IAKN TORAJAIAKN TORAJA

SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristenSOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

Dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK), relasi antara telah memicu perubahan paradigma yang signifikan, terutama dalam meninjau ulang struktur pengetahuan yang selama ini dibentuk oleh perspektif patriarkal. Melalui pendekatan hermeneutika kritis dan studi pustaka, kajian ini mengungkap bagaimana teologi feminis menantang bias gender dalam penafsiran Alkitab serta membuka ruang bagi pengalaman perempuan sebagai sumber epistemologis yang sah. Transformasi ini berimplikasi pada rekonstruksi kurikulum inklusif, mencakup penggunaan bahasa responsif gender, representasi tokoh perempuan Alkitab, dan strategi pembelajaran dialogis yang mendorong kesadaran kritis. Namun, integrasi perspektif feminis dalam pedagogi agama menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses pembentukan iman yang adil dan setara. Hasil kajian ini menegaskan bahwa pembaruan PAK tidak sebatas penambahan isu gender, tetapi merupakan rekonstruksi teologis-pedagogis yang mendalam demi membangun pendidikan yang lebih inklusif, membebaskan, dan selaras dengan nilai kesetaraan serta martabat manusia dalam iman Kristen.

Transformasi ini tampak dalam cara kurikulum PAK mulai membuka ruang bagi pengalaman perempuan, meninjau kembali interpretasi teks suci yang sebelumnya didominasi perspektif maskulin, dan menyusun struktur makna baru yang lebih setara.Kurikulum yang direkonstruksi tidak hanya memasukkan isu gender sebagai topik tambahan, tetapi secara sistematis mengintegrasikannya dalam tujuan pembelajaran, materi, metode, dan evaluasi.Model pendidikan responsif gender yang lahir dari transformasi ini tercermin secara langsung dalam kurikulum melalui penggunaan bahasa yang inklusif, pemilihan materi yang menghadirkan tokoh dan pengalaman perempuan, serta strategi pembelajaran yang dialogis dan partisipatif.

Berdasarkan kajian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai model pedagogis responsif gender dalam PAK, dengan fokus pada bagaimana model-model tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap kesetaraan gender di kalangan peserta didik. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan materi ajar PAK yang lebih inklusif dan representatif, dengan memasukkan perspektif perempuan dari berbagai latar belakang budaya dan sosial. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana gereja dapat berperan aktif dalam mendukung implementasi PAK yang responsif gender, melalui pelatihan pendeta, pengembangan kurikulum berbasis gereja, dan pembentukan forum dialog antar gender. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat tercipta PAK yang tidak hanya memberikan pengetahuan agama, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kritis, menghargai keberagaman, dan mempromosikan kesetaraan gender dalam kehidupan beriman.

  1. Strategi Penggunaan Media Digital dalam Pengembangan Kurikulum PAK untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa... jurnal.sttarastamarngabang.ac.id/index.php/Corammundo/article/view/386Strategi Penggunaan Media Digital dalam Pengembangan Kurikulum PAK untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa jurnal sttarastamarngabang ac index php Corammundo article view 386
Read online
File size678.19 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test