UNIGRESUNIGRES
Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas GresikJurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas GresikPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan sanksi administratif terhadap tingkat kepatuhan perusahaan dalam pengelolaan limbah di Kawasan Industri Jawa Barat. Permasalahan pengelolaan limbah industri masih menjadi isu penting, mengingat masih banyak perusahaan yang belum sepenuhnya mematuhi ketentuan hukum lingkungan. Sanksi administratif, yang meliputi teguran tertulis, paksaan pemerintah, pembekuan izin, dan pencabutan izin, diharapkan menjadi instrumen yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan. Namun, efektivitasnya masih sering dipertanyakan dalam praktik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara terhadap 40 perusahaan di kawasan industri Bekasi, Karawang, dan Cikarang. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang lemah antara penerapan sanksi administratif dengan tingkat kepatuhan (r = 0,115, p = 0,478), yang menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Analisis regresi menunjukkan bahwa sanksi administratif hanya menjelaskan 1,3% varians kepatuhan (R² = 0,013), dengan koefisien regresi 1,21 (p = 0,478). Hal ini menunjukkan bahwa sanksi administratif saja tidak cukup kuat untuk mendorong kepatuhan perusahaan dalam pengelolaan limbah. Faktor-faktor lain, seperti komitmen internal perusahaan, insentif ekonomi, dan pengawasan publik, lebih dominan dalam memengaruhi kepatuhan. Studi ini menyimpulkan bahwa kombinasi instrumen hukum, insentif, dan partisipasi masyarakat diperlukan agar penegakan hukum lingkungan lebih efektif dan mampu mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Penelitian menunjukkan bahwa penegakan sanksi administratif memiliki hubungan positif yang lemah dan tidak signifikan secara statistik dengan tingkat kepatuhan perusahaan dalam pengelolaan limbah di Kawasan Industri Jawa Barat, dimana sanksi tersebut hanya menjelaskan 1,3% varians kepatuhan (R² = 0,013).Temuan ini memperkuat bukti bahwa faktor‑faktor selain sanksi, seperti komitmen internal perusahaan, insentif ekonomi, reputasi, dan pengawasan publik, lebih berpengaruh terhadap kepatuhan.Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi pengaruh faktor non‑hukum secara lebih mendalam melalui pendekatan campuran atau longitudinal, serta melakukan studi komparatif dengan negara lain yang memiliki penegakan hukum lingkungan yang efektif.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana gaya kepemimpinan manajerial di perusahaan industri memengaruhi tingkat kepatuhan terhadap regulasi limbah, dengan menguji hipotesis bahwa kepemimpinan transformasional meningkatkan kesadaran lingkungan dan memotivasi penerapan praktik pengelolaan yang lebih baik. Selanjutnya, studi dapat mengevaluasi efektivitas penggunaan teknologi pemantauan digital, seperti sensor IoT dan sistem informasi geografis, dalam meningkatkan akurasi deteksi pelanggaran dan mempercepat respons sanksi administratif, sehingga menilai apakah integrasi teknologi dapat mengurangi kesenjangan antara kebijakan dan praktik lapangan. Penelitian ketiga dapat melakukan perbandingan lintas‑negara antara kawasan industri di Indonesia, Malaysia, dan Vietnam untuk mengidentifikasi mekanisme insentif ekonomi yang paling berhasil dalam mendorong kepatuhan, dengan fokus pada program penghargaan lingkungan, pengurangan pajak, dan skema pembiayaan hijau. Metode campuran yang menggabungkan survei kuantitatif, wawancara mendalam, dan analisis kasus longitudinal disarankan untuk menangkap dinamika perubahan kepatuhan seiring waktu. Hasil dari ketiga arah penelitian ini diharapkan memberikan dasar empiris yang lebih komprehensif bagi pembuat kebijakan dalam merancang kombinasi sanksi, insentif, dan teknologi yang optimal untuk memperkuat penegakan hukum lingkungan.
| File size | 269.09 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
IRPIIRPI Setelah itu dengan data test sebanyak 114 dapat menghasilkan akurasi sebesar 95,6%. Dengan tingkatan setinggi itu program dapat mendeteksi wajah denganSetelah itu dengan data test sebanyak 114 dapat menghasilkan akurasi sebesar 95,6%. Dengan tingkatan setinggi itu program dapat mendeteksi wajah dengan
UPIUPI Fenomena pluralisme hukum dikaji menggunakan pendekatan kualitatif non-etnografi melalui wawancara dengan masyarakat lokal, perusahaan/pemegang izin, danFenomena pluralisme hukum dikaji menggunakan pendekatan kualitatif non-etnografi melalui wawancara dengan masyarakat lokal, perusahaan/pemegang izin, dan
UMBUMB Untuk mengatasi permasalahan ini, industri otomotif semakin banyak mengembangkan Advanced Driver Assistance Systems guna meningkatkan keselamatan kendaraan.Untuk mengatasi permasalahan ini, industri otomotif semakin banyak mengembangkan Advanced Driver Assistance Systems guna meningkatkan keselamatan kendaraan.
UMBUMB Dibandingkan dengan clasifier tradisional seperti Naïve Bayes (NB) yang memiliki akurasi 88,53%, LightGBM menunjukkan ketahanan lebih tinggi dalam menanganiDibandingkan dengan clasifier tradisional seperti Naïve Bayes (NB) yang memiliki akurasi 88,53%, LightGBM menunjukkan ketahanan lebih tinggi dalam menangani
LAPANLAPAN 09, dan HPBW (Half Power Beamwidth) sebesar 17. 3°. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa antena yang dirancang untuk aplikasi detektor tsunami berfungsi09, dan HPBW (Half Power Beamwidth) sebesar 17. 3°. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa antena yang dirancang untuk aplikasi detektor tsunami berfungsi
DINASTIPUBDINASTIPUB Model Altman mencatat 8 titik zona distress, Springate 37 titik, Ohlson 3 titik, dan Zmijewski 1 titik. Perbedaan jumlah titik distress menunjukkan tingkatModel Altman mencatat 8 titik zona distress, Springate 37 titik, Ohlson 3 titik, dan Zmijewski 1 titik. Perbedaan jumlah titik distress menunjukkan tingkat
TRI GUNA DHARMATRI GUNA DHARMA Sistem penyemprotan disinfektan otomatis berhasil diimplementasikan menggunakan teknik Counter dengan sensor ultrasonik sebagai pendeteksi objek. KetikaSistem penyemprotan disinfektan otomatis berhasil diimplementasikan menggunakan teknik Counter dengan sensor ultrasonik sebagai pendeteksi objek. Ketika
TRI GUNA DHARMATRI GUNA DHARMA Zebra cross adalah bagian penting di jalan raya terutama di area lampu lalu lintas tak lepas dari pantauan terutama bagi masyarakat yang akan menyeberang.Zebra cross adalah bagian penting di jalan raya terutama di area lampu lalu lintas tak lepas dari pantauan terutama bagi masyarakat yang akan menyeberang.
Useful /
UPIUPI Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswaRancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa
UPIUPI Unit uji penetrasi kerucut seismik (SCPTu) digunakan hingga kedalaman 18 m untuk tanah lunak dan 4 m untuk batuan. Perbandingan profil Vs pada lapisanUnit uji penetrasi kerucut seismik (SCPTu) digunakan hingga kedalaman 18 m untuk tanah lunak dan 4 m untuk batuan. Perbandingan profil Vs pada lapisan
UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi Hākim Al-Jushamī, seorang mufassir Mutazilah akhir, melalui analisis biografis, serta untuk memperdalam pemahamanArtikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi Hākim Al-Jushamī, seorang mufassir Mutazilah akhir, melalui analisis biografis, serta untuk memperdalam pemahaman
UNHASUNHAS Kontrol dan kepemilikan tanah memunculkan norma hukum yang mencakup kewenangan, hak, kewajiban, serta kekuasaan. Secara yuridis, sistem ini bertujuan melindungiKontrol dan kepemilikan tanah memunculkan norma hukum yang mencakup kewenangan, hak, kewajiban, serta kekuasaan. Secara yuridis, sistem ini bertujuan melindungi