INDOJOURNALPMRINDOJOURNALPMR
Indonesian Journal of Physical Medicine and RehabilitationIndonesian Journal of Physical Medicine and RehabilitationIntroduction: Hemiplegic shoulder pain (HSP) is a frequent complication in stroke survivors, negatively impacting rehabilitation and overall quality of life. HSP can make it hard to do everyday things, which can make patient anxious, stressed, and depressed because of muscle pain, spasticity, and less ability to do things. This study aims to clarify the correlation between shoulder pain intensity and clinical variables, also to evaluate the efficacy of Goal Attainment Scaling (GAS) in facilitating patients achievement of rehabilitation goals following intervention.. . Methods: This cross-sectional study collected data from post-stroke patients with HSP at the Neurorehabilitation Department of Hasan Sadikin Hospital over a one-year period. The demographics of the patients (age, sex), clinical measure such as Range of Motion (ROM), Motor Assessment Scale (MAS), Brunnstrom stage, Manual Muscle Test (MMT), Depression Anxiety Stress Scales (DASS), Scale of Pain Intensity (SPIN), and Goal Attainment Scaling (GAS), were carefully recorded.. . Results: Pain during movement was considerably greater than pain at rest (3.3±0.9 vs 3.0±1.3; p<0.05). GAS analysis indicated improvements following to the rehabilitation program (37.2±0.44 vs 52.6±0.4; p<0.05). A significant correlation was identified only in DASS Depression scores (r=0.55; p<0.05), when other variables shown no significant correlation.
Hemiplegic shoulder pain (HSP) demonstrates greater intensity during movement and a moderate correlation with depression.A significant enhancement in Goal Attainment Scaling (GAS) scores following intervention confirms the crucial role of goal-oriented rehabilitation in improving functional outcomes for post-stroke HSP patients.Further research with larger sample sizes is recommended to strengthen the statistical correlations among clinical variables.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dengan melibatkan jumlah partisipan yang lebih besar diperlukan untuk memperkuat korelasi statistik antara variabel klinis dan intensitas nyeri bahu hemiplegia. Kedua, studi komparatif yang membandingkan efektivitas intervensi rehabilitasi yang berbeda, seperti terapi manual, latihan penguatan, dan stimulasi saraf, dapat memberikan wawasan tentang pendekatan pengobatan yang paling optimal. Ketiga, penelitian prospektif yang melacak perkembangan pasien dalam jangka waktu yang lebih lama akan membantu memahami dampak jangka panjang dari rehabilitasi berbasis tujuan terhadap kualitas hidup dan fungsi fisik pasien pasca-stroke dengan nyeri bahu hemiplegia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi rehabilitasi yang lebih efektif dan personalisasi untuk meningkatkan hasil klinis pasien.
| File size | 364.96 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIKOMUNIKOM Tujuan utama pembuatan sistem ini adalah untuk membuat alat monitoring kesehatan jarak jauh yang mudah diakses melalui website, terutama untuk pasien yangTujuan utama pembuatan sistem ini adalah untuk membuat alat monitoring kesehatan jarak jauh yang mudah diakses melalui website, terutama untuk pasien yang
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Dua puluh empat siswa menjadi sampel, dan mereka dibagi menjadi dua kelompok: kelompok mengunyah pir madu dan kelompok mengunyah apel fuji. Untuk penelitianDua puluh empat siswa menjadi sampel, dan mereka dibagi menjadi dua kelompok: kelompok mengunyah pir madu dan kelompok mengunyah apel fuji. Untuk penelitian
INDOJOURNALPMRINDOJOURNALPMR Satu studi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada FVC (3,77 ± 0,30) dan FEV1 (3,13 ± 0,54) setelah latihan (p < 0,05). Kesimpulan penelitian iniSatu studi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada FVC (3,77 ± 0,30) dan FEV1 (3,13 ± 0,54) setelah latihan (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini
INDOJOURNALPMRINDOJOURNALPMR Pendahuluan: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan individu lanjut usia sebagai seseorang yang berusia 65 tahun atau lebih. Seiring bertambahnyaPendahuluan: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan individu lanjut usia sebagai seseorang yang berusia 65 tahun atau lebih. Seiring bertambahnya
SAINTISPUBSAINTISPUB Subjek penelitian terdiri dari guru dan staf PAUD yang terlibat langsung dalam pembelajaran inklusif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesionerSubjek penelitian terdiri dari guru dan staf PAUD yang terlibat langsung dalam pembelajaran inklusif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner
UNESAUNESA 6 kg to 69. 5 kg (p = 0. 003) and a decrease in BMI from 29. 9 kg/m² to 28. 2 kg (p = 0. 003). Meanwhile, the control group also experienced weight and6 kg to 69. 5 kg (p = 0. 003) and a decrease in BMI from 29. 9 kg/m² to 28. 2 kg (p = 0. 003). Meanwhile, the control group also experienced weight and
UMUM Interest was measured using a questionnaire administered to the experimental and control classes. The research results indicate that the interest of theInterest was measured using a questionnaire administered to the experimental and control classes. The research results indicate that the interest of the
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Kegiatan yang dilakukan dalam analisis data dimulai dengan reduksi data, display data, dan yang terakhir adalah penarikan kesimpulan atau verifikasi. HasilKegiatan yang dilakukan dalam analisis data dimulai dengan reduksi data, display data, dan yang terakhir adalah penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil
Useful /
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Artikel ini bertujuan untuk membahas pandangan aliran filsafat progresivisme terhadap Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah studi pustaka denganArtikel ini bertujuan untuk membahas pandangan aliran filsafat progresivisme terhadap Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Percakapan santai antara dua pembicara, meskipun memiliki keseimbangan giliran, sebagian besar didominasi oleh pembicara pertama, karena ia menghasilkanPercakapan santai antara dua pembicara, meskipun memiliki keseimbangan giliran, sebagian besar didominasi oleh pembicara pertama, karena ia menghasilkan
UMUM Data dianalisis menggunakan SPSS 25. Hasil menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan siswa bersifat moderat, hambatan relatif rendah, dan upaya untuk tetapData dianalisis menggunakan SPSS 25. Hasil menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan siswa bersifat moderat, hambatan relatif rendah, dan upaya untuk tetap
UMUM This was ex post facto research which used a vocabulary learning strategy questionnaire to collect the data. To answer research questions, the collectedThis was ex post facto research which used a vocabulary learning strategy questionnaire to collect the data. To answer research questions, the collected