INDOJOURNALPMRINDOJOURNALPMR
Indonesian Journal of Physical Medicine and RehabilitationIndonesian Journal of Physical Medicine and RehabilitationPendahuluan: Cerebral palsy merupakan gangguan permanen pada gerakan dan postur yang disebabkan oleh gangguan non‑progresif pada otak yang sedang berkembang. Spastik kuadriplegik adalah subtipe paling parah, memengaruhi keempat anggota badan serta batang tubuh, dan seringkali terkait dengan keterbatasan signifikan dalam mobilitas, postur, dan kemandirian fungsional. Anak dengan kondisi ini sering memerlukan dukungan postur khusus untuk meningkatkan stabilitas dan partisipasi dalam aktivitas sehari‑hari. Laporan kasus ini menjelaskan penggunaan tempat duduk fungsional untuk mengatasi ketidakstabilan postur pada seorang anak perempuan berusia 7 tahun dengan spastik kuadriplegik akibat cedera hipoksik‑iskemik perinatal. . . Presentasi Kasus: Program rehabilitasi multidisiplin diterapkan menggunakan sistem tempat duduk fungsional yang disesuaikan, dilengkapi dengan penopang batang lateral dan bantalan berlekuk untuk menstabilkan pelvis, batang tubuh, dan leher. Anak tersebut menunjukkan keterlambatan perkembangan global serta kesulitan duduk, berjalan, dan berbicara. Intervensi difokuskan pada optimalisasi penyelarasan postur, pengurangan pola gerakan abnormal, serta memfasilitasi mobilitas yang lebih aman dan partisipasi harian. Tantangan penempatan meliputi tonus otot yang meningkat secara signifikan, pola ekstensi kuat, dan gerakan tak sadar, yang memerlukan penyesuaian terus‑menerus pada konfigurasi tempat duduk. . . Diskusi: Meskipun terdapat tantangan tersebut, tempat duduk fungsional memberikan peningkatan stabilitas postur, memungkinkan anak tetap duduk lebih lama dengan penyelarasan yang lebih baik. Stabilitas yang meningkat mendukung kontrol motorik yang lebih baik dan meningkatkan partisipasi dalam rutinitas harian. Intervensi ini juga mengurangi beban pengasuh dengan memudahkan penanganan yang lebih aman selama aktivitas sehari‑hari. . . Kesimpulan: Tempat duduk fungsional merupakan tambahan yang efektif bagi rehabilitasi anak dengan spastik kuadriplegik. Ketika diintegrasikan ke dalam program multidisiplin yang disesuaikan, tempat duduk ini meningkatkan postur, mendukung mobilitas, dan memperbaiki partisipasi dalam aktivitas harian, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.
Untuk anak dengan cerebral palsy berat, khususnya pada tingkat GMFCS IV dan V, fungsi tempat duduk fungsional merupakan alat bantu penting yang meningkatkan kenyamanan, mencegah komplikasi sekunder seperti skoliosis, dislokasi pinggul, dan luka tekan, serta memastikan kesejajaran postur yang tepat.Dengan dukungan tilt‑in‑space, kemampuan recline, bantal kontur, dan penopang batang lateral, tempat duduk ini menstabilkan pelvis dan batang tubuh, sehingga memungkinkan anak, terutama yang bergantung pada pengasuh, memperoleh postur stabil yang mendukung partisipasi dalam aktivitas kognitif, makan, dan komunikasi.Secara keseluruhan, tempat duduk fungsional meningkatkan mobilitas dan partisipasi anak, meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian fungsional serta mengurangi beban pengasuh, terutama bila dipadukan dalam program rehabilitasi multidisiplin yang disesuaikan.
Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah utama: pertama, melakukan studi kohort dengan sampel yang lebih besar untuk mengevaluasi efek jangka panjang penggunaan tempat duduk fungsional pada anak dengan spastik kuadriplegik, termasuk pengukuran kualitas hidup, tingkat kemandirian, dan kejadian komplikasi sekunder; kedua, membandingkan berbagai desain tempat duduk fungsional (misalnya variasi dukungan lateral, sudut tilt‑in‑space, atau material bantalan) melalui uji coba terkontrol acak guna mengidentifikasi konfigurasi yang paling optimal untuk meningkatkan postur dan kontrol motorik; ketiga, meneliti integrasi teknologi sensorik (seperti sensor tekanan atau gerakan) ke dalam sistem tempat duduk untuk memungkinkan penyesuaian real‑time dan memantau respons postural anak, serta menilai apakah pendekatan ini dapat mempercepat kemajuan rehabilitasi dan mengurangi beban kerja pengasuh. Semua penelitian tersebut diharapkan memberikan bukti empiris yang kuat untuk menyempurnakan intervensi tempat duduk fungsional dalam program rehabilitasi multidisiplin.
| File size | 3.27 MB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSUMS Pemenuhan kebutuhan dasar anak autis di SLB Negeri 1 Makassar telah dilakukan secara komprehensif dan progresif sesuai hierarki kebutuhan Maslow. PeranPemenuhan kebutuhan dasar anak autis di SLB Negeri 1 Makassar telah dilakukan secara komprehensif dan progresif sesuai hierarki kebutuhan Maslow. Peran
PTTIPTTI Penelitian ini berfokus pada upaya untuk meningkatkan kebiasaan menyikat gigi pada anak-anak muda melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bagianPenelitian ini berfokus pada upaya untuk meningkatkan kebiasaan menyikat gigi pada anak-anak muda melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bagian
UnwahasUnwahas Studi potong lintang melibatkan 50 penderita asma Rumah Sakit Umum Daerah ST berusia 18-65 tahun. Kuesioner Tes Pengendalian Asma (ACT), dan kualitas hidupStudi potong lintang melibatkan 50 penderita asma Rumah Sakit Umum Daerah ST berusia 18-65 tahun. Kuesioner Tes Pengendalian Asma (ACT), dan kualitas hidup
KAMPUSMELAYUKAMPUSMELAYU Berdasarkan hasil penelitian, E-Money memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Promosi memiliki pengaruh positif dan signifikanBerdasarkan hasil penelitian, E-Money memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Promosi memiliki pengaruh positif dan signifikan
UM-SORONGUM-SORONG UNICEF memiliki peran penting dalam membangun masa depan yang sehat melalui air bersih. Program WASH UNICEF telah meningkatkan akses air bersih dan sanitasiUNICEF memiliki peran penting dalam membangun masa depan yang sehat melalui air bersih. Program WASH UNICEF telah meningkatkan akses air bersih dan sanitasi
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Analisis regresi berganda mengungkapkan bahwa baik kesejahteraan spiritual maupun perawatan diri secara signifikan memengaruhi kualitas hidup (R² = 0,72;Analisis regresi berganda mengungkapkan bahwa baik kesejahteraan spiritual maupun perawatan diri secara signifikan memengaruhi kualitas hidup (R² = 0,72;
IAI ALZAYTUNIAI ALZAYTUN Hasil penelitian menunjuk bahwa pengembangan SDM panti sangat tersistem dan terjadwal dengan baik sehingga mendapatkan perhatian oleh pihak pemerintah.Hasil penelitian menunjuk bahwa pengembangan SDM panti sangat tersistem dan terjadwal dengan baik sehingga mendapatkan perhatian oleh pihak pemerintah.
UNILAUNILA Penambahan jumlah individu rusa di dalam penangkaran menandakan terjadinya peningkatan populasi rusa. Salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan populasiPenambahan jumlah individu rusa di dalam penangkaran menandakan terjadinya peningkatan populasi rusa. Salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan populasi
Useful /
UMSUMS Pengobatan DM tipe 2 dapat menggunakan obat hipoglikemik oral, namun terkadang menimbulkan efek samping yang signifikan. Ekstrak daun sirih merah merupakanPengobatan DM tipe 2 dapat menggunakan obat hipoglikemik oral, namun terkadang menimbulkan efek samping yang signifikan. Ekstrak daun sirih merah merupakan
UMSUMS Ada peningkatan pengetahuan responden tentang upaya meningkatkan kualitas hidup pasien DM setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang faktor risikoAda peningkatan pengetahuan responden tentang upaya meningkatkan kualitas hidup pasien DM setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang faktor risiko
UNILAUNILA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan keanekaragaman jenis amfibi (ordo Anura) berdasarkan tipe habitat yang berbeda serta mengidentifikasiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan keanekaragaman jenis amfibi (ordo Anura) berdasarkan tipe habitat yang berbeda serta mengidentifikasi
UNILAUNILA Kulit pisang dapat dijadikan bahan baku kertas alternatif melalui proses oksemi-dan bleaching. Kertas yang dihasilkan memiliki kekuatan cukup untuk keperluanKulit pisang dapat dijadikan bahan baku kertas alternatif melalui proses oksemi-dan bleaching. Kertas yang dihasilkan memiliki kekuatan cukup untuk keperluan