IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI

Comm-EduComm-Edu

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Namun, pentingnya sektor ini belum diimbangi dengan kontribusi terhadap nilai Produk Domestik Bruto (PDB) yang relatif masih rendah bila dibandingkan dengan populasi pelaku UMKM sebanyak 99,9%. Program pendampingan UMKM menjadi program strategis dalam memberdayakan pelaku UMKM. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran pendamping UMKM terhadap peningkatan performa UMKM dengan dimediasi variabel Kemampuan manajerial UMKM. Pendekatan kuantitatif deskriptif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan angket dari 360 responden yang diambil dengan menggunakan pendekatan simple random sampling pada pelaku UMKM diwilayah Kota Bandung yang tergabung dalam Program Pendampingan UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung. Diperoleh hasil adanya pengaruh langsung secara signifikan peran pendamping terhadap kemampuan manajerial, adanya pengaruh signifikan peran pendamping terhadap performa UMKM, adanya pengaruh signifikan kemampuan manajerial terhadap performa UMKM, dan terdapat pengaruh mediasi dimana kemampuan manajerial berperan sebagai variabel mediasi yaitu memediasi pengaruh tidak langsung peran pendamping terhadap performa UMKM. Penelitian ini memberikan wawasan yang berguna bagi pemangku kebijakan dalam mengembangkan program pendampingan UMKM.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran pendamping memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap performa UMKM.Kemampuan manajerial UMKM juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap performa UMKM.Lebih lanjut, kemampuan manajerial berperan sebagai mediator signifikan dalam hubungan antara peran pendamping UMKM dan performa UMKM, menunjukkan bahwa pendampingan meningkatkan performa UMKM melalui peningkatan kemampuan manajerial.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi faktor-faktor lain yang dapat memoderasi hubungan antara peran pendamping, kemampuan manajerial, dan performa UMKM, seperti karakteristik pelaku UMKM (usia, pendidikan, pengalaman) atau karakteristik industri. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai mekanisme bagaimana pendampingan meningkatkan kemampuan manajerial UMKM, termasuk jenis pelatihan yang paling efektif dan strategi mentoring yang paling sesuai. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi dampak jangka panjang dari program pendampingan terhadap keberlanjutan UMKM dan kontribusinya terhadap perekonomian lokal, dengan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal seperti perubahan kebijakan pemerintah atau kondisi pasar yang fluktuatif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran pendampingan dalam pengembangan UMKM dan merumuskan kebijakan yang lebih efektif untuk mendukung pertumbuhan sektor ini.

Read online
File size229.45 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test