BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL

BMJBMJ

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara marker peradangan IL-6, hsCRP, dan IFN-γ dengan hari kejadian penyakit pada pasien konfirmasi COVID-19 ringan dan sedang di Indonesia. Studi retrospektif analitik menggunakan data sekunder dari catatan medis 80 subjek (60 ringan, 20 sedang) yang diambil selama sembilan bulan (Desember 2020–Oktober 2021). Hasil menunjukkan kadar IL-6 dan hsCRP pada kasus sedang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kasus ringan (p<0,05), sementara IFN-γ tidak menunjukkan perbedaan bermakna. Puncak kadar IL-6 tercatat pada hari ke-1, hsCRP pada hari ke-4, dan IFN-γ menunjukkan fluktuasi hingga hari ke-3. Penelitian ini memperkuat pentingnya pemantauan marker peradangan sebagai prediktor prognosis COVID-19.

Studi ini menunjukkan peningkatan signifikan kadar IL-6 dan hsCRP pada pasien dengan COVID-19 sedang dibandingkan dengan kasus ringan.Namun, tidak ada perbedaan bermakna pada kadar IFN-γ antara kedua kelompok.Puncak kadar IL-6 tercatat pada hari ke-1 dan hsCRP pada hari ke-4 dari onset penyakit, menunjukkan waktu optimal untuk evaluasi marker peradangan spesifik ini.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dinamika IFN-γ pada pasien dengan fibrosis paru akibat COVID-19 untuk memahami peran imunomodulasi. Selain itu, studi longitudinal dengan pemantauan harian marker peradangan pada populasi lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi pola temporal yang lebih akurat. Terakhir, penelitian komparatif antara pasien dengan latar belakang demografi berbeda dapat membantu mengidentifikasi faktor risiko spesifik yang memengaruhi respons peradangan pada penyakit ini.

  1. Prevalence of diabetic retinopathy among diabetes mellitus type 2 patients at Diabetes Center of Sanglah... doi.org/10.15562/ism.v9i1.155Prevalence of diabetic retinopathy among diabetes mellitus type 2 patients at Diabetes Center of Sanglah doi 10 15562 ism v9i1 155
Read online
File size578.27 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test