UIRUIR

Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu PengetahuanAl-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan

Kesiapan menikah merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk menikah. Individu yang memilih untuk menikah seharusnya memiliki kematangan dan kestabilan emosional, karena aspek-aspek ini berkontribusi signifikan terhadap kemampuan mereka dalam menjalani kehidupan pernikahan secara dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kematangan emosional dan sikap terhadap pernikahan terhadap kesiapan menikah pada Generasi Z. Penelitian dilakukan terhadap 400 individu Generasi Z yang belum menikah di Kota Pekanbaru dengan menggunakan metode kuantitatif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kematangan emosional maupun sikap terhadap pernikahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan menikah (R = 0.643, R² = 0.414, p < 0.001), yang berarti 41,4% variansi kesiapan menikah dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Secara lebih spesifik, kematangan emosional (β = 0.449, p < 0.001) memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan sikap terhadap pernikahan (β = 0.372, p < 0.001). Hasil ini menegaskan bahwa individu dengan tingkat kematangan emosi yang tinggi dan sikap positif terhadap pernikahan cenderung memiliki kesiapan yang lebih baik untuk membangun hubungan pernikahan yang sehat. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya pengembangan program konseling pranikah dan pelatihan pengelolaan emosi bagi generasi muda guna meningkatkan kesiapan mereka menghadapi kehidupan pernikahan yang stabil dan harmonis.

Pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kematangan emosi dan sikap terhadap pernikahan terhadap kesiapan menikah.Data penelitian juga menyimpulkan Generasi Z yang menjadi responen penelitian menyatakan belum siap untuk menikah, hal ini dapat dikerakan Generasi Z yang menjadi subjek penelitian juga mayoritas baru memasuki usia tahapan dewasa awal, dan didominasi oleh yang belum bekerja.Hasil penelitian juga menemukan bahwa Faktor keadaan mental dan psikologis adalah faktor yang penting disiapkan sebelum menikah.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang memengaruhi kesiapan menikah pada Generasi Z, selain kematangan emosi dan sikap terhadap pernikahan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman dan perspektif individu terkait kesiapan menikah. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan program intervensi yang dirancang untuk meningkatkan kematangan emosi dan sikap positif terhadap pernikahan pada Generasi Z. Program ini dapat melibatkan pelatihan keterampilan sosial, konseling individu atau kelompok, serta edukasi mengenai pentingnya komunikasi yang efektif dan pengelolaan konflik dalam pernikahan. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menginvestigasi perbedaan tingkat kesiapan menikah antara laki-laki dan perempuan Generasi Z, serta faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut. Hal ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai kebutuhan dan tantangan spesifik yang dihadapi oleh masing-masing gender dalam mempersiapkan diri untuk menikah. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kesiapan menikah pada Generasi Z dan mengurangi angka perceraian di masa depan.

  1. KEMATANGAN EMOSI DAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PEREMPUAN YANG MENIKAH MUDA DI KECAMATAN BANDAR KABUPATEN... ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/34473KEMATANGAN EMOSI DAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PEREMPUAN YANG MENIKAH MUDA DI KECAMATAN BANDAR KABUPATEN ejournal3 undip ac index php empati article view 34473
  2. HUMANITAS. marital readiness exploring factors university students humanitas indonesian journal authors... journal.uad.ac.id/index.php/HUMANITAS/article/view/17912HUMANITAS marital readiness exploring factors university students humanitas indonesian journal authors journal uad ac index php HUMANITAS article view 17912
  3. Kematangan emosi dan penyesuaian perkawinan pada pernikahan usia muda di Kabupaten Tulungagung | Cognicia.... ejournal.umm.ac.id/index.php/cognicia/article/view/18168Kematangan emosi dan penyesuaian perkawinan pada pernikahan usia muda di Kabupaten Tulungagung Cognicia ejournal umm ac index php cognicia article view 18168
  4. “Marriage Is More Than Being Together”: The Meaning of Marriage for Young Adults - Maria... doi.org/10.1177/0192513X10397277AuMarriage Is More Than Being TogetherAy The Meaning of Marriage for Young Adults Maria doi 10 1177 0192513X10397277
  5. Factors associated with marital readiness among Turkish young adults. factors associated marital readiness... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/fare.12619Factors associated with marital readiness among Turkish young adults factors associated marital readiness onlinelibrary wiley doi 10 1111 fare 12619
Read online
File size606.01 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test