POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG

Jurnal Kesehatan Lingkungan MandiriJurnal Kesehatan Lingkungan Mandiri

Produksi plastik global yang mencapai 413,8 juta ton pada tahun 2023 menyebabkan meningkatnya timbulan sampah anorganik yang sulit terurai. Permasalahan ini menuntut solusi alternatif yang ramah lingkungan dan berbiaya rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Ulat Jerman (Zophobas morio) dalam menurunkan berat sampah plastik melalui proses biodegradasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu dengan perlakuan terhadap tiga jenis sampah plastik, yaitu High-Density Polyethylene (HDPE), Low-Density Polyethylene (LDPE), dan Expanded Polystyrene (EPS) menggunakan 200 larva Ulat Jerman selama 30 hari. Pengamatan dilakukan terhadap perubahan berat sampah setiap lima hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ulat Jerman mampu menurunkan berat plastik HDPE sebesar 10,2%, LDPE sebesar 11,8%, dan EPS sebesar 66,6%. Temuan ini menunjukkan bahwa Ulat Jerman berpotensi besar sebagai agen biodegradasi alami yang efektif dalam mengurangi sampah plastik, khususnya jenis styrofoam, sehingga dapat menjadi solusi inovatif pengelolaan limbah berkelanjutan.

Pemanfaatan Ulat Jerman terbukti efektif dalam menurunkan berat sampah plastik, terutama jenis styrofoam.Disarankan untuk mengoptimalkan kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembapan, menekan angka kematian larva, serta meneliti keamanan dan potensi pemanfaatan Ulat Jerman yang telah mengonsumsi plastik agar hasilnya dapat diterapkan dalam skala lebih luas dan aman bagi ekosistem.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan pemanfaatan ulat jerman dalam pengelolaan sampah plastik. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi mikroorganisme dalam saluran pencernaan ulat jerman yang berperan dalam proses biodegradasi plastik, sehingga dapat diisolasi dan dimanfaatkan secara lebih efisien. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi kondisi lingkungan, seperti suhu, kelembapan, dan jenis substrat makanan, untuk meningkatkan efisiensi biodegradasi plastik oleh ulat jerman. Ketiga, penting untuk meneliti potensi penggunaan produk limbah dari ulat jerman yang telah mengonsumsi plastik sebagai sumber protein atau pupuk organik, sehingga dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan mengurangi dampak lingkungan.

Read online
File size90.36 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test