STPMATARAMSTPMATARAM

Journal Of Responsible TourismJournal Of Responsible Tourism

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan berbagai permasalahan terkait dengan Sarana dan Prasarana. Penelitian ini terdiri beberapa indikator, seperti toilet, ruang ganti pakaian, gazebo serta rumah makan yang belum di maksimal. Selain itu, jalan masuk ke Pantai Impos yang masih dalam kondisi rusak belum teraspal. Paska gempa tahun 2018 kemarin,sejauh ini kondisi dari sarana dan prsarana kawasan wisata pantai impos banyak yang mengalami kerusakan dan beberapa dintaranya masih terlihat kurang terawat dan juga lahan parkir yang kurang luas, ketika musim rame para pengunjung memakirkan mobil atau motor nya di kebun warga. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Strategi Pengembangan Sarana dan Prasarana di Daya Tarik Wisata Pantai Impos, mengetahui gambaran strategi EFAS dan IFAS dan mendeskripsikan faktor eksternal dan internal SWOT di Daya Tarik Wisata Pantai Impos dengan menggunakan matrik SWOT. Jenis penelitian merupakan deskriptif dengan data kualitatif dan metode survei. Teknik pemilihan yang digunakan Purposive Sampling.Teknik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara dan analisis SWOT. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini keseluruhan menunjukkan bahwa sarana (seperti toilet, ruang ganti pakaian, penginapan yang belum tersedia serta restoran yang belum di maksimal) dan Prasarana (Jalan) berpotensi untuk dikembangkan di Daya Tarik Wisata Pantai Impos Kabupaten Lombok Utara dilihat dari kekuatan dan peluang yaitu masih adanya lahan kosong, pemandangan yang asri selama perjalanan ke Daya Tarik Wisata Pantai Impos. Meskipun ada kelemahan dan ancaman yang terjadi seperti biaya yang cukup besar untuk dikembangkanan dan ancaman seperti kehilangan dan kerusakan pada kendaraan pengunjung. Sarana dan jika Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara dapat bekerja sama dengan baik bersama masyarakat sekitar daya tarik wisata dan juga Daya Tarik Wisata Pantai impos.

Faktor Internal yang menjadi kekuatan dalam pengembangan sarana dan prasarana Objek wisata pantai impos adalah.Tersedianya lahan untuk mengembangkan sarana toilet, Lahan yang masih tersedia di Pantia impos, Lahan yang masih tersedia di Pantia impos, Adanya bahan baku untuk membuat makanan khas daerah, Lokasinya asri dan alami.Faktor Internal yang menjadi kelemahan dalam pengembangan sarana dan prasarana di objek wisata pantai impos adalah.Terbatas nya anggaran biaya untuk mengembangkan sarana dan prasarana, Penyajian makanan yang hanya terkesan biasa saja, sumber air yang susah didapatkan dan juga berbenturan dengan lahan masyarakat.Faktor Eksternal yang menjadi peluang dalam pengembangan sarana prasarana di Objek wisata pantai impos adalah.Membuka lapangan kerja, Mengenalkan makanan khas kepada pengunjung yang datang berkunjung, meningkatkan perekonomian masyarakat, mempermudah untuk mempromosikan Objek wista pantai impos.Faktor Eksternal yang menjadi ancaman dalam pengembangan sarana prasarana di Objek wisata pantai impos adalah.Lokasi perkampungan minim penerangan di malam hari sehingga berpotensi rawan kejahatan, Kurang di minatinya makanan khas Lombok utara, Selera wisatawan yang berbeda-beda, Oknum pengunjung yang merusak dan mencoret-coret toilet dan pendopo/gazebo, Pengunjung yang kurang menjaga kebersihan, Hewan liar yang memasuki Puncak TonangResiko longsor karena terletak di dekat perbukitan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis sarana dan prasarana yang paling dibutuhkan oleh wisatawan di Desa Wisata Sasak Ende, dengan mempertimbangkan preferensi dan karakteristik wisatawan yang berbeda-beda. Hal ini dapat membantu pengelola desa wisata dalam memprioritaskan pengembangan sarana dan prasarana yang paling relevan dan efektif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pengelolaan sampah yang berkelanjutan di desa wisata, dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat dan memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan desa wisata, serta meningkatkan citra positif destinasi wisata. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi pengembangan produk wisata berbasis budaya lokal, seperti pelatihan kerajinan tangan, pertunjukan seni tradisional, atau kuliner khas desa wisata. Hal ini dapat meningkatkan daya tarik desa wisata bagi wisatawan, sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

  1. Identifikasi Kelengkapan Sarana dan Prasarana Pariwisata di Kebun Teh Jamus Kabupaten Ngawi | Istiqomah... journals.ums.ac.id/index.php/sinektika/article/view/10600Identifikasi Kelengkapan Sarana dan Prasarana Pariwisata di Kebun Teh Jamus Kabupaten Ngawi Istiqomah journals ums ac index php sinektika article view 10600
Read online
File size376.72 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test