UINUIN
AHKAM : Jurnal Ilmu SyariahAHKAM : Jurnal Ilmu Syariah. Bahasan murtad hampir merata di seluruh korpus mengenai hukum Islam, baik dulu maupun sekarang. Konsep murtad kini menghadapi tantangan serius di tengah masyarakat yang mendukung kebebasan beragama. Masyarakat modern cenderung berpendirian bahwa pilihan seseorang untuk masuk atau keluar dari suatu agama adalah masalah privat yang tidak boleh diintervensi otoritas apapun. Sementara fikih Islam, terutama yang mainstream, lebih banyak mengkriminalkan orang murtad. Membuka seluruh argumen tentang konsep murtad adalah keniscayaan. Ada beberapa ayat Alquran yang membicarakan murtad dan ada beragam tafsir murtad yang dikemukakan para ulama. Ada ulama yang mengkriminalkan orang murtad dengan merujuk pada sebuah Hadis, tetapi ada juga ulama yang menolak memiliki bukti Hadis tersebut.
Pengertian murtad dalam Islam mengalami perluasan, mulai dari Alquran yang tidak memberikan definisi jelas hingga penafsiran dalam Hadis dan fikih.Sementara Alquran tidak menetapkan sanksi duniawi, Hadis menjadi dasar hukuman mati bagi murtad, yang diterima oleh sebagian ulama tradisional namun ditolak oleh ulama kontemporer.Beberapa sarjana modern, seperti Jamâl al‑Bannâ, Jawdat Said, dan M.Quraish Shihab, mengkritik atau menafsirkan kembali hukuman tersebut secara kontekstual.
Penelitian selanjutnya dapat melakukan survei empiris terhadap sikap umat Islam di Indonesia mengenai hukum murtad dan persepsi mereka tentang kesesuaiannya dengan jaminan kebebasan beragama konstitusional, sehingga menghasilkan data kuantitatif yang dapat memperkaya diskusi normatif. Selain itu, analisis komparatif terhadap regulasi apostasi di negara‑negara mayoritas Muslim yang telah mengintegrasikan standar hak asasi manusia dapat mengidentifikasi model kebijakan yang relevan bagi reformasi hukum di Indonesia. Terakhir, pengembangan kerangka yurisprudensi yang mengharmonisasikan prinsip Quranic la ikraha fi al‑din (tidak ada paksaan dalam agama) dengan interpretasi tradisional Hadis dapat dilakukan melalui pendekatan multidisipliner, menggabungkan kajian hukum Islam, sosiologi agama, dan teori hak asasi, untuk menghasilkan solusi yang kontekstual dan dapat diterapkan dalam sistem hukum nasional.
| File size | 295.37 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
STAI MIFDASTAI MIFDA , salah satunya hadis Sunan Abu Dawud No. 418 yang memberikan panduan pendidikan shalat dan adab anak secara bertahap. Hadis ini relevan untuk dikaji secara, salah satunya hadis Sunan Abu Dawud No. 418 yang memberikan panduan pendidikan shalat dan adab anak secara bertahap. Hadis ini relevan untuk dikaji secara
IAINPTKIAINPTK Berdasarkan hal itu maka diperlukan pendekatan nilai-nilai moderasi dalam implementasi fiqih arah kiblat, yang bertujuan fiqih penentuan arah kiblat dapatBerdasarkan hal itu maka diperlukan pendekatan nilai-nilai moderasi dalam implementasi fiqih arah kiblat, yang bertujuan fiqih penentuan arah kiblat dapat
UKIUKI Dengan multi series cell electrolyser, kita dapat menghasil gas Oxyhidrogen seberapapun yang kita inginkan dengan menambah jumlah cell sesuai dengan teganganDengan multi series cell electrolyser, kita dapat menghasil gas Oxyhidrogen seberapapun yang kita inginkan dengan menambah jumlah cell sesuai dengan tegangan
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Temuannya adalah bahwa ayat-ayat ibnu sabil, masuk dalam hierarki nilai kedua, yakni nilai fundamental (fundamental values). Kontekstualisasi ayat-ayatTemuannya adalah bahwa ayat-ayat ibnu sabil, masuk dalam hierarki nilai kedua, yakni nilai fundamental (fundamental values). Kontekstualisasi ayat-ayat
UINSATUUINSATU Masa depan konvergensi ini bergantung pada kekuatan organisasi sipil Islam yang pluralis dan peran aktif para intelektual yang menekankan kesamaan sertaMasa depan konvergensi ini bergantung pada kekuatan organisasi sipil Islam yang pluralis dan peran aktif para intelektual yang menekankan kesamaan serta
STIE DEWANTARASTIE DEWANTARA Namun masalahnya, tidak semua warga binaa siap untuk kembali terjun dimasyarakat karena harus memulai hidup dari awal, khususnya dibidang pekerjaan. MakaNamun masalahnya, tidak semua warga binaa siap untuk kembali terjun dimasyarakat karena harus memulai hidup dari awal, khususnya dibidang pekerjaan. Maka
STAINSTAIN Untuk menegakkan hak perempuan yang sejatinya dijamin Al-Quran, perlu penafsiran ulang teks agama yang lebih adil tanpa dipengaruhi bias patriarki. DekonstruksiUntuk menegakkan hak perempuan yang sejatinya dijamin Al-Quran, perlu penafsiran ulang teks agama yang lebih adil tanpa dipengaruhi bias patriarki. Dekonstruksi
STAINSTAIN Adapun tujuan dan manfaatnya adalah untuk mengetahui hukum atau aturan yang mengatur bagaimana hak dan kewajiban antara pewaris dan ahli waris yang berbedaAdapun tujuan dan manfaatnya adalah untuk mengetahui hukum atau aturan yang mengatur bagaimana hak dan kewajiban antara pewaris dan ahli waris yang berbeda
Useful /
STAI MIFDASTAI MIFDA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi lembaga pendidikan Islam dalam menginternalisasikan nilai-nilai multikultural melalui pembelajaran,Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi lembaga pendidikan Islam dalam menginternalisasikan nilai-nilai multikultural melalui pembelajaran,
APTKLHIAPTKLHI Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemetaan stakeholder dapat membantu pengambil keputusan menentukan strategi yang sesuai dengan pendekatan stakeholder.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemetaan stakeholder dapat membantu pengambil keputusan menentukan strategi yang sesuai dengan pendekatan stakeholder.
APTKLHIAPTKLHI Parameter yang diamati meliputi kemampuan hidup, pertumbuhan dan sifat kimia tanah. Sampai umur 24 bulan setelah tanam (BST), jabon menunjukkan tingkatParameter yang diamati meliputi kemampuan hidup, pertumbuhan dan sifat kimia tanah. Sampai umur 24 bulan setelah tanam (BST), jabon menunjukkan tingkat
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Nilai karakter peduli sosial muncul secara dominan melalui berbagai bentuk perilaku sosial seperti tolong menolong, setia kawan, dan gotong royong. FilmNilai karakter peduli sosial muncul secara dominan melalui berbagai bentuk perilaku sosial seperti tolong menolong, setia kawan, dan gotong royong. Film