STITMUHBASTITMUHBA

TarbiyahMUTarbiyahMU

Integrasi prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kurikulum pendidikan Islam menjadi semakin krusial dalam menghadapi tantangan global kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara komprehensif berbagai model integrasi, tantangan implementasi, dan peluang pengembangan dalam konteks pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur, dengan pencarian pada database akademik seperti Google Scholar, JSTOR, dan ERIC, menggunakan kata kunci yang relevan. Kriteria inklusi mencakup artikel peer-reviewed, buku, dan laporan penelitian yang diterbitkan. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi tren utama, kesenjangan penelitian, dan praktik terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi dapat dilakukan melalui pendekatan tematik dalam kurikulum, pengembangan mata pelajaran khusus tentang keberlanjutan, dan integrasi nilai-nilai keberlanjutan dalam setiap aspek pembelajaran. Tantangan utama meliputi kurangnya pemahaman mendalam di kalangan pendidik, keterbatasan sumber daya dan infrastruktur, serta kebutuhan akan metode penilaian yang efektif. Namun, terdapat peluang signifikan untuk memperkuat relevansi pendidikan Islam, meningkatkan dialog global tentang keberlanjutan, dan memberdayakan siswa sebagai agen perubahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi prinsip pembangunan berkelanjutan dalam pendidikan Islam memiliki potensi besar untuk menciptakan model pendidikan yang lebih holistik, relevan, dan transformatif dalam menghadapi tantangan abad ke-21.

Integrasi prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kurikulum pendidikan Islam berpotensi menghasilkan model pendidikan yang lebih holistik dan relevan untuk menghadapi tantangan abad ke-21.Namun, implementasinya masih terhambat oleh kurangnya pemahaman mendalam pendidik, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan akan metode penilaian yang tepat.Oleh karena itu, diperlukan investasi signifikan dalam pengembangan profesional guru, peningkatan infrastruktur, dan kolaborasi erat antara ahli pendidikan Islam, pakar pembangunan berkelanjutan, serta pembuat kebijakan.

Saran penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, dilakukan studi eksperimen untuk merancang dan menguji kerangka penilaian holistik yang tidak hanya mengukur pengetahuan siswa tentang keberlanjutan, tetapi juga perubahan sikap dan perilaku mereka dalam konteks pendidikan Islam. Kedua, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi faktor‑faktor yang memengaruhi literasi keberlanjutan guru, dengan meneliti strategi pelatihan profesional yang paling efektif untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap hubungan antara prinsip Islam dan konsep pembangunan berkelanjutan. Ketiga, penelitian longitudinal dapat menelusuri dampak jangka panjang integrasi prinsip keberlanjutan dalam kurikulum terhadap prestasi akademik, kepedulian lingkungan, dan partisipasi sosial siswa, khususnya di daerah pedesaan dengan keterbatasan infrastruktur digital. Semua studi ini sebaiknya melibatkan kolaborasi antara institusi pendidikan Islam, pakar pembangunan berkelanjutan, dan pembuat kebijakan, serta mempertimbangkan konteks budaya dan sumber daya lokal untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat diimplementasikan secara praktis. Hasil penelitian diharapkan dapat menyediakan bukti empiris untuk merancang kebijakan kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan keberlanjutan serta meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan.

Read online
File size207.4 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test