UIRUIR

Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu PengetahuanAl-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana agama berperan sebagai sumber legitimasi moral dan sosial dalam menghadapi serta menolak praktik rasisme yang tergambar dalam film Pengepungan di Bukit Duri. Film ini dipilih karena menampilkan dinamika sosial yang kompleks, di mana agama berfungsi tidak hanya sebagai sistem kepercayaan, tetapi juga sebagai landasan moral yang memperkuat solidaritas di tengah ketegangan sosial dan konflik identitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan analisis konten untuk menafsirkan pesan simbolik dari adegan-adegan yang menampilkan diskriminasi, ketidakadilan, serta bentuk perlawanan masyarakat terhadap hegemoni sosial dan politik. Teori Émile Durkheim dijadikan acuan dalam menjelaskan fungsi agama sebagai fakta sosial yang membentuk kesadaran kolektif, menjaga tatanan moral, serta meneguhkan nilai kemanusiaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol keagamaan seperti hijab, dan slogan “kita semua sama berfungsi sebagai legitimasi moral yang memperkuat solidaritas terhadap tindakan diskriminatif. Namun, legitimasi agama disini mempunyai sifat ambivalen di satu sisi memiliki peran sebagai kekuatan untuk menyatukan suatu kelompok di sisi lain, dapat berpotensi sebagai eksklusivitas suatu kelompok. Urgensi penelitian ini terletak pada kontribusinya dalam memperluas kajian sosiologi agama melalui media film yang mampu mencerminkan realitas sosial masyarakat modern sekaligus menunjukkan bagaimana nilai religius dapat menjadi sarana resistensi terhadap dominasi.

Film Pengepungan di Bukit Duri menggambarkan agama sebagai sumber legitimasi moral dalam perlawanan terhadap rasisme, melalui simbol-simbol seperti hijab dan slogan kita semua sama.Teori Durkheim menjelaskan bahwa agama berfungsi sebagai fakta sosial yang membentuk kesadaran kolektif dan solidaritas masyarakat dalam menghadapi ketidakadilan.Meskipun memiliki potensi ambivalensi, agama dalam film ini lebih menonjol sebagai kekuatan pemersatu dan sarana resistensi terhadap dominasi.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam bagaimana representasi agama dalam film memengaruhi persepsi publik terhadap isu rasisme dan diskriminasi. Studi komparatif dapat dilakukan dengan menganalisis film-film lain yang mengangkat tema serupa, baik dari Indonesia maupun negara lain, untuk mengidentifikasi pola dan perbedaan dalam representasi agama dan rasisme. Selain itu, penelitian kualitatif mendalam, seperti wawancara dengan penonton film dan pembuat film, dapat memberikan wawasan yang lebih kaya tentang bagaimana agama dan rasisme dipahami dan dialami dalam konteks sosial dan budaya yang berbeda. Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana media dapat digunakan sebagai alat untuk mempromosikan toleransi, kesetaraan, dan keadilan sosial, serta untuk mengidentifikasi potensi risiko dan tantangan dalam representasi isu-isu sensitif seperti agama dan rasisme. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan teori dan praktik komunikasi, sosiologi agama, dan studi budaya.

  1. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat. agama keragaman film malaysia jurnal studi masyarakat authors mufdil... e-journal.iain-palangkaraya.ac.id/index.php/jsam/article/view/2168Jurnal Studi Agama dan Masyarakat agama keragaman film malaysia jurnal studi masyarakat authors mufdil e journal iain palangkaraya ac index php jsam article view 2168
  2. Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menghadapi Rasisme di Indonesia | Jurnal Media Komunikasi Pendidikan... doi.org/10.23887/jmpppkn.v6i1.5070Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menghadapi Rasisme di Indonesia Jurnal Media Komunikasi Pendidikan doi 10 23887 jmpppkn v6i1 5070
Read online
File size725.22 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test