UNIVSMUNIVSM

SINTESA: JURNAL SAINS & TEKNOLOGISINTESA: JURNAL SAINS & TEKNOLOGI

Pemanfaatan teknologi digital di Kalimantan menunjukkan potensi besar dalam memperkuat hubungan antara agama dan budaya di masyarakat multikultural. Perkembangan media digital seperti YouTube, Instagram, dan platform siaran langsung telah mempermudah penyebaran nilai-nilai keagamaan dan budaya, menghubungkan komunitas lintas daerah, bahkan lintas negara. Fenomena ini terlihat pada tradisi keagamaan seperti Haul Guru Sekumpul yang dapat diakses secara luas dan mendorong apresiasi lintas budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui telaah literatur, observasi konten digital, dan analisis fenomena sosial-budaya yang berkembang di ruang daring masyarakat Kalimantan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital memperluas jangkauan nilai agama dan budaya, membuka dialog lintas agama dan budaya yang inklusif, merevitalisasi tradisi lokal, dan menghadapi tantangan seperti hoaks dan ujaran kebencian. Strategi harmonisasi mencakup pelatihan literasi digital, pengembangan platform kolaboratif lintas komunitas, serta produksi konten positif. Implementasi strategi ini secara konsisten dapat menjadikan ruang digital sebagai ekosistem inklusif yang menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menghormati perbedaan, merayakan keberagaman, dan memperkuat kohesi sosial di era globalisasi.

Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital di Kalimantan memiliki potensi besar dalam memperkuat hubungan antara agama dan budaya di masyarakat multikultural.Ruang daring dapat menjadi sarana strategis untuk memperluas jangkauan nilai-nilai agama dan budaya, menciptakan peluang dialog lintas agama dan budaya yang inklusif, serta merevitalisasi tradisi lokal.Namun, tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi identitas perlu diantisipasi melalui literasi informasi, etika komunikasi, dan pemahaman konteks sosial-budaya.Strategi yang terencana, inklusif, dan berkelanjutan, seperti peningkatan literasi digital, pengembangan platform kolaborasi lintas komunitas, dan produksi konten positif, dapat memastikan teknologi digital berfungsi sebagai jembatan harmonisasi.Dengan penerapan yang konsisten, ruang digital berpotensi menjadi ekosistem inklusif yang tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menghormati perbedaan, merayakan keberagaman, dan memperkuat kohesi sosial di era globalisasi.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan mengembangkan kajian dengan pendekatan kuantitatif dan studi komparatif antar wilayah guna memperdalam pemahaman tentang dinamika agama, budaya, dan teknologi digital dalam masyarakat multikultural. Selain itu, penting untuk mengintegrasikan materi literasi digital dan pendidikan multikultural secara terpadu dalam kurikulum pendidikan formal dan nonformal. Hal ini akan membantu generasi muda menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan dengan jiwa toleran. Selain itu, diperlukan mekanisme pengawasan dan moderasi konten yang transparan dan partisipatif oleh pengelola media sosial dan regulator untuk mengantisipasi hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi berbasis identitas. Terakhir, pengembangan platform digital kolaboratif yang inklusif sebagai ruang dialog lintas agama dan budaya dengan moderasi aktif dapat menjaga keharmonisan masyarakat multikultural.

  1. #komunikasi lintas budaya#komunikasi lintas budaya
  2. #ekosistem inovasi#ekosistem inovasi
Read online
File size367.33 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-3mI
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test