STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI

Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan HaditsAl-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits

Penelitian ini membahas kritik terhadap hermeneutika dalam tafsir Al-Quran dari perspektif ulama tradisional dan kontemporer, dengan tujuan mengeksplorasi potensi pendekatan integratif antara hermeneutika dan ushul tafsir. Ulama tradisional, seperti Al-Suyuti dan Ibn Taymiyyah, menolak hermeneutika karena dianggap bertentangan dengan epistemologi Islam yang berbasis wahyu dan syariat. Sebaliknya, ulama kontemporer, seperti Fazlur Rahman dan Nasr Hamid Abu Zayd, mengadopsi pendekatan yang lebih kontekstual, meskipun tidak terlepas dari kontroversi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis isi dan komparatif terhadap teks-teks primer dan sekunder, seperti kitab tafsir klasik (Tafsir al-Jalalayn, Al-Itqan fi Ulum al-Quran) dan karya kontemporer (Islam and Modernity, Al-Nash wa al-Sultan). Temuan penelitian menyoroti pentingnya pendekatan integratif yang menggabungkan fleksibilitas hermeneutika dengan keutuhan prinsip ushul tafsir. Penelitian menunjukkan bahwa integrasi ini berpotensi menghasilkan metodologi tafsir yang lebih relevan dan responsif terhadap tantangan kontemporer tanpa mengorbankan otoritas teks wahyu. Model seperti Tafsir Maqasidi dan pendekatan kontekstual Quraish Shihab menjadi contoh konkrit bagaimana pendekatan ini dapat diterapkan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkaya wacana tafsir Al-Quran di era modern.

Penelitian ini menegaskan bahwa kritik terhadap hermeneutika, baik dari ulama tradisional maupun kontemporer, memberikan kontribusi penting dalam memperkaya diskursus metodologi tafsir.Ulama tradisional menolak hermeneutika karena dianggap tidak sesuai dengan epistemologi Islam, sementara ulama kontemporer menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel.Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan integratif yang menggabungkan kekuatan ushul tafsir dan hermeneutika untuk menjawab tantangan zaman modern tanpa mengorbankan otoritas teks wahyu.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam bagaimana prinsip-prinsip maqasid syariah dapat diintegrasikan dengan pendekatan hermeneutika untuk menghasilkan tafsir Al-Quran yang lebih kontekstual dan relevan dengan isu-isu kontemporer. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan penerapan hermeneutika dalam berbagai tradisi tafsir Islam di berbagai wilayah geografis, seperti Indonesia, Mesir, dan India, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam pendekatan interpretatif. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pendidikan tafsir yang mengintegrasikan metode tradisional dan modern, sehingga menghasilkan generasi mufasir yang mampu menavigasi kompleksitas interpretasi Al-Quran di era globalisasi dengan pemahaman yang komprehensif dan kontekstual.

  1. Pendidikan tafsir bagi santri di pesantren tahfidz | Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam. pendidikan tafsir... ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/TAWAZUN/article/view/9134Pendidikan tafsir bagi santri di pesantren tahfidz Tawazun Jurnal Pendidikan Islam pendidikan tafsir ejournal uika bogor ac index php TAWAZUN article view 9134
  2. Tajdid: Jurnal Ilmu Ushuluddin. spektrum historis tafsir al qur tajdid jurnal ilmu ushuluddin authors... doi.org/10.30631/tjd.v18i1.97Tajdid Jurnal Ilmu Ushuluddin spektrum historis tafsir al qur tajdid jurnal ilmu ushuluddin authors doi 10 30631 tjd v18i1 97
  3. DINAMIKA PENDEKATAN INTERDISIPLINER: Hambatan dan Proyeksi dalam Penelitian Studi Islam | Jurnal Studi... ejournal.iaikhozin.ac.id/index.php/iklila/article/view/177DINAMIKA PENDEKATAN INTERDISIPLINER Hambatan dan Proyeksi dalam Penelitian Studi Islam Jurnal Studi ejournal iaikhozin ac index php iklila article view 177
Read online
File size306.49 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test