NEWINERANEWINERA
Journal La MedihealticoJournal La MedihealticoTibial fracture is a condition where the continuity of the bone is broken due to direct or indirect trauma. Tibial fractures are one of the most common types of lower extremity fractures throughout the world. Therefore, appropriate management strategies are needed to reduce the incidence of tibia fractures and the impacts they can cause. This research aims to determine the effect of implementing Mozart classical music therapy on pain in post-op patients with tibia fractures. A descriptive analytical literature review design was employed. Data was obtained through article search results using two electronic databases, namely Google Scholar and Garuda Portal, identifying 167 articles with a total sample size of 79 respondents. Analysis uses a map of extracted data in a grid synthesis table including author, year of publication, country, aim, sample, design, duration, results and research conclusions. The research demonstrates that Mozart classical music therapy has a significant effect on reducing pain in post-op patients with tibia fractures. It can be concluded that Mozart classical music therapy is effective in reducing pain in post-op patients with tibia fractures.
This literature review identified three studies demonstrating the effectiveness of Mozart classical music therapy in reducing pain intensity in post-operative tibia fracture patients.The studies showed a significant reduction in pain scores in the experimental groups compared to control groups, with statistically significant p-values indicating the positive impact of the therapy.These findings suggest that Mozarts classical music can be a valuable non-pharmacological intervention for managing post-operative pain.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menginvestigasi jenis musik klasik lain selain Mozart yang mungkin memiliki efek serupa dalam mengurangi nyeri pasca operasi. Studi komparatif dapat membandingkan efektivitas Mozart dengan komposer klasik lainnya, atau bahkan genre musik yang berbeda, untuk menentukan pendekatan musik yang paling optimal. Selain itu, penelitian yang lebih mendalam diperlukan untuk memahami mekanisme neurofisiologis yang mendasari efek analgesik dari terapi musik Mozart, misalnya dengan menggunakan teknik pencitraan otak untuk mengamati perubahan aktivitas otak selama mendengarkan musik. Terakhir, penelitian prospektif yang melibatkan jumlah peserta yang lebih besar dan desain studi yang lebih ketat, seperti uji klinis acak terkontrol, diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan menentukan protokol terapi musik yang paling efektif, termasuk durasi, frekuensi, dan waktu pemberian terapi yang optimal untuk memaksimalkan pengurangan nyeri pada pasien pasca fraktur tibia.
- Perdedaan Terapi Massage dan Terapi Relaksasi dalam Mengurangi Nyeri Persalinan di Bidan Praktik Swasta... doi.org/10.26630/jk.v8i1.243Perdedaan Terapi Massage dan Terapi Relaksasi dalam Mengurangi Nyeri Persalinan di Bidan Praktik Swasta doi 10 26630 jk v8i1 243
- Implementation of Mozart Classical Music Therapy for Pain in Post-Op Tibia Fracture Patients "Literature... newinera.com/index.php/JournalLaMedihealtico/article/view/907Implementation of Mozart Classical Music Therapy for Pain in Post Op Tibia Fracture Patients Literature newinera index php JournalLaMedihealtico article view 907
| File size | 417.39 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALKUJURNALKU Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan wawancara dengan dua orang narasumber dari pihak wajib pajak danMetode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan wawancara dengan dua orang narasumber dari pihak wajib pajak dan
INDOJOURNALPMRINDOJOURNALPMR This study aims to clarify the correlation between shoulder pain intensity and clinical variables, also to evaluate the efficacy of Goal Attainment ScalingThis study aims to clarify the correlation between shoulder pain intensity and clinical variables, also to evaluate the efficacy of Goal Attainment Scaling
UNISMUHUNISMUH Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, menggunakan sampel purposifDengan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, menggunakan sampel purposif
UNIRAYAUNIRAYA Jenis pengujian yang digunakan dalam proposisi ini adalah strategi eksplorasi hukum yang mengatur yang pada dasarnya menyinggung suatu pengaturan, khususnyaJenis pengujian yang digunakan dalam proposisi ini adalah strategi eksplorasi hukum yang mengatur yang pada dasarnya menyinggung suatu pengaturan, khususnya
UNIRAYAUNIRAYA Namun, penyelesaian ini dinilai belum efektif karena kurangnya kepastian hukum akibat belum dibukukannya ketentuan adat tersebut, yang berpotensi menyebabkanNamun, penyelesaian ini dinilai belum efektif karena kurangnya kepastian hukum akibat belum dibukukannya ketentuan adat tersebut, yang berpotensi menyebabkan
UNIRAYAUNIRAYA Jenis pemeriksaan yang digunakan adalah mengatur eksplorasi yang sah dengan menggunakan metodologi hukum, pendekatan kasus, dan metodologi ilmiah. BahanJenis pemeriksaan yang digunakan adalah mengatur eksplorasi yang sah dengan menggunakan metodologi hukum, pendekatan kasus, dan metodologi ilmiah. Bahan
UNIRAYAUNIRAYA Namun, hukuman yang dijatuhkan dinilai terlalu ringan dibandingkan ancaman pidana yang diatur dalam undang-undang, sehingga kurang memberikan efek jeraNamun, hukuman yang dijatuhkan dinilai terlalu ringan dibandingkan ancaman pidana yang diatur dalam undang-undang, sehingga kurang memberikan efek jera
NEWINERANEWINERA Variabel dominan yang mempengaruhi penerimaan sistem Rekam Medis Elektronik adalah variabel aspek sosial. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagaiVariabel dominan yang mempengaruhi penerimaan sistem Rekam Medis Elektronik adalah variabel aspek sosial. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai
Useful /
INDOJOURNALPMRINDOJOURNALPMR Secara keseluruhan, tempat duduk fungsional meningkatkan mobilitas dan partisipasi anak, meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian fungsional serta mengurangiSecara keseluruhan, tempat duduk fungsional meningkatkan mobilitas dan partisipasi anak, meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian fungsional serta mengurangi
INDOJOURNALPMRINDOJOURNALPMR Setelah menyelesaikan program, terjadi perbaikan pada KF, kebugaran otot, dan kesejahteraan psikologis, yang meningkatkan aktivitas harian, pekerjaan,Setelah menyelesaikan program, terjadi perbaikan pada KF, kebugaran otot, dan kesejahteraan psikologis, yang meningkatkan aktivitas harian, pekerjaan,
UNIAUNIA Selain itu, kesadaran aqidah masyarakat semakin kuat, ditandai dengan meningkatnya semangat ukhuwah, kepedulian sosial, dan pemahaman keagamaan yang lebihSelain itu, kesadaran aqidah masyarakat semakin kuat, ditandai dengan meningkatnya semangat ukhuwah, kepedulian sosial, dan pemahaman keagamaan yang lebih
UNIAUNIA Pendekatan ini dilakukan secara kolaboratif antara tim pengabdian, pemerintah desa, tokoh agama, dan lembaga pendidikan setempat. Hasil pengabdian menunjukkanPendekatan ini dilakukan secara kolaboratif antara tim pengabdian, pemerintah desa, tokoh agama, dan lembaga pendidikan setempat. Hasil pengabdian menunjukkan