IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran IslamAl-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam

Perpecahan dalam umat Islam memuncak pasca Perang Ṣiffīn, ketika proses Taḥkīm yang dimaksudkan untuk meredakan konflik antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abi Sufyan justru memicu perpecahan teologis. Penelitian ini berfokus pada bagaimana Taḥkīm mengalihkan perselisihan dari politik praktis menjadi perdebatan doktrinal yang melahirkan berbagai aliran sektarian. Tujuan studi ini adalah untuk mengkaji secara historis dan kritis peran Taḥkīm dalam lahirnya aliran-aliran seperti Khawārij, Syiah, Murjiʾah, dan aliran teologis lainnya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis dokumen klasik dan literatur akademik kontemporer yang membahas konteks sosial-politik, proses arbitrase, serta respons kelompok-kelompok setelah Taḥkīm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arbitrase ini tidak hanya menyelesaikan sengketa militer, tetapi juga menjadi pemicu terbentuknya struktur pemikiran Islam yang terfragmentasi. Implikasi dari studi ini menekankan pentingnya membaca ulang sejarah konflik internal Islam dengan cara yang objektif dan inklusif, agar umat dapat belajar dari pengalaman masa lalu, menjaga persatuan, dan menghindari politisasi agama yang dapat merusak ukhuwwah.

Peristiwa tahkim pada tahun 37 H/657 M menghentikan konflik politik dan melahirkan perpecahan teologis yang menghasilkan sekte‑sekten seperti Khawarij, Syiah, serta Murjiah.Tahkim tidak hanya menyelesaikan perselisihan antara Ali bin Abi Talib dan Muawiyah bin Abi Sufyan, tetapi juga memicu fragmentasi pemikiran Islam dengan masing‑masing kelompok mengembangkan otoritas keagamaan yang bersaing.Oleh karena itu, umat Islam harus menelaah peristiwa ini secara objektif dengan menerapkan prinsip al‑ʿadl dan al‑insāf, serta mengingat para sahabat sebagai teladan dalam mencari solusi terbaik, guna mencegah sekularisme dan memperkuat persatuan.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti secara komparatif bagaimana proses tahkim memengaruhi perkembangan doktrin hukum Islam pada tiap sekte, dengan menganalisis teks klasik dan sumber kontemporer untuk mengidentifikasi perbedaan interpretasi. Selain itu, penting untuk mengkaji pengaruh narasi politik dalam konflik sektarian modern, menghubungkan pola-pola historis tahkim dengan contoh kasus di kawasan tertentu, sehingga dapat dipahami kesinambungan dinamika politik‑agama hingga kini. Selanjutnya, penggunaan metode analisis jaringan kuantitatif dapat memetakan hubungan antar kelompok sekte awal serta aliran pemikiran mereka selama berabad‑abad, membantu mengungkap jalur penyebaran ideologi dan identifikasi titik kritis perubahan. Penelitian-penelitian ini akan memperkaya pemahaman tentang akar historis sektarianisme dan memberikan dasar ilmiah bagi upaya rekonsiliasi serta kebijakan pemeliharaan persatuan umat Islam.

  1. Ahlul Bait Nabi Noble's Characters as Inspiration in Educational Management | Sinergi International... doi.org/10.61194/ijis.v3i2.742Ahlul Bait Nabi Nobles Characters as Inspiration in Educational Management Sinergi International doi 10 61194 ijis v3i2 742
  2. Eksplorasi Sekte Khawarij Dan Impresinya Terhadap Ajaran Islam | Jurnal Budi Pekerti Agama Islam. eksplorasi... doi.org/10.61132/jbpai.v2i2.224Eksplorasi Sekte Khawarij Dan Impresinya Terhadap Ajaran Islam Jurnal Budi Pekerti Agama Islam eksplorasi doi 10 61132 jbpai v2i2 224
  1. #studi pustaka#studi pustaka
  2. #membaca al qur'an#membaca al qur'an
Read online
File size776.88 KB
Pages19
Short Linkhttps://juris.id/p-2YS
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test