IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran IslamAl-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam

Penelitian ini bertujuan untuk kembali pada konsepsi kosmologi sebagai sesuatu yang tidak hanya bersifat material alamiah, tetapi juga memiliki sifat immaterial. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif berdasarkan penelusuran pustaka. Konsepsi tentang materi yang berkembang saat ini dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan. Awalnya, kosmologi klasik memandang alam semesta sebagai suatu kesatuan yang mencakup aspek fisik (materi) dan non-fisik (immateri), termasuk hal-hal yang dianggap sakral seperti Tuhan. Perkembangan kosmologi modern kemudian memisahkan pendekatan ilmiahnya dari dimensi sakral tersebut. Dari situlah awal mula terjadi krisis ekologi yang diawali dengan pergeseran paradigma. Oleh karena itu, pergeseran paradigma melalui revolusi keilmuan disinyalir mengandung masalah yang menjauhkan manusia dari alam serta menyebabkan kerusakan alam yang berkelanjutan. Penelitian ini akan membahas mengenai pergeseran paradigma kosmologi sains modern yang mengakibatkan krisis ekologi, dan akan mengkritisi sekaligus memposisikan kembali permasalahan tersebut dengan paradigma Islam. Peneliti menyimpulkan bahwa krisis konsep ekologi saat ini terjadi bersumber dari krisis kesadaran manusia bahwa tidak semua materi harus diukur dengan materi akan tetapi ada materi yang lebih sakral yang perlu dipahami. Akibatnya, pergeseran cara pandang dalam penciptaan dan alam semesta membuat konsepsi kesakralan secara alamiah menjadi hilang dan kerusakan sistem ekologi yang terjadi saat ini.

Krisis ekologi terjadi karena perubahan cara pandang manusia modern terhadap alam semesta yang meninggalkan dimensi kesakralan dan hanya mengandalkan rasionalitas empiris.Pergeseran paradigma kosmologi menuju materialisme menyebabkan eksploitasi alam secara berlebihan dan hilangnya hubungan spiritual manusia dengan alam.Untuk mengatasi krisis ini, diperlukan rekonstruksi perspektif manusia berdasarkan paradigma Islam yang menempatkan alam sebagai tanda kekuasaan Tuhan dan manusia sebagai pemelihara, bukan penguasa.

Pertama, perlu diteliti bagaimana konsep kesakralan alam dalam kosmologi Islam dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum sains modern di sekolah-sekolah untuk menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini. Kedua, layak dikaji pendekatan etika lingkungan berbasis teks-teks keagamaan Islam, seperti tafsir klasik dan modern terkait khilafah dan mizan, untuk merumuskan kerangka normatif yang konkret dalam pengelolaan lingkungan. Ketiga, penting dikembangkan model penelitian interdisipliner yang menggabungkan filsafat sains Islam dengan ilmu lingkungan empiris, untuk menguji secara ilmiah bagaimana paradigma berbasis wahyu memengaruhi perilaku pelestarian lingkungan di komunitas Muslim. Penelitian-penelitian ini dapat menjadi jembatan antara pemahaman metafisis dan aksi nyata dalam menghadapi krisis ekologi. Dengan demikian, sains tidak lagi terlepas dari nilai, tetapi menjadi alat pemeliharaan amanah alam semesta. Pendekatan semacam ini juga dapat membuka ruang dialog lintas peradaban dalam mencari solusi global. Selain itu, pengkajian terhadap persepsi masyarakat Muslim terhadap teknologi dan alam perlu dilakukan untuk mengidentifikasi potensi lokal dalam penerapan ekologi Islam. Hasilnya bisa menjadi dasar kebijakan lingkungan yang berakar pada nilai-nilai lokal. Dengan cara ini, pengetahuan tradisional dan modern bisa saling melengkapi. Akhirnya, diperlukan studi komparatif antara kosmologi Islam dan tradisi spiritual lainnya untuk memperkaya wacana ekologi global. Semua ini penting demi membangun peradaban yang berkelanjutan dan bermakna.

  1. Seyyed Hossein Nasr's Teaching on Sufism and Its Relevance to Modern Society | Jurnal Theologia.... journal.walisongo.ac.id/index.php/teologia/article/view/8069Seyyed Hossein Nasrs Teaching on Sufism and Its Relevance to Modern Society Jurnal Theologia journal walisongo ac index php teologia article view 8069
  2. The Construction of Ecological Fiqh from the Perspective of Yusuf al-Qardhawi | Ma’mal: Jurnal... jurnalfsh.uinsa.ac.id/mhs/index.php/mal/article/view/468The Construction of Ecological Fiqh from the Perspective of Yusuf al Qardhawi MaAomal Jurnal jurnalfsh uinsa ac mhs index php mal article view 468
  3. The Islamization of Science and Its Consequences: An Examination of Ismail Raji Al-Faruqi's Ideas... doi.org/10.15642/jpai.2022.10.2.115-128The Islamization of Science and Its Consequences An Examination of Ismail Raji Al Faruqis Ideas doi 10 15642 jpai 2022 10 2 115 128
  4. Examining the concept of Unity of Existence according to the perspective of Islamic philosophers and... doi.org/10.61194/ijis.v3i2.754Examining the concept of Unity of Existence according to the perspective of Islamic philosophers and doi 10 61194 ijis v3i2 754
  1. #ilmu pengetahuan#ilmu pengetahuan
  2. #persepsi masyarakat#persepsi masyarakat
Read online
File size581.4 KB
Pages26
Short Linkhttps://juris.id/p-2YU
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test