IAINGAWIIAINGAWI
Al-Mabsut : Jurnal Studi Islam dan SosialAl-Mabsut : Jurnal Studi Islam dan SosialPengarusutamaan gender dalam lembaga pendidikan merupakan implementasi kebijakan. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 84 Tahun 2008 tentang Pedoman Pengarusutamaan Gender dalam Pendidikan, maka penerapannya di semua lembaga pendidikan formal, termasuk pesantren, bersifat wajib. Kesetaraan dan keadilan gender memerlukan akses yang setara serta partisipasi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan dalam proses pendidikan, kontrol yang setara atas sumber daya, dan pemerataan manfaat hasil pendidikan. Penelitian ini dilakukan di Pesantren Lirboyo dan Pesantren Assalam dengan objek studi ilmu falak. Metode yang digunakan meliputi: (1) Pendekatan dan jenis penelitian: pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi proses implementasi segregasi kelas berbasis gender serta masalah yang muncul; (2) Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan dokumentasi; (3) Teknik analisis data: analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemisahan kelas secara horizontal yang bersifat opsional memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran, tetapi jika pemisahan dilakukan karena kesenjangan gender melalui segregasi vertikal, maka model ini menghasilkan dampak negatif bagi peserta didik. Prestasi dan peran peserta didik secara langsung sebanding dengan akses yang diberikan. Kebijakan lembaga pendidikan perlu dirancang ulang dan diarahkan agar responsif dan berorientasi pada manfaat yang netral gender. Dengan demikian, pemisahan kelas dapat diterapkan untuk meningkatkan prestasi siswa dengan acuan kebijakan kesetaraan gender dan tanpa diskriminasi ilmu pengetahuan.
Pengarusutamaan gender dalam lembaga pendidikan merupakan implementasi kebijakan.Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 84 Tahun 2008 tentang Pedoman Pengarusutamaan Gender dalam Pendidikan, maka penerapannya di semua lembaga pendidikan formal, termasuk pesantren, bersifat wajib.Kesetaraan dan keadilan gender memerlukan akses yang setara serta partisipasi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan dalam proses pendidikan, kontrol yang setara atas sumber daya, dan pemerataan manfaat hasil pendidikan.Penelitian ini dilakukan di Pesantren Lirboyo dan Pesantren Assalam dengan objek studi ilmu falak.pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi proses implementasi segregasi kelas berbasis gender serta masalah yang muncul.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemisahan kelas secara horizontal yang bersifat opsional memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran, tetapi jika pemisahan dilakukan karena kesenjangan gender melalui segregasi vertikal, maka model ini menghasilkan dampak negatif bagi peserta didik.Prestasi dan peran peserta didik secara langsung sebanding dengan akses yang diberikan.Kebijakan lembaga pendidikan perlu dirancang ulang dan diarahkan agar responsif dan berorientasi pada manfaat yang netral gender.Dengan demikian, pemisahan kelas dapat diterapkan untuk meningkatkan prestasi siswa dengan acuan kebijakan kesetaraan gender dan tanpa diskriminasi ilmu pengetahuan.Prestasi dan peran santri laki-laki dan perempuan dalam ilmu falak dipengaruhi oleh model segregasi gender yang diterapkan.segregasi vertikal di Pesantren Lirboyo menghasilkan ketimpangan akses dan prestasi yang menguntungkan santri laki-laki, sedangkan segregasi horizontal di Pesantren Assalam memungkinkan santri perempuan unggul dalam kreativitas dan partisipasi.Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana desain kurikulum ilmu falak yang netral gender dapat dikembangkan secara sistematis di pesantren salafiyah, dengan melibatkan santri perempuan dalam penyusunan materi dan metode pengajaran agar tidak lagi dianggap sebagai pelengkap.Selanjutnya, perlu diteliti dampak jangka panjang dari pemberdayaan perempuan dalam ilmu falak terhadap partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan keagamaan di tingkat komunitas, khususnya dalam penentuan awal bulan hijriyah dan rukyatul hilal.Terakhir, studi komparatif dapat dilakukan antara pesantren yang menerapkan segregasi horizontal dengan yang masih mempertahankan segregasi vertikal, untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosial, budaya, dan keagamaan yang paling berpengaruh dalam mengubah persepsi tentang kapasitas perempuan dalam ilmu falak, sehingga bisa menjadi dasar bagi reformasi kebijakan pendidikan di pesantren-pesantren lain yang masih diskriminatif.Segregasi gender dalam pembelajaran tidak bertentangan dengan kesetaraan gender jika didasarkan pada prinsip akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang setara.pendekatan horizontal yang inklusif justru mendorong pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia pesantren secara keseluruhan.Pengarusutamaan gender dalam lembaga pendidikan merupakan implementasi kebijakan.Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 84 Tahun 2008 tentang Pedoman Pengarusutamaan Gender dalam Pendidikan, maka penerapannya di semua lembaga pendidikan formal, termasuk pesantren, bersifat wajib.Kesetaraan dan keadilan gender memerlukan akses yang setara serta partisipasi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan dalam proses pendidikan, kontrol yang setara atas sumber daya, dan pemerataan manfaat hasil pendidikan.Penelitian ini dilakukan di Pesantren Lirboyo dan Pesantren Assalam dengan objek studi ilmu falak.pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi proses implementasi segregasi kelas berbasis gender serta masalah yang muncul.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemisahan kelas secara horizontal yang bersifat opsional memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran, tetapi jika pemisahan dilakukan karena kesenjangan gender melalui segregasi vertikal, maka model ini menghasilkan dampak negatif bagi peserta didik.Prestasi dan peran peserta didik secara langsung sebanding dengan akses yang diberikan.Kebijakan lembaga pendidikan perlu dirancang ulang dan diarahkan agar responsif dan berorientasi pada manfaat yang netral gender.Dengan demikian, pemisahan kelas dapat diterapkan untuk meningkatkan prestasi siswa dengan acuan kebijakan kesetaraan gender dan tanpa diskriminasi ilmu pengetahuan.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana desain kurikulum ilmu falak yang netral gender dapat dikembangkan secara sistematis di pesantren salafiyah, dengan melibatkan santri perempuan dalam penyusunan materi dan metode pengajaran agar tidak lagi dianggap sebagai pelengkap. Selanjutnya, perlu diteliti dampak jangka panjang dari pemberdayaan perempuan dalam ilmu falak terhadap partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan keagamaan di tingkat komunitas, khususnya dalam penentuan awal bulan hijriyah dan rukyatul hilal. Terakhir, studi komparatif dapat dilakukan antara pesantren yang menerapkan segregasi horizontal dengan yang masih mempertahankan segregasi vertikal, untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosial, budaya, dan keagamaan yang paling berpengaruh dalam mengubah persepsi tentang kapasitas perempuan dalam ilmu falak, sehingga bisa menjadi dasar bagi reformasi kebijakan pendidikan di pesantren-pesantren lain yang masih diskriminatif.
| File size | 445.5 KB |
| Pages | 24 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Selain perdagangan, pengembara sufi dan tokoh agama juga ikut andil dalam proses masuknya Islam di Indonesia. Ada beberapa periode sejarah pendidikan IslamSelain perdagangan, pengembara sufi dan tokoh agama juga ikut andil dalam proses masuknya Islam di Indonesia. Ada beberapa periode sejarah pendidikan Islam
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Perlindungan hak-hak perempuan dalam putusan cerai di Pengadilan Agama Kuala Tungkal Kelas 1B berdasarkan maqashid syariah sangat penting dan diatur komprehensifPerlindungan hak-hak perempuan dalam putusan cerai di Pengadilan Agama Kuala Tungkal Kelas 1B berdasarkan maqashid syariah sangat penting dan diatur komprehensif
STKIP JBSTKIP JB Penelitian ini bertujuan mengetahui unsur-unsur etnomatematika materi geometri sekolah dasar yang terdapat pada arsitektur Masjid Agung Baitul MukmininPenelitian ini bertujuan mengetahui unsur-unsur etnomatematika materi geometri sekolah dasar yang terdapat pada arsitektur Masjid Agung Baitul Mukminin
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Tradisi Betangas merupakan tradisi mandi uap yang digunakan pada adat pernikahan dan digunakan sebagai alternatif pengobatan yang mengunakan rempah-rempahTradisi Betangas merupakan tradisi mandi uap yang digunakan pada adat pernikahan dan digunakan sebagai alternatif pengobatan yang mengunakan rempah-rempah
UMSBUMSB Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan pengembangan pariwisata Tarusan Kamang dengan menganalisis aspek pasar dan pemasaran, hukum, teknisTujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan pengembangan pariwisata Tarusan Kamang dengan menganalisis aspek pasar dan pemasaran, hukum, teknis
IAINGAWIIAINGAWI Dalam pandangan konseling Islam, pengemis dikategorikan sebagai hamba yang kufur nikmat—tidak memanfaatkan fitrah dan potensi yang diberikan Allah untukDalam pandangan konseling Islam, pengemis dikategorikan sebagai hamba yang kufur nikmat—tidak memanfaatkan fitrah dan potensi yang diberikan Allah untuk
IAINGAWIIAINGAWI Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan mengambil sampel 11 Bank Umum Syariah. Pengukuran efisiensiTeknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan mengambil sampel 11 Bank Umum Syariah. Pengukuran efisiensi
IAINGAWIIAINGAWI Tujuan penelitian ini adalah memberikan penjelasan secara substansi hukum terutama KUA dalam menangani kasus perkawinan beda agama. Putusan MK menolakTujuan penelitian ini adalah memberikan penjelasan secara substansi hukum terutama KUA dalam menangani kasus perkawinan beda agama. Putusan MK menolak
Useful /
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM The results of the outreach and counseling activities conducted by the Community Partnership Empowerment (PKM) team demonstrated that mentoring and outreachThe results of the outreach and counseling activities conducted by the Community Partnership Empowerment (PKM) team demonstrated that mentoring and outreach
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada novel Sendiri karya Tere Liye menggunakan teori hierarki kebutuhan manusia melalui pendekatan psikoanalitisBerdasarkan penelitian yang dilakukan pada novel Sendiri karya Tere Liye menggunakan teori hierarki kebutuhan manusia melalui pendekatan psikoanalitis
UMLAUMLA Terdapat perbedaan keluhan antara pasien yang mendapat intervensi dan yang tidak, di mana pasien yang mendapat batuk efektif mengalami penurunan gejala.meskipunTerdapat perbedaan keluhan antara pasien yang mendapat intervensi dan yang tidak, di mana pasien yang mendapat batuk efektif mengalami penurunan gejala.meskipun
UMLAUMLA Sebagian besar mahasiswa memiliki self efficacy sedang dan tingkat burnout sedang. Tidak terdapat hubungan signifikan antara self efficacy dan burnoutSebagian besar mahasiswa memiliki self efficacy sedang dan tingkat burnout sedang. Tidak terdapat hubungan signifikan antara self efficacy dan burnout