IAKN TORAJAIAKN TORAJA
SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristenSOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristenDisabilitas adalah fenomena kompleks yang melibatkan berbagai aspek kehidupan, termasuk fisik, kognitif, dan psikiatris. Dari perspektif teologi Kristen, disabilitas sering dipandang sebagai tantangan, baik sebagai ujian, penderitaan, maupun simbol dosa. Pemahaman ini mengabaikan martabat dan hak-hak penyandang disabilitas sebagai ciptaan yang diciptakan menurut gambar Allah (Imago Dei). Melalui pemikiran teologis seperti Agustinus dan Jurgen Moltmann, disabilitas dapat dipahami sebagai bagian dari rencana Allah yang lebih besar, yang menuntut pengakuan, penghormatan, dan perawatan yang layak. Teologi inklusif, seperti yang tercermin dalam 1 Korintus 12, menekankan peran aktif setiap anggota tubuh Kristus, termasuk penyandang disabilitas, dalam komunitas iman. Stigma sosial terhadap disabilitas menjadi hambatan besar bagi inklusi sosial, tetapi melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang Imago Dei dan Imago Christi, gereja dan masyarakat dapat menciptakan ruang yang lebih inklusif dan penuh kasih bagi penyandang disabilitas.
Konsep teologis Imago Dei dan Imago Christi, ketika ditafsirkan ulang secara kritis dan diintegrasikan melalui sintesis pemikiran Agustinus, Jürgen Moltmann, dan eklesiologi Paulus, memberikan landasan teologis yang radikal dan transformatif bagi inklusi penyandang disabilitas.Sintesis tersebut menggeser tolak ukur martabat manusia dari kapasitas kognitif atau fisik individual menuju partisipasi dalam relasi persekutuan.Moltmann menekankan Imago Dei sebagai realitas relasional dan dinamis, sementara pemahaman tentang Imago Christi sebagai partisipasi dalam solidaritas dan penderitaan Kristus memulihkan nilai teologis dari tubuh yang rentan.Interpretasi terhadap 1 Korintus 12 mengukuhkan bahwa gereja sebagai Tubuh Kristus adalah komunitas yang esensialnya terletak pada saling ketergantungan dan keunikan setiap anggotanya, termasuk penyandang disabilitas, yang dipandang sebagai kontributor aktif, bukan sekadar objek belas kasihan.Refleksi teologis ini secara langsung menantang stigma sosial dan model-model disabilitas yang mengecualikan, serta menawarkan kerangka untuk praktik inklusi gerejawi yang otentik, di mana kesetaraan martabat lahir dari anugerah partisipasi dalam persekutuan ilahi, bukan dari kriteria kemampuan manusiawi.
Artikel ini menawarkan saran penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan pemahaman yang lebih inklusif tentang disabilitas dalam konteks teologi Kristen. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi bagaimana konsep Imago Dei dan Imago Christi dapat diterapkan dalam praktik inklusi sosial dan spiritual di gereja dan masyarakat. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis stigma sosial terhadap disabilitas dan bagaimana pemahaman yang lebih mendalam tentang Imago Dei dan Imago Christi dapat membantu mengatasi stigma tersebut. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pandangan teologis tentang disabilitas dalam berbagai tradisi Kristen, termasuk tradisi historis seperti Agustinus dan tradisi kontemporer seperti Jurgen Moltmann, untuk memahami bagaimana pandangan tersebut dapat diterapkan dalam konteks kontemporer.
| File size | 595.27 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
STTPBSTTPB 5:17-18). Fondasi dogmatis mencakup antropologi imago Dei, kristologi kenosis simetris, dan eklesiologi koinonia. Artikel ini berargumen bahwa upah yang5:17-18). Fondasi dogmatis mencakup antropologi imago Dei, kristologi kenosis simetris, dan eklesiologi koinonia. Artikel ini berargumen bahwa upah yang
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Identitas Kristen bukan sekadar status teologis, melainkan realitas eksistensial yang menuntut integrasi antara iman dan kehidupan. Dengan menelaah strukturIdentitas Kristen bukan sekadar status teologis, melainkan realitas eksistensial yang menuntut integrasi antara iman dan kehidupan. Dengan menelaah struktur
STT GKESTT GKE Lansia adalah gambar Allah dan bagian dari Tubuh Kristus, sehingga gereja bertanggung jawab untuk merawat mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelayananLansia adalah gambar Allah dan bagian dari Tubuh Kristus, sehingga gereja bertanggung jawab untuk merawat mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan
STT SUSTT SU Pola pelayanan gereja perlu ditransformasi dari church centre menjadi God Centre, dengan Tuhan sebagai pusat gereja melalui pendidikan bagi kaum awam agarPola pelayanan gereja perlu ditransformasi dari church centre menjadi God Centre, dengan Tuhan sebagai pusat gereja melalui pendidikan bagi kaum awam agar
STT SUSTT SU Persolan yang membuat gereja tidak sehat adalah pada saat gereja itu tidak dilayani dengan profesional, untuk itu lewat artikel ini diharapkan para pemimpinPersolan yang membuat gereja tidak sehat adalah pada saat gereja itu tidak dilayani dengan profesional, untuk itu lewat artikel ini diharapkan para pemimpin
STT SUSTT SU Saul dipilih atau mendapat panggilan menjadi pemimpin, tetapi tidak diimbangi dengan karakter yang baik, kehidupan spiritualitasnya buruk, serta gagalSaul dipilih atau mendapat panggilan menjadi pemimpin, tetapi tidak diimbangi dengan karakter yang baik, kehidupan spiritualitasnya buruk, serta gagal
STT SUSTT SU Karakter ini terwujud dalam sikap peduli kedamaian, menjauhi pertengkaran, dan membangun hubungan baik yang didasari kasih Kristus, sehingga menciptakanKarakter ini terwujud dalam sikap peduli kedamaian, menjauhi pertengkaran, dan membangun hubungan baik yang didasari kasih Kristus, sehingga menciptakan
STT SUSTT SU Jika pelayan gereja memiliki sifat atau karakter yang demikian, maka dapat menolong pelayan gereja untuk mewujudkan gereja yang sehat. Tentu saja banyakJika pelayan gereja memiliki sifat atau karakter yang demikian, maka dapat menolong pelayan gereja untuk mewujudkan gereja yang sehat. Tentu saja banyak
Useful /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Salah satu metode edukasi yang efektif adalah teknik role play untuk meningkatkan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche. Penelitian ini bertujuanSalah satu metode edukasi yang efektif adalah teknik role play untuk meningkatkan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche. Penelitian ini bertujuan
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Rasul Paulus berhasil mengatasi krisis moral tersebut dengan menerapkan prinsip-prinsip yang mengintegrasikan kebenaran dan kasih karunia, di mana disiplinRasul Paulus berhasil mengatasi krisis moral tersebut dengan menerapkan prinsip-prinsip yang mengintegrasikan kebenaran dan kasih karunia, di mana disiplin
UNIKAMAUNIKAMA Guru akan menyederhanakan pertanyaan ketika siswa tidak responsif terhadapnya. Terkadang, guru menggunakan code-switching jika siswa tidak memahami pertanyaanGuru akan menyederhanakan pertanyaan ketika siswa tidak responsif terhadapnya. Terkadang, guru menggunakan code-switching jika siswa tidak memahami pertanyaan
UNIKAMAUNIKAMA Meanwhile, there are five experiences felt by students, namely interactive and non-boring exercises, increasing students confidence in speaking English,Meanwhile, there are five experiences felt by students, namely interactive and non-boring exercises, increasing students confidence in speaking English,