ULUMUNAULUMUNA

UlumunaUlumuna

Polarisasi politik telah terjadi di pesantren pada pemilihan tahun 1999, di mana para kiai terlibat dalam berbagai partai politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji politik pesantren Annuqayah di Madura dan menganalisis kontribusinya dalam demokratisasi politik dan masyarakat sipil. Meskipun para kiai memiliki afiliasi politik yang berbeda, hubungan di antara kiai, santri, dan alumni tetap harmonis tanpa konflik terbuka. Fenomena ini penting untuk dipelajari karena menunjukkan peran pesantren dalam menumbuhkan kesadaran politik yang sehat dan konstruktif di masyarakat. Artikel ini berdasarkan studi lapangan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan teori modal sosial dan fenomenologi sebagai alat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demokratisasi politik di pesantren dibangun atas dasar penghormatan terhadap otoritas moral kiai, praktik nilai-nilai kewarganegaraan berdasarkan prinsip Ahlus Sunnah wal Jamaah (aswaja), dan penguatan tradisi silaturahim di antara kiai, alumni, dan masyarakat. Nilai-nilai ini menjadi fondasi untuk membentuk masyarakat sipil yang inklusif, religius, dan demokratis di tingkat lokal.

Pesantren Annuqayah bertujuan untuk berkontribusi dalam terwujudnya masyarakat sipil melalui demokratisasi politik.Hal ini dicapai dengan berpegang teguh pada tiga nilai dasar.Pertama, pesantren melihat Kiai Ilyas Syarqawi sebagai figur politik yang menjadi panduan mereka.Kedua, pesantren memprioritaskan nilai-nilai kewarganegaraan dalam lingkungan Pesantren Annuqayah, sejalan dengan visi dan misi untuk menghasilkan masyarakat yang akademis dan moral yang kuat, berakar pada ajaran Alh al-Sunnah wa al-Jamaah.Pesantren juga memupuk tradisi kedekatan antara kiai dan alumni.Terwujudnya masyarakat sipil di lingkungan pesantren didorong oleh tiga nilai dasar.Selain itu, kepentingan pesantren diprioritaskan di atas kepentingan individu dan kelompok.Pesantren Annuqayah mampu meredam dan menyelesaikan konflik politik di antara santrinya.

Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan:. . 1. Menganalisis lebih lanjut peran pesantren dalam membentuk kesadaran politik yang inklusif dan toleran di masyarakat. Bagaimana nilai-nilai yang diajarkan di pesantren, seperti Ahlus Sunnah wal Jamaah, dapat memengaruhi sikap dan perilaku santri dalam berpolitik?. . 2. Menjelajahi dinamika hubungan antara kiai, santri, dan alumni dalam konteks politik. Bagaimana kiai sebagai figur otoritas moral dapat menjadi mediator dan pemandu dalam keputusan politik santri dan alumni?. . 3. Mengkaji dampak dari pluralisme politik di pesantren terhadap pembangunan masyarakat sipil yang demokratis. Bagaimana pesantren dapat menjadi model bagi masyarakat sipil yang inklusif dan toleran, di mana perbedaan pandangan politik tidak menjadi sumber konflik?.

  1. Project MUSE -- Verification required!. project muse verification required order better serve keep site... doi.org/10.1353/jod.1995.0002Project MUSE Verification required project muse verification required order better serve keep site doi 10 1353 jod 1995 0002
  2. SPIRITUAL BASE OF PESANTREN FOR BUILDING MULTICULTURAL AWARENESS IN INDONESIA CONTEXT | Jurnal Ilmiah... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/islamfutura/article/view/17141SPIRITUAL BASE OF PESANTREN FOR BUILDING MULTICULTURAL AWARENESS IN INDONESIA CONTEXT Jurnal Ilmiah jurnal ar raniry ac index php islamfutura article view 17141
Read online
File size911.93 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test