ULUMUNAULUMUNA

UlumunaUlumuna

Terkuaknya kasus perundungan (bullying) baru-baru ini di pesantren telah menimbulkan ironi, mengancam reputasinya sebagai tempat aman untuk mempersiapkan siswa (santri) dengan motivasi, kemandirian, karakter yang baik, dan dedikasi. Penelitian ini mengeksplorasi perundungan di pesantren-pesantren di Madura, Jawa Timur, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kritis serta secara hipotetis menghubungkan perundungan dengan kemerosotan nilai-nilai sufistik di pesantren. Dengan sengaja memilih enam pesantren (masing-masing dua dari jenis Salaf, semi-modern, dan modern) sebagai sampel, dengan responden yang terdiri dari santri, guru, dan staf, penelitian ini berupaya mengakomodasi kompleksitas pola atau jenis yang mungkin berkontribusi terhadap terjadinya perundungan dan bagaimana hal itu mungkin terkait dengan beberapa nilai sufistik. Ditemukan bahwa di antara beberapa jenis, perundungan paling sering terjadi antara santri dan guru (ustadh), yang secara bergantian berperan sebagai pelaku dan korban. Hal ini dapat terkait dengan hierarki sosial dalam pesantren maupun dengan peran ganda yang dimainkan keduanya. Perundungan ini mengindikasikan kemerosotan nilai-nilai sufistik dan dapat dikaitkan dengan setidaknya empat faktor: kontekstualisasi yang tidak memadai selama proses pembelajaran, materi bacaan yang tidak seimbang untuk mata pelajaran tersebut, proses pembelajaran yang tidak efektif, dan suasana hierarkis di antara para peserta.

Perundungan di pesantren Madura paling sering terjadi antara santri dan ustadh yang secara bergantian berperan sebagai pelaku dan korban, mengambil bentuk fisik dan verbal, sering kali bermula dari inisiatif pribadi atau dorongan balas dendam, menjadikannya fenomena kompleks yang bertentangan dengan tujuan pesantren untuk menanamkan nilai-nilai etika dan perilaku baik.Pola perundungan ini relatif sama di berbagai jenis pesantren, sehingga temuan awal ini membutuhkan observasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis pesantren yang paling efektif dalam mencegah perilaku tersebut, serta pendekatan baru untuk mengamati bagaimana pengajaran nilai-nilai sufistik memengaruhi perilaku santri dan ustadh.Studi ini juga menyoroti kebutuhan bagi pesantren untuk lebih terbuka terhadap isu-isu sosial kontemporer seperti perundungan, menyediakan ruang diskusi di berbagai forum, dan mempertimbangkan perluasan fokus penelitian ke pesantren putri yang mungkin menunjukkan tren berbeda.

Berdasarkan analisis terhadap judul, abstrak, dan kesimpulan, serta melihat konteks latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang relevan dan mendesak. Pertama, sangat penting untuk melakukan studi komparatif mendalam mengenai efektivitas berbagai pendekatan pencegahan bullying di pesantren-pesantren dengan tipologi berbeda, yaitu salaf, semi-modern, dan modern. Penelitian ini dapat mengidentifikasi program-program spesifik, seperti sistem mentoring sebaya atau program pelatihan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai sufisme yang telah disesuaikan dengan tantangan kontemporer. Tujuan utamanya adalah untuk menemukan model terbaik yang bisa direplikasi agar pesantren dapat secara proaktif menciptakan lingkungan yang aman dan positif bagi seluruh penghuninya. Kedua, perlu dilakukan investigasi mendalam terhadap metode pengajaran sufisme di pesantren. Fokus harus diberikan pada bagaimana nilai-nilai luhur seperti empati, kasih sayang, dan keadilan dapat diinternalisasi secara lebih efektif melalui praktik nyata, bukan hanya teori. Hal ini dapat mencakup pengembangan kurikulum yang lebih kontekstual dan interaktif, serta studi kasus tentang dampak teladan ustadh terhadap perilaku anti-bullying santri. Penelitian ini akan membantu memahami bagaimana praktik pengajaran dapat menjembatani kesenjangan antara ajaran dan perilaku. Ketiga, mengingat adanya perbedaan potensi tren bullying antara pesantren putra dan putri, studi lanjutan harus memperluas cakupan geografis dan demografis, termasuk menganalisis secara spesifik dinamika bullying di pesantren putri. Selain itu, penting juga untuk mengkaji bagaimana struktur hierarki dan relasi kekuasaan antara santri senior dan junior, serta antara santri dan ustadh, berkontribusi terhadap munculnya perilaku bullying, dan bagaimana mekanisme mediasi konflik yang adil dapat diimplementasikan untuk mengurangi insiden tersebut. Semua saran ini bertujuan untuk memperkuat reputasi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang holistik dan relevan dengan zaman.

  1. Preventing Bullying in Integrated Islamic Boarding Schools of Lhokseumawe City: A Strategic Management... journal.uinsuna.ac.id/index.php/idarah/article/view/138Preventing Bullying in Integrated Islamic Boarding Schools of Lhokseumawe City A Strategic Management journal uinsuna ac index php idarah article view 138
  2. Journal of Pedagogical Research. journal pedagogical research ijopr.com/article/the-positive-and-negative-effects-of-teacher-attitudes-and-behaviors-on-student-progress-13090Journal of Pedagogical Research journal pedagogical research ijopr article the positive and negative effects of teacher attitudes and behaviors on student progress 13090
  3. The effect of teachers’ attitudes on students’ personality and performance | Journal of Social... doi.org/10.56556/jssms.v1i3.106The effect of teachersAo attitudes on studentsAo personality and performance Journal of Social doi 10 56556 jssms v1i3 106
  4. Exploring Anti-Bullying Strategies in Islamic Boarding Schools: A Comparative Study of Indonesia and... doi.org/10.35445/alishlah.v16i3.5448Exploring Anti Bullying Strategies in Islamic Boarding Schools A Comparative Study of Indonesia and doi 10 35445 alishlah v16i3 5448
  5. Universa Medicina. non exposure parenting increases risk bullying behavior junior high school students... doi.org/10.18051/univmed.2016.v35.56-64Universa Medicina non exposure parenting increases risk bullying behavior junior high school students doi 10 18051 univmed 2016 v35 56 64
Read online
File size974.49 KB
Pages31
DMCAReport

Related /

ads-block-test