POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG

Jurnal Kesehatan Lingkungan MandiriJurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri

Masalah pengelolaan limbah medis padat di rumah sakit masih menjadi tantangan serius yang dapat membahayakan kesehatan lingkungan dan meningkatkan risiko penularan penyakit. Di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Rumah Sakit Umum Zahirah, masih ditemukan praktik pemilahan limbah medis yang belum sesuai prosedur, seperti tercampurnya limbah medis dengan limbah non-medis. Kondisi ini menunjukkan adanya kelemahan dalam perilaku tenaga kesehatan terhadap pengelolaan limbah yang aman dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara pengetahuan, masa kerja, dan sikap terhadap perilaku pemilahan limbah medis padat di kalangan perawat di Rumah Sakit Umum Zahirah. Penelitian ini menggunakan Metode kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) yang dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2024, Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada perawat RSU Zahirah, kemudian data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku pemilahan (p = 0,412) maupun antara masa kerja dan perilaku (p = 0,200). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dan perilaku (p = 0,030; OR = 2,681). Temuan ini menunjukkan bahwa sikap perawat memainkan peran kunci dalam efektivitas pemilahan limbah medis. Studi ini menekankan pentingnya program pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan mengenai manajemen limbah medis bagi seluruh tenaga rumah sakit untuk meningkatkan kesadaran, tanggung jawab, dan keterlibatan dalam praktik pemilahan limbah yang tepat. Upaya tersebut sangat penting untuk mendukung lingkungan rumah sakit yang aman dan sehat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pemilahan limbah medis padat pada perawat di RSU Zahirah tidak memiliki hubungan signifikan dengan pengetahuan (p = 0,412) maupun masa kerja (p = 0,200), namun berhubungan secara signifikan dengan sikap (p = 0,030.Kesimpulannya sikap positif menjadi faktor utama yang mendorong praktik pemilahan limbah medis yang baik dan sesuai standar.Berdasarkan temuan ini, rumah sakit disarankan untuk memperkuat sikap perawat melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, pengawasan serta evaluasi rutin, penyediaan sarana pemilahan yang memadai, dan dukungan kebijakan manajemen, tercipta lingkungan rumah sakit yang aman, sehat, dan ramah lingkungan.

Dengan memperhatikan latar belakang bahwa pengetahuan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku pemilahan limbah medis, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi program pelatihan yang difokuskan pada peningkatan sikap perawat dan menguji pengaruhnya terhadap praktik pemilahan melalui percobaan terkontrol. Penelitian dapat membandingkan kelompok yang menerima pelatihan berbasis motivasi dengan kelompok kontrol untuk menilai perubahan sikap dan perilaku. Selanjutnya, faktor organisasi seperti dukungan manajerial, penyediaan fasilitas pemilahan, dan sistem pengawasan internal dapat diteliti secara komparatif antar rumah sakit guna memahami kontribusinya terhadap perilaku pemilahan. Selain itu, efek jangka panjang intervensi umpan balik digital berbasis aplikasi mobile yang memberikan laporan real‑time tentang kepatuhan pemilahan limbah dapat dievaluasi dalam studi longitudinal selama setahun. Ketiga arah penelitian ini diharapkan memberikan bukti empiris yang lebih mendalam untuk merumuskan kebijakan dan program edukasi yang efektif, sekaligus mengatasi keterbatasan penelitian saat ini yang bersifat cross‑sectional dan tidak mengevaluasi intervensi. Dengan demikian, hasilnya dapat memperkuat strategi peningkatan sikap dan praktik pemilahan limbah medis di lingkungan rumah sakit.

Read online
File size161.95 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test