IWIIWI

jurnal widyaiswara indonesiajurnal widyaiswara indonesia

Pengembangan profesional guru merupakan elemen penting bagi peningkatan kualitas pendidikan di sebuah negara. Kebijakan pendidikan yang tumpang tindih dengan pengembangan profesional guru sering membuat program tersebut tidak efektif. Penelitian Worldbank menunjukkan bahwa guru di negara berpendapatan rendah-menengah mengalami kesulitan dalam keterampilan pedagogis di kelas. Di Indonesia, kualitas guru dinilai masih rendah dan pemerintah dianggap gagal melakukan reformasi karena kendala sistemik pada program pengembangan profesional guru yang cenderung hanya berganti istilah. Artikel ini mengulas Program Pendidikan Guru Penggerak sebagai kebijakan baru dalam pengembangan profesional guru di era Merdeka Belajar. Reviu dilakukan berdasarkan kerangka Desimone (2009) dan Darling-Hammond (2017). Hasil menunjukkan bahwa rancangan PGP memenuhi fitur inti pengembangan profesional guru yang efektif, seperti fokus pada kepemimpinan murid, pembelajaran aktif, koherensi kebijakan, durasi panjang, serta upaya mewujudkan komunitas praktisi. PGP menunjukkan keterhubungan yang memadai dan mendorong perubahan paradigma pembelajaran yang berpihak pada murid.

Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) menunjukkan kesesuaian dengan fitur utama pengembangan profesional guru yang efektif menurut kerangka Desimone (2009) dan Darling-Hammond (2017).Rancangan PGP mendukung perubahan mendasar dalam paradigma pembelajaran dengan menempatkan murid sebagai pusat dan mewujudkan kepemimpinan murid.Pelaksanaan proyek aksi nyata yang didampingi oleh pengajar praktik serta penguatan melalui lokakarya memberikan kontribusi dalam mewujudkan pembelajaran yang berdampak bagi siswa di kelas.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas PGP berbeda antara guru yang berasal dari daerah perkotaan dan pedesaan, mengingat perbedaan akses infrastruktur dan sumber daya, untuk memahami sejauh mana model blended learning mampu menjangkau semua guru secara merata. Kedua, penting untuk mengkaji dampak jangka panjang PGP terhadap karier guru, khususnya setelah mereka memperoleh sertifikasi, seperti apakah mereka benar-benar lebih aktif memimpin perubahan di sekolah atau membentuk komunitas belajar secara berkelanjutan. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang efektivitas modul pembelajaran sosial-emosional dalam PGP dari perspektif siswa, dengan melihat perubahan sikap, keterlibatan, dan kesejahteraan emosional siswa di kelas guru peserta PGP, sehingga dapat diketahui kontribusi langsung program ini terhadap pengalaman belajar peserta didik.

  1. "Education Policy and Professional Development" by Linda E. Martin, Sherry Kragler et al..... scholarworks.waldenu.edu/jerap/vol7/iss1/5Education Policy and Professional Development by Linda E Martin Sherry Kragler et al scholarworks waldenu edu jerap vol7 iss1 5
  2. 0. pdf obj endobj font procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group tabs ko eq wg... e-iji.net/dosyalar/iji_2019_2_11.pdf0 pdf obj endobj font procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group tabs ko eq wg e iji dosyalar iji 2019 2 11 pdf
  3. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/a0032583APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 a0032583
  4. Structures of Cationized Proline Analogues:  Evidence for the Zwitterionic Form | The Journal... pubs.acs.org/doi/10.1021/jp0466800Structures of Cationized Proline Analogues AO Evidence for the Zwitterionic Form The Journal pubs acs doi 10 1021 jp0466800
Read online
File size413.44 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test