BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL

BMJBMJ

Pengantar: Antioksidan berasal dari tumbuhan saat ini sedang dieksplorasi untuk potensinya dalam mencegah penyakit terkait stres oksidatif. Mangga mistletoe (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq.) secara tradisional digunakan karena sifat antioksidannya yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi komposisi fitokimia dan mengeksplorasi potensi antioksidan Dendrophthoe pentandra menggunakan pendekatan eksperimental dan in silico. Metode: Ekstrak etanol daun Dendrophthoe pentandra dibuat melalui makerasi dan diberikan uji fitokimia kualitatif untuk metabolit primer dan sekunder. Kromatografi lapisan tipis (TLC) digunakan untuk mengidentifikasi flavonoid seperti quercetin. Flavonoid yang terkait dengan D. pentandra atau disarankan oleh TLC kemudian di-docking secara in silico terhadap Glutathione Peroxidase 1 (GPx1) menggunakan AutoDock tools untuk mengevaluasi afinitas ikatan dan pola interaksi, serta menghitung konstanta inhibisi (Ki) dari energi ikatan. Hasil: Profil fitokimia menunjukkan keberadaan metabolit sekunder utama, terutama flavonoid, fenolik, dan tanin. Analisis TLC menunjukkan senyawa seperti quercetin dan kaempferol berdasarkan nilai Rf dan respons UV. Docking molekuler flavonoid menunjukkan afinitas ikatan yang kuat terhadap GPx1, dengan quercetin menunjukkan energi ikatan terendah dan profil interaksi paling menguntungkan. Perhitungan Ki mendukung potensi inhibisi yang lebih tinggi dari quercetin dan kaempferol dibandingkan senyawa lain, menunjukkan peran plausibel mereka sebagai modulator GPx1. Temuan ini mendukung potensi antioksidan daun Dendrophthoe pentandra melalui mekanisme yang ditargetkan GPx1.

Daun mangga mistletoe (Dendrophthoe pentandra) mengandung senyawa fitokimia bioaktif dan flavonoid dengan interaksi yang diperkirakan menguntungkan terhadap GPx1, menunjukkan potensinya sebagai kandidat antioksidan yang memerlukan validasi lebih lanjut secara in vivo.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada validasi efek antioksidan secara in vivo untuk memverifikasi hasil in vitro dan in silico. Selain itu, studi lebih lanjut tentang peran metabolit sekunder lain seperti tanin dan saponin dalam aktivitas antioksidan dapat dilakukan. Pengoptimalan metode analisis seperti kromatografi lapisan tipis (TLC) untuk identifikasi lebih akurat flavonoid juga diperlukan untuk memperdalam pemahaman mekanisme kerja senyawa aktif.

  1. Preliminary Phytochemical Analysis and Antioxidants Activities of Ethanolic Extract from Gomphrena serrata... journal.umpr.ac.id/index.php/bjop/article/view/1250Preliminary Phytochemical Analysis and Antioxidants Activities of Ethanolic Extract from Gomphrena serrata journal umpr ac index php bjop article view 1250
  2. Antioxidant protection enzyme activity in the blood serum and large intestinal mucosa of rats with prolonged... medicine.dp.ua/index.php/med/article/view/565Antioxidant protection enzyme activity in the blood serum and large intestinal mucosa of rats with prolonged medicine dp ua index php med article view 565
  3. RJPT - Total Flavonoid, Total Phenolic contents and Antioxidant activity of Methanol and n-hexane extract... rjptonline.org/AbstractView.aspx?PID=2023-16-3-42RJPT Total Flavonoid Total Phenolic contents and Antioxidant activity of Methanol and n hexane extract rjptonline AbstractView aspx PID 2023 16 3 42
  4. Prevalence of diabetic retinopathy among diabetes mellitus type 2 patients at Diabetes Center of Sanglah... doi.org/10.15562/ism.v9i1.155Prevalence of diabetic retinopathy among diabetes mellitus type 2 patients at Diabetes Center of Sanglah doi 10 15562 ism v9i1 155
Read online
File size611.06 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test