
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test