IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran IslamAl-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam

Otentisitas dan penafsiran politik hadis al-sulṭān ẓillullāh fī al-arḍ masih menjadi perdebatan dalam kajian Islam, khususnya terkait penggunaannya dalam melegitimasi kekuasaan monarki. Penelitian ini bertujuan menelaah hadis tersebut melalui kritik isnād, kritik matan, dan analisis historis. Sumber utama yang digunakan meliputi Kitāb al-Sunnah karya Ibn Abī ʿĀṣim, Tahdhīb al-Tahdhīb karya Ibn Ḥajar al-ʿAsqalānī, Syuʿab al-Īmān karya al-Bayhaqī, serta metodologi sejarah Kuntowijoyo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perawi yang bermasalah, keberadaan banyak jalur periwayatan mengangkat hadis ini ke derajat ḥasan li-ghayrih. Dari sisi matan, kandungannya selaras dengan prinsip al-Qurʾān tentang keadilan (ʿadālah) dan musyawarah (shūrā), sehingga lebih tepat dipahami sebagai amanah kepemimpinan dan legitimasi bagi penguasa yang adil, bukan sakralisasi kekuasaan. Secara historis, peredaran hadis ini dari era Umayyah, Abbasiyah, hingga kesultanan Melayu-Indonesia menunjukkan fungsinya sebagai instrumen politik dalam menopang otoritas. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi pemikiran politik Islam dengan menegaskan bahwa hadis-hadis politik berfungsi bukan hanya sebagai teks normatif-religius, tetapi juga sebagai mekanisme legitimasi dan kritik terhadap kekuasaan. Penelitian mendatang disarankan menggunakan pendekatan historis-komparatif dan hermeneutis untuk menelaah lebih jauh peran hadis politik, baik dalam pemerintahan Islam klasik maupun dalam konteks kontemporer.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa hadis al‑sulṭān ẓillullāh fī al‑arḍ memperoleh status ḥasan li‑ghayrih melalui rantai periwayatan yang saling menguatkan, dengan maknanya selaras dengan prinsip Qurʾān tentang keadilan (ʿadālah) dan musyawarah (shūrā).Secara historis, penerapan hadis tersebut sejak masa Umayyah dan Abbasiyah hingga kesultanan Melayu‑Indonesia menunjukkan perannya sebagai instrumen teologis dan politik dalam melegitimasi kekuasaan.Secara teoretis, penelitian ini menunjukkan bahwa hadis‑hadis politik tidak hanya berfungsi sebagai teks normatif‑religius, melainkan juga sebagai kerangka diskursif untuk membangun dan mengkritik otoritas politik, dan menyarankan studi lanjutan dengan metodologi komparatif‑hermeneutik untuk menelaah relevansinya dalam tata pemerintahan Islam klasik serta pemikiran politik kontemporer.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana hadis al‑sulṭān ẓillullāh fī al‑arḍ dipakai dalam wacana politik kontemporer di Asia Tenggara, khususnya melalui analisis media, pidato politik, dan kurikulum pendidikan, untuk memahami dampaknya pada persepsi kepemimpinan. Selain itu, diperlukan studi kritis terhadap rantai isnād yang mencakup transmitter‑transmitter yang belum banyak diteliti dalam manuskrip regional, dengan harapan dapat menemukan jalur periwayatan tambahan yang mungkin mengangkat hadis tersebut ke status ṣaḥīḥ. Selanjutnya, sebuah kajian komparatif‑hermeneutik antara tradisi Sunni dan Syīʿī mengenai konsep “bayangan Allah dapat menyingkap perbedaan interpretasi dan implikasinya terhadap konsep akuntabilitas politik modern, sehingga memberikan wawasan baru bagi pemikiran politik Islam yang lebih inklusif.

  1. Islamic Political Theory during the Abbasid Government and its Implications Toward Education - EUDL.... eudl.eu/doi/10.4108/eai.18-11-2020.2311803Islamic Political Theory during the Abbasid Government and its Implications Toward Education EUDL eudl eu doi 10 4108 eai 18 11 2020 2311803
  2. Types of Hadiths that have been Weak by Hadith Scholars in Terms of the Authenticity of the Chain of... doi.org/10.61707/yykf0g32Types of Hadiths that have been Weak by Hadith Scholars in Terms of the Authenticity of the Chain of doi 10 61707 yykf0g32
  3. The Triumph of Ruler: Islam and Statecraft in Pre-Colonial Malay-Archipelago | Burhanudin | Al-Jami'ah:... doi.org/10.14421/ajis.2017.551.211-240The Triumph of Ruler Islam and Statecraft in Pre Colonial Malay Archipelago Burhanudin Al Jamiah doi 10 14421 ajis 2017 551 211 240
  1. #politik islam#politik islam
  2. #fs non#fs non
Read online
File size724.73 KB
Pages18
Short Linkhttps://juris.id/p-2YP
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test