FTKJOURNAL UINMATARAMFTKJOURNAL UINMATARAM

El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBAEl-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi identitas sosial dalam konten dakwah digital akun Risalah Amar yang berfokus pada isu kemanusiaan di Palestina. Kajian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan teori Hymes (1974) tentang model SPEAKING, teori fungsi bahasa Halliday (1978), dan teori representasi sosial Hall (1997). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak, catat, dan dokumentasi terhadap data berupa video, caption, serta komentar audiens di media sosial Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam konten dakwah Risalah Amar berfungsi sebagai sarana pembentukan identitas sosial yang merepresentasikan nilai keagamaan, solidaritas kemanusiaan, dan kesadaran global. Pemilihan diksi religius seperti “syuhada dan “Ashabul Kahfi berfungsi memperkuat makna spiritual sekaligus ideologis. Selain itu, interaksi audiens di kolom komentar mencerminkan keterlibatan emosional dan solidaritas kolektif umat Islam terhadap isu Palestina. Dengan demikian, dakwah digital berperan tidak hanya sebagai media penyebaran nilai religius, tetapi juga sebagai arena konstruksi identitas sosial dan solidaritas transnasional melalui praktik kebahasaan dan simbolik di ruang digital.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa konten dakwah digital Risalah Amar secara efektif merepresentasikan identitas sosial umat Islam dalam konteks global.Bahasa yang digunakan tidak hanya menyampaikan pesan religius, tetapi juga memperkuat solidaritas kemanusiaan melalui simbol-simbol religius dan narasi emosional.Representasi identitas sosial dibangun melalui konsistensi penggunaan bahasa religius, interaksi komunikatif antara pendakwah dan audiens, serta integrasi narasi teks dan visual.Dengan demikian, dakwah digital Risalah Amar menunjukkan peran strategis bahasa dalam membentuk identitas sosial dan memperkuat solidaritas lintas batas.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis perbandingan strategi linguistik yang digunakan oleh berbagai akun dakwah digital yang mengangkat isu Palestina, untuk mengidentifikasi perbedaan dan persamaan dalam pembentukan identitas sosial. Kedua, studi mendalam mengenai dampak psikologis dan sosiologis dari konten dakwah digital terhadap audiens, khususnya dalam meningkatkan kesadaran kemanusiaan dan mendorong aksi sosial nyata. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada analisis peran visual dalam konten dakwah digital, termasuk bagaimana gambar, video, dan desain grafis berkontribusi pada pembentukan makna dan representasi identitas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika komunikasi keagamaan di era digital, serta implikasinya terhadap pembentukan identitas sosial dan solidaritas global. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan di bidang sosiolinguistik, komunikasi, dan studi agama, serta memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi dakwah yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Read online
File size646.53 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test