STAISKUTIMSTAISKUTIM
Al-RabwahAl-RabwahPendidikan Islam saat ini mengalami kemunduran, hal ini bisa dilihat dari segi merosotnya akhlak manusia, baik dalam instansi pendidikan maupun dalam kalangan masyarakat. Kecerdasan mempunyai konektifitas dengan proses pendidikan sebagai langkah konkrit dalam pembinaan karakter manusia sebagai khalifah fil ardh untuk memikirkan segala ciptaan Allah Swt. Dengan hal ini konsep prophetic intelligence memberikan ruang konstruktif dan sistematis dalam mengantarkan pribadi yang baik dan komprehensif. Menjadi manusia yang berakhlakul karimah tidak dapat dilakukan secara instan, melalui prophetic intelligence yang menukil dari Al-Quran dan al-Hadist menjadi sebuah keharusan bagi keberlanjutan dari pendidikan Islam secara konseptual. Sesuai latar belakang tersebut maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah bagaimana relevansi prophetic intelligence dengan pendidikan Islam saat ini. Sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui konsep prophetic intelligence relevansi antara prophetic intelligence dengan pendidikan Islam saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka. Sifat penelitiannya adalah Deskriptif analitik dan metode analisisnya adalah analisis isi. Hasil kajian ini bahwa konsep kecerdasan kenabian ada tiga yaitu kesehatan ruhani terhindar dari sifat nifaq, fasik dan kufur sebagai dasar prophetic intelligence, prinsip-prinsip keislaman dengan mengucap syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji. Prinsip-prinsip keimanan, bermakrifat kepada Allah Swt, Malaikat, Al-quran, Nabi/Rasul, Kiamat, Qada dan Qadar. Prophetic Intelligence (Kecerdasan Kenabian) sangat relevan dalam mengembalikan eksistensi dan memperkuat pondasi ketahanan Pendidikan Islam. Dengan konsep prophetic intelligence yang dikembangkan melalui metode kesehatan ruhani dan penanaman aspek humanisasi, liberasi dan transendensi dalam pendidikan Islam, maka akan membantu manusia untuk memiliki pribadi yang lebih baik sesuai dengan tujuan Nabi Muhammad Saw diturunkan yaitu untuk menyempurnakan akhlak manusia.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Prophetic Intelligence merupakan anugerah dari Allah SWT yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya karena ketaatan dan ketakwaan.Kecerdasan ini bertumpu pada nurani yang bersih dari penyakit-penyakit ruhaniah, memungkinkan interaksi yang harmonis dengan alam semesta dan pencapaian kebahagiaan dunia dan akhirat.Tujuan utama pendidikan Islam adalah mencetak sumber daya insani yang cerdas secara spiritual dan material, dengan menekankan pentingnya kesehatan ruhani sebagai fondasi utama dalam mengamalkan prinsip-prinsip keimanan dan keislaman.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai implementasi konsep Prophetic Intelligence dalam kurikulum pendidikan Islam di berbagai tingkatan, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, untuk mengidentifikasi metode dan strategi pembelajaran yang paling efektif. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan instrumen pengukuran Prophetic Intelligence yang valid dan reliabel, sehingga dapat digunakan untuk mengevaluasi perkembangan spiritual dan moral peserta didik secara komprehensif. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana konsep Prophetic Intelligence dapat diintegrasikan dengan pendekatan pendidikan modern, seperti pendidikan karakter dan pendidikan berbasis kompetensi, untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang tinggi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia dan menghasilkan generasi penerus yang berakhlak mulia, berpengetahuan luas, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijaksana. Dengan demikian, pendidikan Islam dapat kembali menjadi kekuatan utama dalam membangun peradaban yang lebih baik dan lebih bermakna bagi seluruh umat manusia.
| File size | 300.51 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UINMADURAUINMADURA Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain exploratory sequential, yang melibatkan analisis kualitatif untuk merancang model danPenelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain exploratory sequential, yang melibatkan analisis kualitatif untuk merancang model dan
POLBANPOLBAN Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi paradigma kebijakan pendidikan berbasis nilai yang integratif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukanOleh karena itu, diperlukan rekonstruksi paradigma kebijakan pendidikan berbasis nilai yang integratif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Data kemudian dianalisis menggunakan model induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, pengembangan kurikulum menekankan kejelasan profil lulusan,Data kemudian dianalisis menggunakan model induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, pengembangan kurikulum menekankan kejelasan profil lulusan,
UIGMUIGM Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media edukatif interaktif mampu meningkatkanKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media edukatif interaktif mampu meningkatkan
UIN WALISONGOUIN WALISONGO Terapi mindfulness spiritual diberikan melalui sesi individu dan kelompok, dengan tingkat depresi diukur menggunakan instrumen PHQ-9 sebelum dan sesudahTerapi mindfulness spiritual diberikan melalui sesi individu dan kelompok, dengan tingkat depresi diukur menggunakan instrumen PHQ-9 sebelum dan sesudah
STAISKUTIMSTAISKUTIM Dalam pembelajaran hendaknya berniat dan mempunyai tujuan yang jelas, bahwa niat yang benar dalam belajar adalah untuk mencari keridhaan Allah SWT, memperolehDalam pembelajaran hendaknya berniat dan mempunyai tujuan yang jelas, bahwa niat yang benar dalam belajar adalah untuk mencari keridhaan Allah SWT, memperoleh
STAISKUTIMSTAISKUTIM Adapun model pengembangan kurikulum yang diterapkan adalah model administratif (top-down) dan grass-root, dengan fokus pada materi keimanan, toleransi,Adapun model pengembangan kurikulum yang diterapkan adalah model administratif (top-down) dan grass-root, dengan fokus pada materi keimanan, toleransi,
STAISKUTIMSTAISKUTIM Dalam pengumpulan data digunakan angket untuk mengetahui data tentang layanan sistem informasi akademik (Siakad) dan kepuasan. Selanjutnya teknik analisisDalam pengumpulan data digunakan angket untuk mengetahui data tentang layanan sistem informasi akademik (Siakad) dan kepuasan. Selanjutnya teknik analisis
Useful /
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Hasil analisis data kuesioner penilaian bahan ajar oleh ahli materi menunjukkan aspek kelayakan konten sebesar 90%, aspek kelayakan presentasi 78%, aspekHasil analisis data kuesioner penilaian bahan ajar oleh ahli materi menunjukkan aspek kelayakan konten sebesar 90%, aspek kelayakan presentasi 78%, aspek
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik terhadap prestasi akademik siswa di tingkat SMA. MetodePenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik terhadap prestasi akademik siswa di tingkat SMA. Metode
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Karakter masyarakat Indonesia yang kuat beragama dan menekankan ikatan primordial memudahkan penyebaran hoax SARA serta memperluas kepercayaan publik yangKarakter masyarakat Indonesia yang kuat beragama dan menekankan ikatan primordial memudahkan penyebaran hoax SARA serta memperluas kepercayaan publik yang
UEUUEU (2) Secara parsial variabel pajak penghasilan tidak berpengaruh terhadap income smoothing. (3) Secara variabel cash holding berpengaruh terhadap income(2) Secara parsial variabel pajak penghasilan tidak berpengaruh terhadap income smoothing. (3) Secara variabel cash holding berpengaruh terhadap income