CASCAS

Journal of Indonesian UlamaJournal of Indonesian Ulama

Artikel ini mengkaji bagaimana tradisi intelektual dan budaya lokal di Nusantara memengaruhi perkembangan sosio-kultural Islam Nusantara, dengan fokus pada peran ulama Nusantara dalam mengadaptasi dan menyebarkan ajaran Islam di tengah keberagaman budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah dan etnografi, yang mengeksplorasi tradisi intelektual ulama Nusantara dan merekonstruksi akar budaya lokal yang mendasarinya. Dalam analisis temuan, teori akulturasi Robert Redfield dan teori integrasi budaya Melford Spiro digunakan untuk memahami bagaimana ajaran Islam diterima, diadaptasi, dan dipraktikkan dalam masyarakat Nusantara, serta bagaimana nilai-nilai budaya lokal yang positif dipertahankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama Nusantara memainkan peran penting dalam melestarikan pengetahuan agama, hukum, sastra, sejarah, adat istiadat, pengobatan, serta aspek sosial, budaya, dan politik. Selain itu, budaya lokal yang diamati dalam masyarakat Muslim Nusantara saat ini adalah hasil dialektika antara teks syariah dan realitas budaya lokal. Ulama Nusantara tidak datang untuk mengubah doktrin Islam, melainkan untuk menemukan cara menyampaikan nilai-nilai Islam dalam konteks budaya yang beragam di Nusantara. Studi ini berargumen bahwa Islam Nusantara adalah tradisi dinamis yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam universal dengan tradisi lokal, menciptakan identitas Islam yang unik yang relevan dengan tantangan zaman sambil tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip dasar ajaran Islam.

Interaksi antara syariah dan tradisi lokal telah membentuk suatu tradisi Islam yang khas di Nusantara, di mana adat-istiadat yang baik dirangkul dan yang negatif ditolak, menunjukkan adaptabilitas Islam.Ulama Nusantara memainkan peran sentral dalam proses ini dengan mengintegrasikan ajaran Islam universal dengan nilai-nilai budaya lokal, mengembangkan tradisi intelektual yang unik melalui penerjemahan dan karya orisinal, serta menumbuhkan toleransi antaragama.Oleh karena itu, Islam Nusantara mewakili identitas yang dinamis dan terus berkembang, sebagaimana dijelaskan melalui teori akulturasi dan integrasi budaya, yang berhasil memadukan prinsip-prinsip Islam dengan konteks lokal yang beragam seraya mempertahankan doktrin fundamental.

Meskipun penelitian ini telah secara komprehensif menjelaskan peran ulama Nusantara dalam mengintegrasikan ajaran Islam dengan budaya lokal, masih terdapat beberapa celah yang menarik untuk ditelusuri lebih lanjut. Salah satu arah penelitian baru yang penting adalah menyelidiki secara mendalam mengapa beberapa praktik buruk seperti sihir hitam dan korupsi masih bertahan dan bahkan meluas di tengah masyarakat Muslim Nusantara, meskipun nilai-nilai Islam telah mengakar kuat. Pertanyaan penelitian dapat berfokus pada faktor-faktor sosio-kultural dan ekonomi yang memungkinkan kelangsungan praktik-praktik tersebut, serta bagaimana ulama kontemporer dan institusi keagamaan merespons tantangan ini dalam upaya dakwah dan pembinaan umat. Selain itu, studi ini memberikan gambaran umum tentang proses akulturasi dan integrasi di Nusantara. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat mengambil pendekatan studi kasus yang lebih terfokus pada kelompok etno-religius atau wilayah geografis tertentu di Nusantara yang kurang terjamah, misalnya di daerah pedalaman atau pulau-pulau terpencil, untuk memahami bagaimana proses adaptasi Islam dan budaya lokal berlangsung secara unik dan menghasilkan identitas Islam yang khas. Bagaimana dinamika interaksi antara teks syariah dan realitas budaya lokal terjadi di komunitas tersebut, serta apa saja manifestasi khas dari Islam mereka? Terakhir, dengan pesatnya perkembangan teknologi dan globalisasi, identitas Islam Nusantara terus berevolusi. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana tradisi intelektual dan pendekatan adaptif ulama Nusantara di masa lalu diinterpretasikan ulang atau menghadapi tantangan baru dalam konteks modern. Misalnya, bagaimana platform digital dan media sosial memengaruhi pemahaman generasi muda tentang Islam Nusantara, atau bagaimana gerakan-gerakan sosial keagamaan kontemporer berusaha membentuk kembali identitas tersebut di era disrupsi informasi? Dengan demikian, penelitian masa depan dapat memberikan pemahaman yang lebih kaya dan relevan tentang keberlanjutan dan adaptabilitas Islam Nusantara dalam menghadapi dinamika zaman.

  1. DOI Name 10.15408 Values. name values index type timestamp data serv crossref desc syarif hidayatullah... doi.org/10.15408DOI Name 10 15408 Values name values index type timestamp data serv crossref desc syarif hidayatullah doi 10 15408
  2. Islam Nusantara: Analisis Relasi Islam Dan Kearifan Lokal Budaya Madura | Al-Irfan : Journal of Arabic... ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alirfani/article/view/3589Islam Nusantara Analisis Relasi Islam Dan Kearifan Lokal Budaya Madura Al Irfan Journal of Arabic ejournal kopertais4 madura index php alirfani article view 3589
  1. #al islam#al islam
  2. #faktor budaya lokal#faktor budaya lokal
Read online
File size128.48 KB
Pages17
Short Linkhttps://juris.id/p-1Wd
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test