UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI

Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)

Piutang usaha merupakan bagian penting dari asset lancar. Piutang usaha adalah tagihan Perusahaan kepada konsumen yang melakukan transaksi secara kredit. Perusahaan biasanya mengharapkan akan menerima kas dari transaksi tersebut dalam waktu 30-60 hari. Piutang usaha biasanya merupakan jenis tagihan yang paling signifikan dalam Perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan akuntansi piutang pada Four Star By Trans Hotel. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif deskriptif yang bersumber dari data sekunder. Dengan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa piutang tak tertagih dari beberapa pihak Company yang tidak membayar tepat waktu, namun bagian Account Receivable secara konsisten telah melakukan penagihan piutang ke pihak terkait dengan membuat Invoice yang nantinya akan dikirimkan kepada Company bersangkutan, serta telah menggunakan sistem pencatatan kas keluar dan masuk yang selalu dicatat agar mengetahui apakah pembayaran telah diterima atau belum.

Four Star By Trans Hotel telah melakukan penagihan piutang dengan cukup baik, meskipun data menunjukkan adanya piutang tak tertagih dan fluktuasi rasio selama periode penelitian.Sistem penagihan yang diterapkan oleh hotel dan kebijakan pembayaran maksimal 30 hari terbukti membantu meminimalkan risiko piutang tak tertagih.Selain itu, upaya konsisten dari bagian Account Receivable, termasuk komunikasi langsung dengan debitur, memperlihatkan dedikasi hotel dalam memastikan penerimaan pembayaran tepat waktu.

Untuk penelitian selanjutnya, sangat menarik untuk memperluas cakupan studi ini guna mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan piutang usaha di industri perhotelan. Salah satu arah penelitian bisa dengan melakukan studi komparatif yang membandingkan efektivitas strategi manajemen piutang di berbagai jenis hotel, seperti hotel bintang tiga, empat, dan lima, atau antar hotel di lokasi pariwisata yang berbeda. Perbandingan ini dapat mengidentifikasi praktik terbaik atau tantangan unik yang mungkin timbul di segmen hotel yang berbeda, sehingga memberikan wawasan yang lebih luas tentang adaptasi kebijakan kredit dan penagihan. Selain itu, perlu juga dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam akar permasalahan keterlambatan atau ketidakmampuan pembayaran dari pihak klien korporat. Dengan mewawancarai staf Account Receivable hotel serta perwakilan dari perusahaan yang memiliki piutang tak tertagih, peneliti dapat memahami kendala operasional, masalah arus kas, atau potensi perselisihan yang mendasari, yang kemudian dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan kredit yang lebih preventif dan efektif. Terakhir, eksplorasi terhadap penerapan teknologi canggih dalam pengelolaan piutang, seperti sistem peringatan dini berbasis data, otomatisasi pengiriman faktur dan pengingat, atau penggunaan analisis prediktif untuk penilaian risiko kredit, akan menjadi relevan. Penelitian ini dapat mengukur dampak implementasi solusi digital tersebut terhadap penurunan rasio piutang tak tertagih dan peningkatan efisiensi proses penagihan di sektor perhotelan, menawarkan pendekatan inovatif untuk tantangan yang sudah ada.

  1. ANALISIS PENGENDALIAN INTERN PIUTANG USAHA UNTUK MEMINIMALKAN PIUTANG TAK TERTAGIH (BAD DEBT) PADA PT.WAHANA... ejournal.unikama.ac.id/index.php/JEKO/article/view/780ANALISIS PENGENDALIAN INTERN PIUTANG USAHA UNTUK MEMINIMALKAN PIUTANG TAK TERTAGIH BAD DEBT PADA PT WAHANA ejournal unikama ac index php JEKO article view 780
Read online
File size219.41 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test