UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)Shin splints adalah suatu keadaan dimana terjadi rasa nyeri di tungkai bawah, di sepanjang tulang kering sisi dalam. Keluhan ini secara prevalensi lebih sering ditemui dan berkaitan dengan kegiatan olahraga. Nyeri ini muncul akibat suatu proses inflamasi pada otot, tendon, dan tulang kering, yaitu di tempat perlekatan otot pada tulang. Shin splints terjadi karena adanya beban berlebihan yang repetitif pada tulang kering dan jaringan ikat yang melekatkan otot ke tulang, sehingga menyebabkan gangguan fungsional pada penderita atau atlet khususnya. Tujuan: Untuk mengetahui efek pemberian kombinasi modalitas fisioterapi dalam menangani pasien dengan kasus shin splint. Studi Kasus: Pasien mengeluhkan nyeri pada betis bagian dalam kaki kiri dari 3 minggu lalu yang dirasakan setelah bermain basket selama 1,5 jam pada lantai kayu dan berlari setengah mil di salah satu stadium di Bali. Setelah berlari, pasien mengeluhkan nyeri kaki kiri selama kurang lebih 1 jam setelah berhenti beraktivitas, Lari lebih dari 10 menit memperparah rasa nyeri. Pasien biasanya bermain basket sebanyak 5 kali seminggu (sekitar 1 jam). Kondisi saat ini masih dalam tahap rehabilitasi pemulihan. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan fisioterapis, pemeriksaan Tes Palpasi Shin mendapatkan hasil positif nyeri. Program intervensi yang diberikan adalah pemberian Ultrasound (US), TENS, dan terapi latihan. Hasil: Setelah pemberian intervensi sebanyak 2 kali terjadi penurunan nyeri dan peningkatan kemampuan fungsional pada pasien.
Dengan mengetahui proses dari wound healing seperti tendon, otot khususnya maka dapat disesuaikan exercise yang diberikan agar tidak menimbulkan cedera kembali.Oleh karena itu dengan pemberian intervensi mulai dari fase akut, sub akut dan kronis maka dapat mencapai goals yang diharapkan.Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan penuruan rasa nyeri dan bertambahnya lingkup gerak sendi pemederita shin splint setelah diberikan intervensi latihan sesuai fase penderita.
Penelitian ini menunjukkan hasil positif dalam penanganan shin splint pada satu atlet basket. Untuk memperkuat temuan ini dan memberikan manfaat yang lebih luas, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan penelitian dengan jumlah peserta yang lebih banyak, melibatkan berbagai atlet dengan kasus shin splint serupa. Dengan populasi studi yang lebih besar, kita dapat mengidentifikasi apakah kombinasi intervensi fisioterapi yang diberikan di sini efektif secara umum, tidak hanya pada satu individu. Ini juga memungkinkan perbandingan dengan kelompok kontrol atau metode penanganan lain, sehingga kita bisa lebih yakin tentang efektivitasnya. Kedua, studi ini menerapkan beberapa modalitas fisioterapi secara bersamaan (Ultrasound, TENS, dan latihan). Penting untuk memahami kontribusi spesifik dari setiap komponen intervensi. Oleh karena itu, penelitian di masa depan bisa dirancang untuk membandingkan efektivitas masing-masing modalitas secara terpisah atau dalam kombinasi yang berbeda. Ini akan membantu para fisioterapis dalam merancang program terapi yang paling efisien dan tepat sasaran. Terakhir, meskipun penelitian ini menunjukkan penurunan nyeri dan peningkatan fungsi dalam jangka pendek, belum jelas bagaimana dampak intervensi ini dalam jangka panjang. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada evaluasi efektivitas terapi dalam mempertahankan hasil positif serta mencegah kekambuhan shin splint dalam periode waktu yang lebih lama. Selain itu, pengembangan dan evaluasi program pencegahan, seperti program latihan penguatan dan peregangan khusus yang dapat dilakukan atlet sebelum atau selama musim pertandingan, juga merupakan area yang penting untuk diteliti. Penelitian semacam ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang penanganan shin splint.
- JCDR - Anterior knee pain, Athletic performance, Jumpers knee, Patellar tendon, Sclerosing injection.... jcdr.net/article_fulltext.asp?issn=0973-709x&year=2018&volume=12&issue=5&page=YE01&issn=0973-709x&id=11605JCDR Anterior knee pain Athletic performance Jumpers knee Patellar tendon Sclerosing injection jcdr article fulltext asp issn 0973 709x year 2018 volume 12 issue 5 page YE01 issn 0973 709x id 11605
- Ankle and toe muscle strength characteristics in runners with a history of medial tibial stress syndrome... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1186/s13047-017-0197-2Ankle and toe muscle strength characteristics in runners with a history of medial tibial stress syndrome onlinelibrary wiley doi 10 1186 s13047 017 0197 2
- 0. pdf obj acroform ocproperties ocgs metadata endobj extgstate procset text imageb imagec imagei xobject... doi.org/10.21275/sr247130001250 pdf obj acroform ocproperties ocgs metadata endobj extgstate procset text imageb imagec imagei xobject doi 10 21275 sr24713000125
| File size | 204.8 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKES YRSDSSTIKES YRSDS Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan rekam medis elektronik merupakan variabel mediator antara keterikatan kerja dengan pendokumentasian klaimHasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan rekam medis elektronik merupakan variabel mediator antara keterikatan kerja dengan pendokumentasian klaim
STIKES YRSDSSTIKES YRSDS Hasil menunjukkan kelemahan dalam kebijakan formal, hak akses, autentikasi, dan pelaporan insiden. FMEA mengidentifikasi sepuluh subproses dengan nilaiHasil menunjukkan kelemahan dalam kebijakan formal, hak akses, autentikasi, dan pelaporan insiden. FMEA mengidentifikasi sepuluh subproses dengan nilai
STIKES YRSDSSTIKES YRSDS Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan wajib menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME), namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, terutamaSeluruh fasilitas pelayanan kesehatan wajib menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME), namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama
SUBSETSUBSET Penyakit diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahun termasuk di Indonesia. Deteksi dini dan klasifikasiPenyakit diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahun termasuk di Indonesia. Deteksi dini dan klasifikasi
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Implementasi model selama tiga bulan menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan obat yang rasional, penurunan kejadian medication error hinggaImplementasi model selama tiga bulan menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan obat yang rasional, penurunan kejadian medication error hingga
TRI GUNA DHARMATRI GUNA DHARMA Penyakit ini disebabkan karena gaya hidup yang kurang sehat, seperti konsumsi fast food yang berlebihan, makanan yang tidak higienis atau makanan yangPenyakit ini disebabkan karena gaya hidup yang kurang sehat, seperti konsumsi fast food yang berlebihan, makanan yang tidak higienis atau makanan yang
TRI GUNA DHARMATRI GUNA DHARMA Berdasarkan hal tersebut diusulkan solusi berupa sistem pakar diagnosa gejala penyakit ibu hamil, menggunakan metode Teorema Bayes yang dapat membantuBerdasarkan hal tersebut diusulkan solusi berupa sistem pakar diagnosa gejala penyakit ibu hamil, menggunakan metode Teorema Bayes yang dapat membantu
URINDOURINDO Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) terbukti efisien dan hemat biaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan meningkatkan aksesibilitasImplementasi Rekam Medis Elektronik (RME) terbukti efisien dan hemat biaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan meningkatkan aksesibilitas
Useful /
IAINFMPAPUAIAINFMPAPUA Permasalahan utama terletak pada rendahnya pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun dan menerapkan instrumen asesmen HOTS yang sesuai dengan karakteristikPermasalahan utama terletak pada rendahnya pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun dan menerapkan instrumen asesmen HOTS yang sesuai dengan karakteristik
SUBSETSUBSET Dataset yang digunakan adalah Indian Liver Patient Dataset (ILPD) yang terdiri dari 583 entri. Penelitian mengikuti pendekatan CRISP-DM dan menerapkanDataset yang digunakan adalah Indian Liver Patient Dataset (ILPD) yang terdiri dari 583 entri. Penelitian mengikuti pendekatan CRISP-DM dan menerapkan
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Pengujian data dilakukan dengan metode Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Kemudahan Penggunaan memiliki pengaruhPengujian data dilakukan dengan metode Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Kemudahan Penggunaan memiliki pengaruh
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin dengan model transaksional di era digital masih cenderung belum berdampak baik bagi kinerjaKesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin dengan model transaksional di era digital masih cenderung belum berdampak baik bagi kinerja