UMSUUMSU
dandanTransformasi digital telah menjadi kebutuhan mendesak bagi sektor kesehatan, termasuk rumah sakit, dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan. Namun, transformasi ini tidak hanya berkaitan dengan pengadaan teknologi informasi, melainkan juga menuntut perubahan pola pikir, sistem kerja, dan budaya organisasi secara menyeluruh. Budaya organisasi yang inovatif menjadi kunci keberhasilan implementasi digitalisasi di lingkungan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi-strategi yang dapat diterapkan oleh rumah sakit dalam membentuk dan memperkuat budaya organisasi yang mendukung inovasi, adaptasi, dan pembelajaran berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi literatur, hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital sangat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan transformatif, pelatihan SDM secara kontinu, sistem penghargaan terhadap inovasi, dan keterlibatan seluruh elemen organisasi. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya membangun kultur terbuka, kolaboratif, dan responsif sebagai fondasi budaya inovatif di lingkungan rumah sakit.
Implementasi strategi transformasi digital di rumah sakit Indonesia terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan kesehatan.Namun, proses ini menghadapi tantangan signifikan terkait kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi.Kepemimpinan visioner dan kolaboratif serta budaya organisasi yang mendukung inovasi menjadi kunci strategis untuk mewujudkan layanan kesehatan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak adopsi kecerdasan buatan pada sistem manajemen rumah sakit sambil mengevaluasi risiko etis. Studi komparatif antar wilayah bisa mengungkap strategi penguatan kolaborasi lintas sektoral dalam transformasi digital kesehatan. Penelitian lanjutan juga perlu menguji model pelatihan berbasis teknologi untuk meningkatkan literasi digital staf kesehatan secara berkelanjutan.
| File size | 168.29 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
PELITAIBUPELITAIBU Metode yang digunakan adalah kuantitatif, observasional analitik dengan pendekatan cross‑sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dibagikanMetode yang digunakan adalah kuantitatif, observasional analitik dengan pendekatan cross‑sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dibagikan
IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel motivasi terhadap kinerja perawat, variabel pendidikan dalam pengembanganHasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel motivasi terhadap kinerja perawat, variabel pendidikan dalam pengembangan
UVERSUVERS Salah satu bidang yang penting untuk dilindungi dari risiko tersebut adalah sektor kesehatan. Institusi yang bertanggung jawab dalam bidang ini adalahSalah satu bidang yang penting untuk dilindungi dari risiko tersebut adalah sektor kesehatan. Institusi yang bertanggung jawab dalam bidang ini adalah
STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan perawat terhadap pengkajian Early Warning Score (EWS) di Rumah SakitPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan perawat terhadap pengkajian Early Warning Score (EWS) di Rumah Sakit
ITSITS Champions, Loyal Customers, Potential Loyalists, dan Lost Customers. Segmentasi pasien penting dalam manajemen rumah sakit dan pemetaan strategi pemasaran.Champions, Loyal Customers, Potential Loyalists, dan Lost Customers. Segmentasi pasien penting dalam manajemen rumah sakit dan pemetaan strategi pemasaran.
STIESTIE Penerapan patient centered care di RSUD Labuang Baji akan memberikan sejumlah dampak positif yang akan dirasakan baik oleh staf maupun pasien. MeskipunPenerapan patient centered care di RSUD Labuang Baji akan memberikan sejumlah dampak positif yang akan dirasakan baik oleh staf maupun pasien. Meskipun
WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER Hasil: Hasil penelitian responden memiliki perilaku cuci tangan dengan kategori baik yaitu sebanyak 19 responden atau sebesar 70,4% dan kurang dari setengahHasil: Hasil penelitian responden memiliki perilaku cuci tangan dengan kategori baik yaitu sebanyak 19 responden atau sebesar 70,4% dan kurang dari setengah
STIFERASTIFERA Namun, kesesuaian penulisan resep dengan formularium rumah sakit belum sepenuhnya memenuhi standar. Faktor penghambat pelaksanaan SPM meliputi keterbatasanNamun, kesesuaian penulisan resep dengan formularium rumah sakit belum sepenuhnya memenuhi standar. Faktor penghambat pelaksanaan SPM meliputi keterbatasan
Useful /
HELVETIAHELVETIA Metode: Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel diambil secara consecutive pada individu dengan diabetes yang tinggalMetode: Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel diambil secara consecutive pada individu dengan diabetes yang tinggal
ASTHAGRAFIKAASTHAGRAFIKA Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penyuluhan hukum kepada para penghuni panti asuhan Abba tentang bahaya penggunaan lem aibon dan zat adiktif lainnya.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penyuluhan hukum kepada para penghuni panti asuhan Abba tentang bahaya penggunaan lem aibon dan zat adiktif lainnya.
STIQISYKARIMASTIQISYKARIMA Data tentang karakteristik masyarakat Islam didapat dari tafsir Fî Zhilâl al-Qur`ân yang ditulis oleh Sayyid Quthb mengenai pembahasan tafsir suratData tentang karakteristik masyarakat Islam didapat dari tafsir Fî Zhilâl al-Qur`ân yang ditulis oleh Sayyid Quthb mengenai pembahasan tafsir surat
HELVETIAHELVETIA Hasil; Sebagian besar orang tua tidak melakukan perencanaan dan persiapan menyusui. Latar belakang yang menyebabkan hal tersebut adalah merasa bahwa prosesHasil; Sebagian besar orang tua tidak melakukan perencanaan dan persiapan menyusui. Latar belakang yang menyebabkan hal tersebut adalah merasa bahwa proses