STAISKUTIMSTAISKUTIM

Al-RabwahAl-Rabwah

Dalam masyarakat majemuk dimana masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai dalam perbedaan budaya memerlukan kurikulum yang dapat dijadikan guidance bagi guru, sekolah, orang tua dalam mengelola kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun di rumah. Kajian ini bermaksud menganalisis bagaimana pendekatan dan model kurikulum pendidikan Islam multikultural yang dilaksanakan di sekolah dasar di Sangatta. Penelitian menggunakan kualitatif dan peneliti menjadi bagian dari instrumen kunci. Responden dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru pendidikan Islam. Pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian terlihat bahwa: (1) Pendekatan kurikulum pendidikan agama Islam berbasis multikultural yang digunakan di sekolah dasar swasta Sangatta adalah pendekatan kontribusi dan aditif. (2) Model pengembangan kurikulum PAI multikultural di sekolah swasta Sangatta menggunakan model administrasi dan grass root.

Studi ini mengidentifikasi empat pendekatan konseptual dalam pengembangan kurikulum pendidikan multikultural, namun implementasi di SD YPPSB 3 dan SD Muhammadiyah 2 Sangatta hanya mengadopsi pendekatan kontribusi dan aditif.Pendekatan kontribusi terlihat dalam penjadwalan multi-agama dan perayaan budaya, sementara pendekatan aditif melibatkan penambahan materi atau kegiatan tanpa mengubah struktur kurikulum utama.Adapun model pengembangan kurikulum yang diterapkan adalah model administratif (top-down) dan grass-root, dengan fokus pada materi keimanan, toleransi, serta metode pembelajaran dan evaluasi yang beragam sesuai konteks multikultural.

Penelitian ini telah mengidentifikasi pendekatan dan model kurikulum pendidikan agama Islam multikultural yang diterapkan di sekolah dasar swasta di Sangatta, khususnya pendekatan kontribusi dan aditif, serta model administratif dan grass-root. Namun, temuan menunjukkan bahwa pendekatan transformatif dan tindakan sosial belum diterapkan, padahal kedua pendekatan tersebut berpotensi besar dalam membentuk pemahaman dan tindakan siswa terhadap isu-isu multikultural secara mendalam. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian lanjutan yang menyelidiki faktor-faktor penghambat dan pendorong implementasi pendekatan transformatif dan tindakan sosial dalam kurikulum PAI multikultural di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini dapat mengeksplorasi persepsi guru, kepala sekolah, dan orang tua mengenai tantangan dan kesempatan yang ada, serta mengidentifikasi kebutuhan dukungan seperti pelatihan atau pengembangan modul. Selain itu, mengingat adanya dua model pengembangan kurikulum yang ditemukan, yaitu administratif dan grass-root, akan sangat bermanfaat jika dilakukan studi komparatif untuk mengevaluasi efektivitas relatif dari kedua model ini dalam mendorong pendidikan multikultural di berbagai konteks sekolah, baik di perkotaan maupun pedesaan. Penelitian tersebut dapat menyoroti model mana yang lebih adaptif dan berkelanjutan dalam merespons dinamika masyarakat majemuk. Terakhir, berdasarkan pemahaman bahwa pendekatan yang lebih mendalam belum diadopsi, disarankan untuk mengembangkan dan menguji coba model pedagogi atau strategi pembelajaran inovatif yang dirancang khusus untuk mengintegrasikan nilai-nilai multikultural secara transformatif. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya mengenali keragaman, tetapi juga mampu mengkritisi, memahami perspektif berbeda, dan mengambil tindakan positif untuk keadilan sosial dalam konteks masyarakat Indonesia yang beragam.

  1. #faktor penghambat#faktor penghambat
  2. #guru pendidikan agama islam#guru pendidikan agama islam
Read online
File size234.96 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-16b
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test