STIKES YRSDSSTIKES YRSDS

Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. SoetomoJurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo

Program Self Help Group (SHG) digunakan sebagai intervensi psiko-sosial untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan dan menurunkan viral load pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Namun, efektivitasnya masih bervariasi antar studi. Penelitian ini merupakan systematic review yang menganalisis pengaruh SHG terhadap kepatuhan minum antiretroviral (ARV) dan tingkat viral load pada ODHA dengan panduan PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui Scopus, ScienceDirect, ProQuest, dan Sage Journal, menghasilkan 12.365 artikel. Kata kunci yang digunakan: (Self Help Group OR Support Group) AND (Viral Load OR HIV Suppression) AND (ARV Adherence OR Medication Compliance) AND (PLHIV OR HIV Patients). Setelah seleksi berdasarkan kriteria inklusi, diperoleh 10 artikel yang memenuhi syarat. Hasil menunjukkan keterlibatan dalam SHG berhubungan positif dengan peningkatan kepatuhan minum ARV dan penurunan viral load. Selain itu, SHG meningkatkan dukungan sosial, pemahaman penyakit, dan pemberdayaan individu. Program SHG direkomendasikan sebagai intervensi tambahan dalam layanan HIV terintegrasi untuk memperkuat kepatuhan pengobatan, kontrol virologis, dan sistem dukungan pasien.

Intervensi berbasis Self Help Group (SHG), dukungan sebaya, dan edukasi terapeutik terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien HIV/AIDS terhadap konsumsi antiretroviral (ARV), menurunkan viral load, serta mengurangi stigma dan masalah psikososial.Integrasi SHG secara sistematis ke dalam layanan HIV di rumah sakit dan komunitas sangat diperlukan.Pemerintah perlu memasukkan SHG dalam strategi nasional HIV/AIDS untuk memastikan keberhasilan pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Berdasarkan hasil kajian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi longitudinal untuk mengkaji dampak jangka panjang program SHG terhadap kepatuhan ARV dan penekanan viral load pada ODHA. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang memengaruhi efektivitas SHG, seperti karakteristik kelompok, kualitas fasilitator, dan tingkat keterlibatan peserta. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai model intervensi SHG, termasuk pendekatan berbasis komunitas, rumah sakit, dan kombinasi keduanya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk mendukung pengembangan dan implementasi program SHG yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam upaya pengendalian HIV/AIDS di Indonesia. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran teknologi digital dalam memperluas jangkauan dan meningkatkan aksesibilitas program SHG, terutama bagi ODHA yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan mobilitas. Pengembangan aplikasi seluler atau platform online yang menyediakan dukungan sebaya, informasi kesehatan, dan pengingat minum obat dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi tantangan geografis dan logistik.

  1. Exploring the experiences of school-going children with HIV in Eswatini: A qualitative inquiry | Nxumalo... phcfm.org/index.php/PHCFM/article/view/4472Exploring the experiences of school going children with HIV in Eswatini A qualitative inquiry Nxumalo phcfm index php PHCFM article view 4472
  2. 0. loading academic.oup.com/heapro/article-lookup/doi/10.1093/heapro/dau0530 loading academic oup heapro article lookup doi 10 1093 heapro dau053
  3. Systematic Review: Pengaruh Program Pendampingan Self Help Group Terhadap Tingkat Viral Load Dan Kepatuhan... jurnal.stikes-yrsds.ac.id/JMK/article/view/2368Systematic Review Pengaruh Program Pendampingan Self Help Group Terhadap Tingkat Viral Load Dan Kepatuhan jurnal stikes yrsds ac JMK article view 2368
Read online
File size1020.62 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test