UNWUNW

Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia DiniIndonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh gaya belajar (kinestetik, visual, dan auditif) serta jenis kelamin terhadap kemampuan berhitung anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Inpres Mannurukki, TKIT At-Tibyan, dan Taman Kanak-Kanak Bone. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen. Sampel terdiri dari 45 siswa, dengan 17 siswa laki-laki dan 28 siswa perempuan, yang dibagi berdasarkan gaya belajar yang diterapkan. Data dikumpulkan melalui pengukuran kemampuan berhitung anak dan dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif, uji normalitas, uji Levene, dan uji Two-Way ANOVA. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan berhitung siswa laki-laki dan perempuan bervariasi tergantung pada gaya belajar yang diterapkan. Gaya belajar kinestetik memberikan hasil yang baik untuk siswa yang aktif bergerak, gaya belajar visual lebih efektif dengan penggunaan media digital, dan gaya belajar auditif menunjukkan hasil yang baik dengan penggunaan lagu dan irama. Uji Two-Way ANOVA menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara gaya belajar terhadap kemampuan berhitung anak, tetapi ada perbedaan yang signifikan antara jenis kelamin dan interaksi antara gaya belajar dan jenis kelamin. Siswa laki-laki unggul dalam gaya belajar auditif dan kinestetik, sedangkan siswa perempuan unggul dalam gaya belajar visual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya belajar dan karakteristik jenis kelamin dapat meningkatkan pemahaman kemampuan berhitung anak usia dini. Implikasinya adalah kebutuhan akan pendekatan pembelajaran yang diferensiasi sesuai dengan kebutuhan anak untuk memaksimalkan hasil belajar.

Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan perbedaan preferensi gaya belajar anak usia dini dalam memahami konsep berhitung.Anak dengan gaya belajar kinestetik lebih menyukai penggunaan alat peraga, anak dengan gaya belajar visual lebih baik dengan media digital dan ilustrasi, sedangkan anak dengan gaya belajar auditif lebih mudah memahami konsep dengan lagu dan irama.Hasil uji normalitas menunjukkan distribusi data normal, sehingga memungkinkan penggunaan analisis statistik parametrik dengan uji Two-Way ANOVA.Analisis menemukan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berhitung antara gaya belajar (kinestetik, visual, dan auditif).Namun, perbedaan signifikan ditemukan berdasarkan jenis kelamin dan interaksi antara gaya belajar dan jenis kelamin, menunjukkan bahwa jenis kelamin mempengaruhi preferensi gaya belajar dalam kemampuan berhitung.Anak laki-laki umumnya unggul dalam gaya belajar auditif dan kinestetik, sedangkan anak perempuan lebih baik dengan gaya belajar visual.Penelitian ini menekankan kebutuhan akan pendekatan pembelajaran yang diferensiasi, mempertimbangkan gaya belajar dan karakteristik jenis kelamin.Guru dan orang tua harus menyadari kecenderungan gaya belajar anak untuk menyediakan media pembelajaran yang sesuai.Penelitian ini juga mendukung efektivitas strategi pembelajaran multisensorik dalam meningkatkan pemahaman kemampuan berhitung anak usia dini.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut yang berfokus pada pengembangan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya belajar dan karakteristik jenis kelamin anak usia dini. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana pendekatan pembelajaran yang berbeda dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak dengan cara yang lebih efektif dan menyenangkan. Selain itu, studi lanjutan dapat menyelidiki pengaruh media pembelajaran yang berbeda terhadap hasil belajar anak dengan gaya belajar tertentu. Dengan memahami interaksi antara gaya belajar, media pembelajaran, dan kemampuan berhitung, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif untuk anak usia dini.

  1. Work Stress Levels At Madrasah Tsanawiyah Arrukhshatul'ulum: The Challenges of Digitalization in... doi.org/10.55352/mudir.v7i1.1469Work Stress Levels At Madrasah Tsanawiyah Arrukhshatululum The Challenges of Digitalization in doi 10 55352 mudir v7i1 1469
  2. Parents-School Strategic Collaborations in Early Childhood School From-Home Learning During the Pandemic... journal.staihubbulwathan.id/index.php/alishlah/article/view/2605Parents School Strategic Collaborations in Early Childhood School From Home Learning During the Pandemic journal staihubbulwathan index php alishlah article view 2605
  3. PERAN ORANG TUA : KOMUNIKASI TATAP MUKA DALAM MENGAWAL DAMPAK GADGET PADA MASA GOLDEN AGE | Hidayati... jurnal.utu.ac.id/jsource/article/view/1396PERAN ORANG TUA KOMUNIKASI TATAP MUKA DALAM MENGAWAL DAMPAK GADGET PADA MASA GOLDEN AGE Hidayati jurnal utu ac jsource article view 1396
  4. Logic and Psychology – Minding the Gap with Jean Piaget: History and Philosophy of Logic: Vol... doi.org/10.1080/01445340.2024.2426068Logic and Psychology yAAAe Minding the Gap with Jean Piaget History and Philosophy of Logic Vol doi 10 1080 01445340 2024 2426068
  5. Pengaruh Model Cooperative Learning terhadap Hasil Belajar Matematika dalam Keberagaman Peserta Didik... journal.unu-jogja.ac.id/fip/index.php/JONED/article/view/94Pengaruh Model Cooperative Learning terhadap Hasil Belajar Matematika dalam Keberagaman Peserta Didik journal unu jogja ac fip index php JONED article view 94
Read online
File size540.39 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test