STITMUHBASTITMUHBA
TarbiyahMUTarbiyahMUPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam melalui penerapan model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menggunakan model Kurt Lewin, dengan subjek siswa kelas XI-IPA 1 SMA Muhammadiyah Pangandaran yang berjumlah 32 orang. Fokus penelitian mencakup minat belajar, prestasi belajar, dan implementasi model STAD, dengan tahapan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, lembar kerja siswa, kuesioner, dan tes, dengan analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model STAD dapat meningkatkan minat belajar siswa, yang ditandai dengan skor rata-rata minat belajar awal sebesar 65,74 meningkat menjadi 75 pada siklus II (peningkatan 9,26%). Prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan, dengan rata-rata nilai awal sebesar 80,13 meningkat menjadi 82,44 pada siklus I (peningkatan 2,31%) dan menjadi 86,63 pada siklus II (peningkatan 4,19%). Selain itu, persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) juga meningkat dari 90,62% pada kondisi awal menjadi 93,75% pada siklus I, dan mencapai 100% pada siklus II, yang menunjukkan efektivitas model STAD dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa.
Penerapan model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan minat belajar siswa Pendidikan Agama Islam, dengan peningkatan skor rata-rata dari 65,74 menjadi 75 (9,26%).Selain itu, prestasi belajar siswa meningkat dari rata-rata 80,13 menjadi 86,63 (4,19%).Persentase siswa yang mencapai KKM juga naik dari 90,62% hingga mencapai 100% pada siklus II, membuktikan efektivitas model STAD dalam konteks studi tindakan kelas.
Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas model STAD di luar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, seperti pada pelajaran sains atau matematika, untuk mengevaluasi adaptabilitas model tersebut di berbagai disiplin ilmu. Selain itu, penelitian lanjutan bisa membandingkan STAD dengan model pembelajaran kooperatif lainnya, seperti Jigsaw atau TPS, dalam konteks kelas yang sama untuk mengidentifikasi perbedaan keefektifannya. Terakhir, penting untuk mengeksplorasi pengaruh model STAD terhadap keterampilan sosial dan kolaborasi siswa di luar aspek akademik, terutama dalam lingkungan belajar yang heterogen.
| File size | 817.75 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UNITAS PALEMBANGUNITAS PALEMBANG Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IX SMP Negeri 8 Satu Atap Majene denganTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IX SMP Negeri 8 Satu Atap Majene dengan
STAIDDIMAKASSARSTAIDDIMAKASSAR Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi guru dan praktisi pendidikan dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif, khususnya dalamPenelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi guru dan praktisi pendidikan dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif, khususnya dalam
AFEKSIAFEKSI Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas IV yang dipilihPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas IV yang dipilih
AFEKSIAFEKSI Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group.
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Selain berdampak pada aspek kognitif, model PBL juga mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, meningkatkan kemampuan berpikir kritis,Selain berdampak pada aspek kognitif, model PBL juga mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, meningkatkan kemampuan berpikir kritis,
ABULYATAMAABULYATAMA Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa, angket respons siswa, dan penilaian pameran karya. Hasil menunjukkan bahwa siswa aktif,Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa, angket respons siswa, dan penilaian pameran karya. Hasil menunjukkan bahwa siswa aktif,
UNDIKMAUNDIKMA Hal ini didukung oleh peningkatan signifikan hasil tes, dari 46% siswa mencapai target KKM pada siklus 1 menjadi 86% pada siklus 2, serta hasil observasiHal ini didukung oleh peningkatan signifikan hasil tes, dari 46% siswa mencapai target KKM pada siklus 1 menjadi 86% pada siklus 2, serta hasil observasi
UNDIKMAUNDIKMA Penelitian ini merupakan eksperimen kuasi menggunakan desain kelompok kontrol tidak setara. Pengambilan data menggunakan purposive sampling. Terdapat 65Penelitian ini merupakan eksperimen kuasi menggunakan desain kelompok kontrol tidak setara. Pengambilan data menggunakan purposive sampling. Terdapat 65
Useful /
UMPUMP Namun, temuan studi ini mengungkapkan bahwa keuntungan-keuntungan ini sering kali dibatasi oleh tantangan teknis, organisasional, dan manusiawi yang terus-menerus.Namun, temuan studi ini mengungkapkan bahwa keuntungan-keuntungan ini sering kali dibatasi oleh tantangan teknis, organisasional, dan manusiawi yang terus-menerus.
STITMUHBASTITMUHBA Namun, terdapat peluang signifikan untuk memperkuat relevansi pendidikan Islam, meningkatkan dialog global tentang keberlanjutan, dan memberdayakan siswaNamun, terdapat peluang signifikan untuk memperkuat relevansi pendidikan Islam, meningkatkan dialog global tentang keberlanjutan, dan memberdayakan siswa
UNDIKMAUNDIKMA There were 55 students of 4th grade used as the subjects of study. Two learning models were compared, namely guided inquiry learning model and conventionalThere were 55 students of 4th grade used as the subjects of study. Two learning models were compared, namely guided inquiry learning model and conventional
UNDIKMAUNDIKMA Semua data diolah menggunakan SPSS. Studi ini menunjukkan keberhasilan dengan diperolehnya nilai signifikan 0,00 < α. Oleh karena itu, dapat disimpulkanSemua data diolah menggunakan SPSS. Studi ini menunjukkan keberhasilan dengan diperolehnya nilai signifikan 0,00 < α. Oleh karena itu, dapat disimpulkan